Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Kapolri Perintahkan Jajaran Berantas Hoax soal Corona

* Kabareskrim Perintahkan Anggota Pantau Pusat Perbelanjaan
Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 09:47 WIB
226 view
Kapolri Perintahkan Jajaran Berantas Hoax soal Corona
Audrey/detikcom
Foto: Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal saat berkunjung ke redaksi detikcom 
Jakarta (SIB)
Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan jajarannya untuk peka terhadap munculnya berita bohong atau hoax terkait virus Corona. Hoax dikhawatirkan membuat situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat terganggu.

"Pak Kapolri sudah bilang ke jajaran untuk berantas hoax. Jika terbukti secara hukum ada orang menyebar hoax, kita tegakkan hukum," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal, Senin (2/3).

Iqbal mengimbau kepada masyarakat untuk mengedepankan rasa empati dan bukan malah melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat. Iqbal juga berharap masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan Corona pada pemerintah.

"Ya pasti akan banyak hoax terkait Corona. Makanya harus mengedepankan rasa empati, jangan malah memanfaatkan dengan tindakan tidak terpuji. Masyarakat dimohon tenang, jaga kesehatan dan percayakan penanganan virus ini pada pemerintah," tutur Iqbal.

Di samping memberantas hoax, Iqbal menuturkan tenaga medis Polri juga telah disiagakan untuk membantu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatasi virus Corona. "Kami siap dan sudah bergabung dengan Dinkes," ujar Iqbal.

Pantau
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo juga memerintahkan seluruh anggotanya untuk mulai mengamankan pusat-pusat perbelanjaan.

"Yang jelas mulai dari kemarin setelah kami mendapatkan info dengan temuan suspect terhadap virus, kami sudah minta kepada anggota untuk turun ke lapangan memantau khususnya tempat-tempat perbelanjaan karena memang beberapa wilayah kita monitor aktivitasnya lebih meningkat dari biasanya," kata Listyo usai bertemu dengan Mahfud Md di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa.

"Namun demikian, kami akan terus melaksanakan pengamanan, menjaga dan menurunkan anggota di lapangan agar jangan sampai eskalasinya menjadi tidak bagus," sambungnya.

Selain itu, pemantauan langsung oleh polisi di lapangan juga untuk menjaga keamanan di sekitar pusat perbelanjaan. Agar nantinya tidak ada aksi-aksi kriminal yang terjadi akibat membeludaknya pembeli.

"Iya anggota khususnya kami dari reserse kita turunkan anggota ke sana (pusat perbelanjaan) untuk jangan terjadi hal-hal kemudian berdampak kepada aksi-aksi bersifat kriminalitas," ujarnya.

Listyo menegaskan, semua wilayah masuk pemantauan. Jika dirasa ada aktivitas yang meningkat di pusat perbelanjaan yang terpantau itu, akan segera dilakukan tindakan untuk menurunkan peningkatan aktivitas.

"Semuanya (wilayah), semua yang di dalam pantauan kita ada aktivitas meningkat kita turunkan, baik di pasar maupun supermarket," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan informasi 2 WNI positif Corona. Dua orang itu berasal dari Depok, Jawa Barat, yakni seorang ibu (64) dan putrinya (31). Saat ini keduanya dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tak lama setelah informasi disampaikan, warga DKI Jakarta pun mulai menyerbu pusat perbelanjaan. Salah satu pusat perbelanjaan yang diserbu ada di kawasan SCBD. Antrean di pusat perbelanjaan itu sempat mengular pukul 17.30 WIB, Senin (2/3). Barang sembako menumpuk di troli-troli pembeli.

Salah satu warga yang antre, Rahman, mengatakan dirinya memborong sejumlah kebutuhan pokok di supermarket ini. Hal ini, sebutnya, dilakukan karena wabah virus Corona.
"Iya karena terkait virus Corona itu. Ya barang barang kebutuhan pokok aja, banyak ini saya beli," kata Rahman. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru