Denpasar (SIB)
Sampai saat ini tercatat sudah ada 108 WNA yang ditolak masuk ke Bali. Para turis ini ditolak masuk lantaran mempunyai riwayat pergi dan tinggal di China.
"Dengan berlakunya Permenkumham No 3 Tahun 2019 dan pengumuman dari pemerintah pelarangan orang-orang yang datang dari China masuk ke Indonesia sampai saat ini ada 107 orang warga negara asing yang ditolak melalui Bandara Ngurah Rai," kata Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Bali, Sutrisno, Selasa (3/3).
WNA yang ditolak masuk ke Bali memiliki riwayat berkunjung ke China dalam kurun 2 minggu terakhir. Data tersebut tercatat sampai kemarin, Senin (2/3). Turis yang ditolak datang ke Bali berasal dari berbagai negara.
"(Sebanyak) 108 orang itu adalah bermacam-macam dari warga negara asing, tapi yang jelas orang itu adalah orang yang (14 hari) itu dia berada di China. Jadi apabila ada warga negara asing yang akan masuk ke Indonesia tapi dia dalam kurun waktu 14 hari dia berada di negara China, maka itu harus ditolak, itu ada 108 yang di tolak sampai hari kemarin Senin," jelas Sutrisno.
Sutrisno mengungkapkan, WNA yang ditolak berkunjung ke Bali itu didominasi warga negara Amerika dan Rusia. Ada 13 warga Amerika Serikat yang ditolak berkunjung ke Bali dan 14 warga negara Rusia.
"Bermacam-macam warga negara, tapi paling banyak Amerika dan Rusia," pungkas Sutrisno.
Tenang
Sementara itu, pada kesempatan lain, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tetap tenang menyikapi berita masuknya Corona ke Indonesia. Jokowi meminta masyarakat beraktivitas biasa dan waspada.
"Saya berharap masyarakat tetap waspada. Tetap tenang beraktivitas seperti biasa. Gejala virus Covid 19 ini mirip seperti flu," ujar Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (3/3).
Jokowi menambahkan, masyarakat harus yakin dan tetap tenang bahwa penderita virus Corona ini bisa disembuhkan. Jokowi mencontohkan hal itu sudah banyak terbukti di China,, Jepang, Iran juga Italia.
"Faktanya sebagian besar dari pasien yang ada baik di RRT (Republik Rakyat Tiongkok), Wuhan kemudian di Jepang, Iran, Italia juga hampir semuanya pasien dapat sembuh dan pulih kembali. Jadi kita tidak perlu terlalu ketakutan masalah ini tapi tetap harus hati-hati dan waspada dalam beraktivitas," paparnya.
Awasi Semua Orang
Dua orang dinyatakan positif virus Corona COVID-19. Presiden Jokowi dan jajarannya sudah melacak semua orang yang terlibat kontak dengan kedua pasien ini.
"Pemerintah telah melacak semua orang yang sempat kontak dengan kedua pasien kasus satu dan dua. Pemerintah melakukan upaya maksimal untuk mencegah agar jangan sampai titik awal penularan meluas menjadi wabah di dalam negeri," kata Jokowi.
Berdasarkan keterangan pemerintah sebelumnya, pasien kasus 1 awalnya tertular WN Jepang di klub dansa di Jakarta. Kemudian pasien kasus 2, yang merupakan si ibu, tertular anaknya di rumah.
Untuk itu, pemerintah pun mengawasi semua orang yang pernah melakukan kontak dengan kedua pasien ini. "Kita sudah tahu kontaknya dengan siapa-siapa dan sudah dilakukan pengawasan terhadap yang telah berhubungan dengan kasus satu dan dua," ujar Jokowi.
Berdoa
Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat Indonesia agar bersama-sama berdoa untuk kesembuhan dua pasien Corona di RSPI Sulianto Saroso dan meminta masyarakat tetap tenang.
"Saya mengajak berdoa agar saudara kita ini pulih kembali. Saya minta masyarakat sama-sama berdoa, kepada 2 pasien kasus 1 dan 2," ujar Jokowi.
Kasus 1 dan kasus 2 yang dimaksud Jokowi adalah 2 warga Depok yang baru dinyatakan positif Corona kemarin. Jokowi menyebutnya kasus 1 dan kasus 2.
Penggunaan istilah ‘kasus 1’ terkait virus corona umum di sejumlah negara yang terdampak, salah satunya Singapura.
Jangan Sentuh
Presiden juga meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk aktif melakukan upaya pencegahan dalam penyebaran virus Corona (Covid-19). Salah satu cara paling mudah disebut Jokowi dengan mencuci tangan lebih sering.
"Kita juga dapat mencegah penularan virus Corona ini dengan sering cuci tangan," kata Jokowi.
"Jangan kemudian menyentuh wajah sebelum cuci tangan, tangan belum dicuci jangan sering-sering menyentuh wajah," imbuhnya sembari memperagakan tangannya menyentuh wajah.
Jokowi juga meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan. Selain itu Jokowi mengatakan agar masyarakat menjaga kesehatan.
"Menjaga kebugaran kita sehingga imunitas kita lebih baik," kata Jokowi,
Data Pasien
Jokowi memerintahkan jajarannya tidak membuka data pasien positif virus Corona. Dia meminta data pasien dirahasiakan.
"Saya memerintahkan menteri mengingatkan agar RS, pejabat, tidak membuka privasi pasien. Kita harus menjaga kode etik," kata Jokowi.
Jokowi berharap pasien tidak tertekan jika data mereka dirahasiakan. Jokowi juga meminta masyarakat selalu menjaga kesehatan.
"Media juga harus hormati privasi mereka agar tidak tertekan dan segera pulih dan terakhir mencegah penularan virus Corona ini dengan sering cuci tangan, jangan menyentuh wajah sebelum cuci tangan. Jangan sering sentuh wajah jika tangan belum dicuci. Hal terbaik jaga kesehatan," ujarnya.
Perintah ini sudah disampaikan Jokowi kepada Menkes Terawan Agus Putranto dan pejabat terkait.
"Saya sampaikan pada menteri untuk ingatkan namanya hak-hak pribadi betul-betul dijaga," pungkas Jokowi.
Kemenkes juga meminta identitas warga yang suspect dan positif virus Corona tidak diekspos. Aturan ini, kata Kemenkes, berlaku di dunia internasional.
"Ini yang tolong dipegang, ada rahasia medis yang tidak boleh mengekspos nama pasien. Bahkan di dunia internasional tidak pernah ekspos nama rumah sakit," kata Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).
Dokter Yuri mencontohkan kasus virus Corona di kapal pesiar Diamond Princess. Pihak Jepang tidak memberi tahu identitas WNI yang positif virus Corona di sana.
"Kami monitor awak kapal Diamond Princess yang dirawat dengan positif 9, pemerintah Jepang hanya mengatakan, mereka dirawat di Kota Shiba dan dipinggirkan di Tokyo. Bahkan kami nanya namanya pun tidak diberikan," kata Yuri.
Sebab, sempat beredar identitas pasien di aplikasi percakapan. Yuri menegaskan informasi itu bukan dari Kemenkes.
"Nama ini tidak ada, secara etis nama tidak diberikan, tidak boleh dikeluarkan. Dan itu kami pegang. Berarti kalau (identitas) bisa keluar, bukan dari kami," ucap Yuri.
Lacak
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah melakukan pemeriksaan terhadap orang yang berada satu rumah dengan warga Depok positif terjangkit virus Corona Covid-19. Kini Kemenkes sedang melacak orang-orang yang berada di lokasi tempat dansa WNI tertular Corona.
"Sekarang kita sedang melakukan tracing contact di tempat teman-teman yang party itu. Nah ini yang agak repot itu karena tidak semua akrab sampai tahu rumahnya di mana, namanya juga klub kita sedang mencari," kata juru bicara pemerintah terkait virus corona, Achmad Yurianto, di kantor Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).
Yurianto meminta pemerintah daerah untuk ikut melakukan pelacakan. Menurut dia, memang sudah ada beberapa orang yang ditemukan namun tak ada yang menunjukkan gejala terkena virus Corona.
"Kita minta otoritas daerah, dinas kesehatan pemerintah daerah untuk melakukan tracing dan ini sudah dilakukan sampai saat ini belum kita temukan seluruhnya. Namun satu dua sudah mulai ditemukan dan mereka tidak menunjukkan keluhan apa-apa," ujar dia.
Menurut Yurianto, mereka yang berada di lokasi dansa itu dijadikan dijadikan sebagai orang dalam pemantauan. Namun, kata Yurianto, tak semua orang tersebut masih berada di Jakarta.
"Tidak seluruhnya masih stay di Jakarta, karena multinasional," ujar dia.
Acara Dansa
Manajer Hotel Des Indes, Menteng Darmawiharto mengatakan, WNI positif Corona asal Depok dan warga Jepang yang menularkan virus Corona berkunjung ke Restoran Paloma Bistro untuk menikmati acara komunitas Latin dance. Mereka datang bukan sebagai anggota komunitas.
"WNI dan WNA jadi pengunjung kami seperti pengunjung pada umumnya. Di mana malam tersebut terbuka untuk umum dan kami tidak mendata. Karena bukan anggota, jadi dia datang tujuannya untuk mendatangi hiburan di Paloma ini," ujar Darmawiharto di Hotel Des Indes, Menteng, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).
Darmawiharto menuturkan acara komunitas Latin dance itu diadakan pada Sabtu (15/2) malam. Dia lalu menerangkan warga Depok dan warga Jepang itu turut menari.
"Data yang kami dapat mereka berdua normal (seperti) pengunjung lain menikmati suasana, makan dan minum dan melakukan kegiatan menikmati hiburan, menari di Paloma," katanya.
Darmawiharto berujar Restoran Paloma Bistro bisa diakses oleh siapa saja. Menurutnya, ada sekitar 30 pengunjung dalam acara tersebut dan 3 karyawan yang bekerja.
"Paloma (bentuknya) lounge and bar saja, yang bukan sebuah klub. Jadi itu pengunjung siapa aja bisa datang," katanya.
Sebelumnya, akibat adanya sebaran virus Corona ini, Paloma Bistro kini dipantau oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. Pemantauan itu akan dilakukan hingga dua minggu ke depan.
"Sifatnya Dinkes hanya pantau saja. Dipantau sampai dua minggu ke depan," ujarnya.
Darmawiharto mengatakan seluruh karyawan yang ada di manajemen Hotel Des Indes, Menteng, yang berjumlah 63 orang dalam keadaan sehat. Menurutnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta juga sudah datang ke tempatnya untuk mengecek kondisi tersebut. (detikcom/d)