Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Petani Penerima Bantuan Benih Jagung Pilih Sendiri Variannya

Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 22:09 WIB
517 view
Petani Penerima Bantuan Benih Jagung Pilih Sendiri Variannya
biloleh.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
"Beberapa produk benih jagung bantuan yang dipilih petani di Sumatera Utara adalah benih BISI.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumut, Juwaini SP MMA, melalui telepon selulernya, Selasa (3/3) mencontohkan, dalam kegiatan bantuan benih jagung hibrida APBN tahun 2019, para petani penerima bantuan di hampir seluruh kabupaten/kota di Sumut memilih produk yang dikeluarkan PT BISI International. Alasan petani, hasil panen benih BISI lebih menjanjikan. Selain itu, benihnya relatif lebih tahan dari serangan hama dan penyakit yang bisa mengganggu proses pertumbuhan tanaman jagung.

"Kita tidak bisa memaksakan suatu produk benih ke petani, karena mereka lebih tahu apa sebaiknya benih yang ditanam dan menghasilkan panen berlimpah," sebutnya.

Ia mengemukakan, ada tiga varian benih BISI yang dipilih petani penerima bantuan, masing-masing BISI 226, BISI 228 dan BISI 816. Tiga varian benih tersebut dialokasikan untuk ditanam di areal seluas 28.412,5 ha dengan jumlah mencapai 346.755 kg.

"Terbesar di Kabupaten Mandailing Natal, dengan areal seluas 4.250 hektar dan benih sebanyak 63.750 kilogram dan Kabupaten Langkat seluas 4.000 hektar dengan benih jagung sebanyak 60 ribu kilogram," urainya.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas TPH Provsu, Ir H Dahler Lubis MMA, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/3). Menurutnya, penerima bantuan memilih jenis benih yang akan ditanamnya. Umumnya, para petani akan memilih benih yang telah terbukti menguntungkan dalam usaha taninya.

"Kita hanya menindaklanjuti permohonan dari pihak dinas kabupaten/kota yang merekomendasikan kelompok tani penerima bantuan, termasuk jenis benihnya," ungkap Dahler.

Ia mengemukakan, rekomendasi dari pihak kabupaten/kota tersebut segera ditindaklanjuti tim dari Dinas TPH Provsu dengan melakukan survey terhadap Calon Petani/Calon Lokasi (CPCL). Setelah dipastikan memenuhi persyaratan, pihaknya kemudian menunggu turunnya dana bantuan dari pusat, dalam hal ini bersumber dana dari APBN atau pun APBD, sebelum kemudian didistribusikan ke lapangan.

"Jadi, kita penuhi benih sesuai permintaan para petani penerima bantuan," tegas Dahler.

Secara terpisah, Deputy Manager PT BISI International (Tbk) Sumut-Aceh, Zuan Ari SP, mengaku berterimakasih kepada para petani jagung yang telah memilih produk BISI untuk usaha taninya.

"Untuk tahun 2019, total jagung hibrida BISI beragam varian kategori Umum2 (hasil produksi perusahaan nasional dan multinasional) dan Umum3 (hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, red) yang digunakan di wilayah Sumatera Utara berkisar 1.472.655 kilogram," sebutnya melalui WhatsApp.

Zuan mengklaim, seluruh varian produk benih yang dikeluarkan PT BISI memiliki keunggulan. Produksi yang dihasilkan benih BISI 226, misalnya, tergolong tinggi. Hal ini disebabkan benih BISI 226 memiliki tongkol besar dengan biji yang rapat dan seakan menancap ke dalam serta biji jagungnya cukup berbobot.

"Daya tahan jagung BISI 226 juga sangat baik terhadap penyakit bulai. Menariknya, bisa juga dipanen muda untuk konsumsi dan dipanen tua untuk pakan ternak," tuturnya.

Keunggulan serupa juga dimiliki varietas BISI 228. Bedanya, varietas ini sangat cocok untuk dipanen sebagai pakan ternak. Sementara, BISI 816 disukai karena paling tahan terhadap penyakit bulai jagung serta mempunyai tongkol yang besar dan seragam sehingga hasil panennya tergolong banyak.

"BISI 816 sangat cocok ditanam di lahan sawah maupun darat," ujar Zuan.

Pihaknya juga memiliki varietas benih berkualitas lainnya, yakni BISI 18, kesohor dengan sebutan 'si jagung super'. Memiliki tongkol berukuran besar dan seragam, varietas BISI 18 diyakini bakal menguntungkan petani yang menanamnya. (R6/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Rahmat Rayyan Nasution

Rahmat Rayyan Nasution

Medan(harianSIB.com)Anggota Komisi D DPRD Sumut Rahmat Rayyan Nasution, melontarkan kritik keras terhadap kerusakan parah ruas jalan provin