Tangerang (SIB)
Tim Polda Metro Jaya mengamankan600 ribu masker ilegal dari gudang penimbunan
di Neglasari, KabupatenTangerang. Ratusan ribu masker itu, disebut polisi, tidak memiliki surat izin edar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakanpolisi menyita total 240 kardus yang berisi 40 kotak masker.
Menurutnya, pemilik masker ilegal itu adalah H dan W.“Dia adalah pemilik dari barangini yang sebenarnya setelah dilakukan penyelidikan barang ini tidak ada izin edar,†kata Yusri kepada wartawan di gudang penyimpanan, Jl Raya Kampung Melayu, Neglasari, Kabupaten Tangerang, Rabu (4/3).
Yusri menyatakan masker ilegal tersebut terdiri atas beberapamerek. Salah satunya, ada masker yang berasal dari Jawa Barat.
“Karena memang di sini ada beberapa merek, seperti yang dari Jawa Barat, dan produk yang tidak memiliki standar,†katanya.
Yusri mengatakan, hinggasaat ini kedua pemilik masker ilegal itu masih berstatus terperiksa.Polisi masih mendalami temuan kasus masker ilegal tersebut.“Barbuk akan akan kita geserke Polda untuk didalami. Perkembangannya akan kita kabarkan, karena ini masih pemeriksaan terhadap pemilik dan saksi-saksi, yaitu karyawannya,â€katanya.
DIEKSPOR
Dua pemilik ratusan ribu masker ilegal di Tangerang, Banten, berinisial H dan W menyimpanbarang itu di gudang PT Mitra Jayakarta Persada (MJP) Cargo. Namun, ratusan masker ilegal itu disebut hendak dikirim ke Guangzhou, China.Human Resource General Affair PT MJP Cargo Sofia mengatakan, H dan W telah dua kali mengirim masker ke Guangzhou, China. Namun, kata dia, masker tersebut dikirim sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua WNI positif Corona di Depok, Jawa Barat, pada Senin (2/3) lalu.
“Udah dua kali kirim ke China, tapi itu jauh sebelum presiden umumkan (dua WNI positif Corona) dan ramai di Indonesia,â€
kata Sofia di Gudang PT MJP Cargo, Tangerang, Banten, Rabu (4/3).
Sofia membantah jika gudangperusahaannya disebut-sebut sebagai gudang penimbunan
masker milik H dan W. Menurutnya, PT MJP Cargo hanyalah perusahaan kargo seperti pada umumnya. SedangkanH dan W adalah konsumennyayang hendak menggunakanjasa pengiriman.
“Saya luruskan, saya perwakilanperusahaan MJP Cargo. MJP Cargo seperti pengertian kargo jasa pengiriman barang biasanya,†katanya.Sofia menuturkan ratusan ribu masker yang diamankan polisi merupakan kloter ketiga yang direncanakan akan dikirim oleh H dan W. Menurutnya, masker miliki W itu sendiri rencananyaakan dikirim ke Guangzhou
kemarin, sebelum akhirnyadiamankan polisi lantaran diduga melakukan penimbunan.“Malah yang milik W ini jadwalnyadikirimkan hari ini ke Guangzhou,†katanya.
TANGKAP
Sementara itu, Polda Jawa Tengah menangkap tiga orang penimbun masker dan antiseptikdi Semarang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskanlangkah tegas polisi tersebut menjadi peringatan jika ada pelaku lainnya.
“Polda sudah bertindak ya itu peringatan buat yang lain,†kata Ganjar saat ditemui di UniversitasSebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (4/3).Dia juga meminta kepada distributor maupun penjual masker agar tidak semena-menamenaikkan harga pasaran. Mereka diminta mempertimbangkanmasalah kemanusiaan terkait wabah Virus Corona (COVID-19).
“Tolong penjual, distributor dan pengecer jangan bersenang-senang di atas penderitaanorang. Ini masyarakat lagi butuh. Dijual saja dengan harga yang normal. Akan lebih baik kalau ada kemanusiaan yang adil dan beradab,†ujarnya.
Ganjar juga meminta agar pabrik juga menambah produksi masker. Sementara masyarakat diminta bijak dalam membeli masker.
GEREBEK
Tim Ditkrimsus Polda KepulauanRiau (Kepri) juga menggerebekgudang pembuatan masker dan hand sanitizer tanpa izin atau ilegal di Batam Kota. Sebanyak tiga orang diamankan polisi dari gudang tersebut.“Ada 3 orang kita amankan ke Mapolda Kepri yang terdiri dari direktur, general manager, dan komisaris perusahaan PT ESM,†kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Hanny Hidayat, di lokasi, kompleks Inti Batam Business & Industrial Park Sei Panas, Kecamatan Batam Kota, Rabu (4/3).
Ketiga orang yang diamankanadalah S selaku direktur, DD selaku general manajer, dan H selaku komisaris perusahaan. Dalam penggerebekan, polisi menemukan stok barang berisi masker dan hand sanitizer dari berbagai merek.Saat dicek dokumen berupa manifes barang-barang tersebut tidak termasuk dalam kelompok surat izin usaha perdagangan yang mempunyai izin penjualan alat kesehatan.
“Barang bukti yang kami amankan berupa masker Dual Valve sebanyak 57 karton, masker merek Jackson SafetyR10, N95, DBS sebanyak lima karton, masker merek 3M sebanyak sembilan karton, masker merek Drager sebanyak 20 karton, masker merek ActiveCarbon Mask sebanyak 16 karton,†jelasnya.Selain itu polisi juga menemukanada hand sanitizer bermerek sebanyak 60 karton.Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 106 Undang-Undang nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangandan Pasal 197 Undang-Undang nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar rupiah.
JADI TERSANGKA
Pada kesempatan lain, dua mahasiswa Makassar berinisialJA dan JO, pengepul 10 ribu masker untuk dikirim ke New Zealand, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya masih diperiksa intensif oleh penyidik.“Sudah tersangka, dua-duanya. Tapi masih dalam pemeriksaan,†ujar KapolrestabesMakassar Kombes Yudhiawan Wibisono kepada wartawan di kantornya, Jl AhmadYani, Rabu (4/3).“Memang dia yang mengumpulkan,sekarang dia menjalani pemeriksaan. Sementara kita menerapkan UU Monopoli dan Perdagangan,†sambung Yudhiawan.
Kedua tersangka sebelumnyadiamankan polisi dari counter DHL, Hotel Horison, Jl Jenderal Sudirman, Makassar,pada Selasa, (3/3). Polisi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan kedua tersangka, ribuan masker tersebut dibeli dari sejumlah apotek di Makassardan sekitarnya.
“Berasal dari pembelian-pembeliandi seluruh kota Makassar, Gowa, dan Takalar. Pokoknya di setiap toko obat, apotek, diborong semua,†katanya.Kepada polisi, tersangka mengaku bakal mengirim paket masker ke kenalannya yang tinggal di New Zealand.“Rencananya, setelah maskerini sampai baru akan ditransferdananya sekitar Rp 60 juta,†ujar JA dalam wawancara terpisah.
AWASI
Terkait hal itu, Wakil PresidenMa’ruf Amin menyebut, pemerintah sudah melakukan pengawasan yang ketat terkait masalah masker wajah. Untuk diketahui terjadi kenaikan harga hingga kelangkaan masker di pasaran virus Corona mewabah di dunia.“Saya rasa ada pengawasan yang ketat soal masalah masker ini,†ujar Ma’ruf di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, JakartaPusat, Rabu (4/3).Ma’ruf mengatakan, PresidenJoko Widodo (Jokowi) telah memberi perhatian terhadap hal ini. Ma’ruf yakin saat ini polisi telah bergerak mengawasiperedaran masker dengan harga tinggi.
“Saya kira Presiden dan Kepolisian sudah memerintahkan,jangan sampai ada penimbunan, penjualan yang berlebihan dan tak wajar. Dan sekarang Polri sudah melakukanpengawasan, bagi orang yang memanfaatkan, menimbun masker,†kata Ma’ruf.
Ma’ruf menyebut masyarakatyang tidak sakit tidak perlu menggunakan masker. Menurutnya,pernyataan atau usulan-usulan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan perlu diperhatikan dan diikuti.“Sebenarnya kalau yang sehat nggak perlu pakai masker. Sekarang ini kan pake masker semua. Jadi ada usulan-usulan dari Menkes yang perlu jadi perhatian,†kata Ma’ruf.
STOK AMAN
Menghadapi situasi seperti ini, PT Kimia Farma Tbk sebagai salah satu BUMN Farmasi terus berupaya membantu pemerintahdalam mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19.Antara lain, dengan melakukansosialisasi kepada masyarakat
dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
“Insya Allah alat-alat kesehatanaman. BUMN Farmasi siap menghadapi Corona. Tidak perlu cemas dan panik. Kecemasan
dan panik berlebihan tidak menjawab persoalan. Pemerintah serius melindungimasyarakat,†ujar Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (4/3).“Seluruh apoteker dan dokteryang ada di 1.300 apotek, 600 klinik dan laboratorium llinik yang tersebar di seluruh Indonesia, secara pro aktif terus melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada seluruh pelanggan dan masyarakatdalam upaya pencegahanpenyebaran Covid-19 dan memasang banner tentang upaya pencegahan penyebaranCovid-19 ini,†ujar Verdi Budidarmo, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk.Verdi juga mengingatkan masyarakat, agar senantiasa pentingnya menjaga kesehatan dengan membiasakan diri untukpola hidup sehat dengan melakukan olah raga secara rutin dan teratur.
Selain itu, juga mengkonsumsimakanan yang bergizi lengkap, menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, mengkonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta beristirahat yang cukup.
“Sesuai arahan Kementerian Kesehatan perihal informasi dan pemberitaan tentang Corona Virus(Covid-19) seluruhnya melalui
Kementerian Kesehatan , pemerintah sudah memiliki data perihal stok obat seluruh industrifarmasi dan alat kesehatan di Indonesia. Percayalah, kita bisa melewati ini semua dengan bersatu, karena persatuan selalu
menguatkan kita,†pungkas Verdi. (detikcom/RM/d)