Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 02 Mei 2026

Bahan Bakar Truk Pengangkut Logistik Bisa Pakai Gas

Redaksi - Sabtu, 07 Maret 2020 14:48 WIB
305 view
Bahan Bakar Truk Pengangkut Logistik Bisa Pakai  Gas
SIB/Dok
Direktur Strategi dan Pengembangan PGN Syahrial Mukhtar berfoto bersama Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Gemilang Tarigan usai menandatangani keduanya mengenai penggunaan bahan bakar di Jakarta, Jumat (6/3). &l
Jakarta (SIB)
Memerluas pemanfaatan gas bumi di sektor transportasi dalam bentuk Liquified Natural Gas (LNG) dan sebagai upaya mendukung untuk menekan defisit neraca migas, mengurangi impor BBM, serta upaya menyukseskan program pemerintah terkait penggunaan energi ramah lingkungan. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kerjasama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dengan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengenai implementasi penggunaan bahan bakar LNG untuk truk logistik.

Nota kesepahaman itu ditandatangani Direktur Strategi dan Pengembangan PGN, Syahrial Mukhtar dan Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (6/03). Hal ini merupakan bagian dari rangkaian acara Gaikindo Commercial Vehicle Expo 2020. Untuk melaksanakan kerja sama ini, PGN menunjuk anak usahanya yaitu PT Gagas Energi Indonesia.

Syahrial mengatakan, salah satu sektor yang berpotensi menggunakan LNG adalah sektor transportasi, khususnya kendaraan logistik atau komersial. Kerja sama ini dapat memberikan benefit yang optimal untuk para anggota Aptrindo.

Sejalan dengan program pemerintah dalam membangun infrastruktur Trans Sumatera dan Trans Jawa, katanya, mengingat truk logistik mempunyai kontribusi yang besar sebagai armada untuk mengangkut hasil produksi, baik hasil pertanian, perkebunan maupun industri yang akan diubah menjadi suatu produk yang bisa dipasarkan di dalam negeri maupun luar negeri.

”Efisiensi energi bagi sektor logistik menjadi upaya nyata PGN membantu sektor industri dalam efisiensi operasional logistiknya,” ungkapnya sambil menyebutkan,pelaksanaan kerja sama ini akan terlebih dahulu menggunakan skema pilot project dengan investasi sebesar ± 1 juta dolar AS.

Disebutnya, penggunaan LNG sebagai bahan bakar mampu menghasilkan pembakaran yang lebih kompetitif, bersih dan ramah lingkungan. Dari segi mesin, performa mesin tidak jauh berbeda tetapi efek suara mesin menjadi lebih tidak bising daripada mesin diesel. Keamanan bahan bakar juga lebih terjamin, karena saat bocor akan langsung menguap dengan cepat dan tidak tumpah seperti diesel fueld.

Dari segi daya jelajah untuk per 1 liter bahan bakar, tangki bahan bakar LNG memiliki volume yang lebih besar dengan kapasitas standar tangki yang bervariasi hingga mencapai 450 liter untuk menempuh 1.000 Km.

“Guna mendukung inisiatif ini, PT Gagas siap untuk membangun LNG Refuelling Station yang rencananya akan dibangun di sejumlah titik sepanjang jalur logistik di Pulau Jawa,” imbuhnya.

Sementara itu Muhammad Hardiansyah, Direktur Utama PT Gagas menyebutkan, konversi truk logistik ini menjadi key driver dalam pemanfaatan small scale LNG. Di Pulau Jawa terdapat potensi konversi truk kargo maupun logistik berbahan LNG sekitar 3.2 juta kendaraan truk yang memerlukan infrastruktur dalam penyaluran bahan bakar LNG.

Di kesempatan ini, Ketua Umum Aptrindo Gemilang Tarigan menyatakan, pihaknya telah melakukan kajian terkait penggunaan gas untuk alternatif bahan bakar transportasi truk. Hal ini salah satu solusi dari permasalahan dalam penggunaan bahan bakar truk logistik saat ini. Gas juga dipandang lebih efsien dan lebih bersih dari bahan bakar lainnya.

Sebagai gambaran, di Tanjungpriok katanya terdapat 20.000 unit truk yang beroperasi dengan radius operasi sekitar 100 km dan estimasi penggunaan bahan bakarnya sekitar 2.000 KL/ hari. “Dari analisis kami, terdapat peningkatan populasi kendaraan logistik dari tahun ke tahun,” kata Gumilang Tarigan yang berharap LNG dapat digunakan oleh truk-truk milik para anggotanya.

Dia mengungkapkan, pertumbuhan jumlah truk , dapat meningkatkan kebutuhan impor BBM dan subsidi energi. PGN memberikan solusi dengan konversi bahan bakar menggunakan LNG. Jika konversi bisa dilakukan untuk 10.000 truk per tahun, maka dapat menyerap pasokan LNG domestik sebesar 18.5 BBTUD.

Penggunaan LNG sebagai bahan bakar alternatif untuk truk juga sudah diaplikasikan secara masif di Eropa, Amerika dan China. Manufaktur truk yang telah memproduksi teknologi ini juga cukup banyak seperti Scania, Volvo, Iveco, Isuzu, FAM, dan Shacman. (M2/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru