Jakarta (SIB)
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia kembali meminta para penyintas Covid-19 bersedia mendonorkan plasma konvalesen.
Pasien yang berjuang untuk sembuh membutuhkan donor itu. Para calon pendonor bisa mendaftarkan diri melalui situs plasmakonvalesen.covid19.go.id, aplikasi Ayo Donor PMI, dan dapat menghubungi call center di nomor 117 ekstensi 5.
“Sebagai penyintas, mendonorkan plasma konvalesen merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah sembuh dan juga membantu penderita lainnya agar pulih,†tutur Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam siaran pers peluncuran situs pendaftaran pendonor konvalesen di Jakarta, Senin (8/2).
Menurut Doni, kebutuhan plasma konvalesen yang semakin meningkat, sehingga dibutuhkan penyiapan stok kebutuhan plasma konvalesen melalui para donor. Hal ini seiring dari terus bertambahnya kasus aktif Covid-19 yang hingga Kamis, 7 Februari 2021 mencapai 176.291 kasus.
“Sebagian besar pasien memang cukup melakukan isolasi mandiri, tetapi ada sebagian lain memerlukan perawatan intensif. Terapi plasma ini menjanjikan kesembuhan yang tinggi, saat ini sulit mencari pendonor dari para penyintas Covid-19. Selamatkan sesama, selamatkan bangsa†tutur Doni.
Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla menyatakan siap untuk melayani para pendonor plasma di berbagai daerah. PMI saat ini menyiapkan 31 Unit Donor Darah (UDD) dan mempunyai peralatan untuk mengelola plasma ini yang tersebar di seluruh Indonesia.
Gerakan ini diharapkan dapat mendorong para penyintas Covid-19 yang memenuhi persayaratan untuk siap sedia secara sukarela menjadi pendonor plasma konvalesen, untuk bersama mengakhiri pandemi Covid-19.
Selamatkan 2 Nyawa Manusia
Terpisah, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menggelar program plasma BUMN secara serentak di 15 provinsi di Indonesia. Saat ini, tercatat 1.048 jumlah pendaftar donor plasma konvalesen yang berasal dari 66 perseroan negara di 33 provinsi di Indonesia.
Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan, 400 CC darah yang disumbangkan para penyintas Covid-19 akan mampu menyelamatkan dua nyawa manusia dan menekan jumlah kematian akibat Covid-19. "Insya Allah kerja sama yang dilakukan BUMN dengan PMI bisa terus bergulir karena seperti yang tadi disampaikan Pak Jusuf Kalla, 400 CC (darah) itu bisa selamatkan dua nyawa manusia dan sangat penting untuk terus menekan jumlah kematian akibat covid-19," ujar Erick di Jakarta, Senin (8/2).
Pemerintah mencatat, angka kematian akibat penyebaran Covid-19 di Tanah Air masih tinggi dan mengkhawatirkan. Dari data dia Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN), angka kematian lansia karena Covid-19 mencapai 47,3 persen.
Per Minggu kemarin, jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 terus bertambah. Ada penambahan 163 pasien Covid-19 yang tutup usia pada periode 6-7 Februari 2021. Karena itu, Erick berharap program donor plasma BUMN mampu membantu pemerintah dalam menekan angka kematian tersebut.
Pemerintah sendiri telah melakukan beberapa inisiasi, termasuk program vaksinasi yang sudah mulai berjalan untuk para tenaga kesehatan (nakes). "Dan memang ini sangat penting bagaimana kita harus menekan daripada jumlah kematian yang ada di Indonesia. Kalau kita lihat sendiri angka kematian masih tinggi karena itu beberapa inisiasi terus dilakukan pemerintah salah satunya adalah vaksinasi yang sekarang sudah mulai berjalan untuk tenaga kesehatan," katanya.
Program plasma BUMN sendiri merupakan wujud dukungan Kementerian BUMN terhadap gerakan nasional donor plasma konvalesen yang dicetuskan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.
Transfusi plasma konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien Covid-19. Program tersebut diinisiasi oleh Kementerian BUMN, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan dilaksanakan oleh Satgas BUMN di masing-masing provinsi di Indonesia.
Erick akan mengarahkan sumber daya yang dimiliki perusahaan pelat merah untuk memfasilitasi pelaksanaan program tersebut. Program ini juga sekaligus mendorong karyawan dan keluarga BUMN yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 untuk membantu pasien Covid-19 lainnya.
Bersabar
Terpisah, Pemerintah meminta masyarakat bersabar menunggu giliran vaksinasi Covid-19. Pemerintah mengingatkan masyarakat yang melanggar untuk mendapatkan prioritas vaksinasi bakal disanksi.
"Bagi kelompok masyarakat lainnya kami mohon agar bersabar untuk menunggu giliran untuk divaksinasi saat ini kita fokus kepada tenaga kesehatan, yang dilanjutkan petugas pelayan publik karena pelayanan mereka sangat kita butuhkan dan kita ingin mereka dalam kondisi sehat dan prima serta terlindungi risiko fatal Covid-19," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro, dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (8/2).
"Jangan sampai melakukan perbuatan melanggar hukum untuk mendapatkan prioritas vaksinasi yang tidak sesuai dengan haknya, sanksi hukumnya tentu akan ada," sambung Reisa.
Reisa menjelaskan pemerintah akan memastikan semua warga divaksinasi. Reisa mengatakan ini hanya tinggal menunggu waktu.
"Tenang pemerintah akan menyiapkan lebih dari 400 juta dosis untuk menjamin semua warga negara dapat divaksin dan menerima hak mereka, ini hanya tinggal menunggu waktu, giliran," ujar dia.
Reisa juga mengingatkan mengenai pentingnya protokol kesehatan dalam memutus penularan Covid-19. Dia menjelaskan program vaksinasi harus dibarengi dengan disiplin protokol kesehatan.
"Pandemi tidak berhenti hanya karena satu saja bukan karena vaksin saja dibutuhkan disiplin dalam memakai masker menjaga jarak, mencuci tangan dengan baik dan benar. Ini yang akan memutus penularan. Hindarilah kerumunan, tetap di rumah saja dan ikuti protokol kesehatan kapan pun dan dimana pun," imbuh dia. (iNews.id/detikcom/f)
Sumber
: Hariansib edisi cetak