Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026

Pemerintah Diminta Beri Beasiswa ke Anak Yatim-Piatu karena Covid-19

Redaksi - Jumat, 13 Agustus 2021 10:22 WIB
311 view
Pemerintah Diminta Beri Beasiswa ke Anak Yatim-Piatu karena Covid-19
Foto: dok. Golkar
Ketua DPD Golkar Jawa Timur sekaligus Anggota DPR RI, M. Sarmuji, meminta pemerintah memberikan beasiswa bagi anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.
Jakarta (SIB)
Ketua DPD Golkar Jawa Timur sekaligus Anggota DPR RI, M. Sarmuji, meminta pemerintah memberikan beasiswa bagi anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Sarmuji mengatakan pendidikan adalah fase untuk menambahkan kecakapan dalam perkembangan kehidupan manusia. Adapun pendidikan merupakan sarana yang sangat penting bagi mobilitas vertikal masyarakat.

"Kehilangan kesempatan belajar berarti kehilangan kesempatan dalam mobilitas vertikal, kehilangan kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup. Bagi anak yang kehilangan orang tuanya, malah bisa mengalami penurunan taraf hidup di masa depan jika pendidikannya tidak terperhatikan," ungkap Sarmuji dalam keterangan tertulis, Senin (9/8).

Samuji menilai, kondisi ekonomi yang masih belum pulih seutuhnya, ditambah dengan kehilangan orang tua, menjadi ancaman tersendiri bagi para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan.

"Jika pemerintah memberikan beasiswa bagi anak-anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19, maka mereka masih bisa mengakses pendidikan walaupun kondisi ekonomi masih belum stabil sepenuhnya," ungkap Ketua Ikatan Alumni Universitas Jember ini.

Ia menegaskan, selain berfokus pada penyiapan pembangunan infrastruktur dan teknologi pengajaran di masa pandemi, pemerintah harus memikirkan bagaimana nasib anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

Sarmuji menambahkan bahwa ancaman dari ketiadaan akses pendidikan bagi anak usia sekolah akan menimbulkan permasalahan sosial di kemudian hari, seperti pekerja usia dini dan pernikahan di bawah umur.

"Untuk itu pemberian beasiswa ini bukan saja untuk menjaga akses pendidikan bagi anak tetapi menyelamatkan satu generasi di masa mendatang," tegasnya. (detikcom/d)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru