Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 29 September 2026

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Sejumlah Lokasi Kota Medan

Redaksi - Jumat, 17 Desember 2021 09:19 WIB
916 view
Warga Keluhkan Jalan Rusak di Sejumlah Lokasi Kota Medan
(Datuk Haris/detikcom)
Kondisi Jalan Kapiten Purba, salah satu jalan rusak di Kota Medan.
Medan (SIB)
Warga Kota Medan dari kalangan pekerja swasta dan ASN mengeluhkan kondisi jalan raya dalam kota yang tampak rusak dengan berbagai tingkat kerusakan, mulai dari kondisi jalan raya yang retak dengan bebatuan berserak, badan jalan yang bolong-bolong dan tergenang air, hingga badan jalan yang tergerus akibat rembesan air yang naik dari selokan sekitar.

Pekerja swasta Herry ATP Tambunan SE selaku warga Perumnas Mandala Medan, menyebutkan kondisi jalan rusak dari dan ke kawasan pemukiman itu sudah tampak mulai dari Simpang Mandala By Pass hingga ke Jalan Garuda ujung, terutama di sepanjang lapak dagangan yang justru ramai lintasan kendaraan dan orang-orang sekitar.

"Saya tiap hari lewat jalan ini pulang-pergi kerja. Kerusakannya memang tidak merata pada seluruh badan jalan, tapi ya tetap mengganggu kenyamanan berlintas, apalagi kalau hujan dan malam hari. Malah, di dekat rumah saya di Jalan Garuda Ujung ada beberapa lobang atau bolongan di badan jalan itu," katanya kepada SIB melalui hubungan seluler, Kamis (16/12).

Hanya saja, ujar Herry yang bekerja di perusahaan kargo itu, dia tidak tahu persis apakah jalan dari dan ke tempat mukimnya itu merupakan jalan kota atau jalan provinsi. Dia hanya berharap pihak pemerintah segera memperbaiki jalan raya tersebut sebelum kerusakannya makin parah, terlebih di saat musim hujan akhir tahun.

Hal senada juga diakui Drs Sarjani Tarigan MSp, penduduk Perumnas Simalingkar yang baru pensiun dari ASN di Kabupaten Karo, bahwa jalan raya di kawasan pemukiman Simalingkar juga perlu perhatian Pemko Medan karena banyak yang rusak pada sejumlah lokasi titik lintasan.

"Kalau dibandingkan jalan kota pada sejumlah lokasi lain dalam Kota Medan, jalan raya yang di Simalingkar ini, ya tidak begitu bagus. Banyak yang rusak dengan kondisi lobang-lobang, terutama mulai dari simpang dan ini (rusaknya) sudah lama," katanya prihatin.

Sarjani Tarigan yakin jalan raya dari dan ke Simalingkar itu merupakan jalan kota karena hanya ruang lingkup atau hubungan lintas kecamatan. Namun, Sarjani dan warga berharap agar jalan raya di jurusan Simalingkar segera diperhatikan untuk diperbaiki secepatnya.

Di lain pihak, beberapa warga desa Sukadono-Tanjunggusta yang sehari-hari melintasi Helvetia atau Zipur, menyebutkan sejumlah titik pada jalan raya sekitar juga rusak seperti ruas Jjalan Veteran ke arah Jalan Marelan, jalan Baru di Kecamatan Medan Hevetia yang sering tergenang, bahkan di beberapa titik Jalan Kapten Muslim yang perbaikannya dinilai tidak merata.

"Selain rusak, jalan di sekitar Helvetia hingga Gaperta dan Sumarsono dari arah Simpang Zipur, juga sudah semakin macat. Badan jalan terasa kian menyempit dengan banyaknya lapak dagangan di sepanjang Kapten Muslim, Kapten Bom (arah Gaperta) dan arah ke Simpang Sumarsono," ujar seorang ASN yang tak ingin disebutkan identitasnya.

Harapan agar jalan raya setempat segera diperbaiki, dicetuskannya terkait kelonggaran PPKM yang mulai mewajibkan setiap hari masuk kantor sehingga butuh kenyamanan perjalanan sehari-hari, setelahdua tahun ini lebih banyak bekerja dari rumah (WFH) selama pandemi.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumut Ir Bambang Pardede, menegaskan seluruh jalan rusak yang merupakan jalan provinsi, baik yang ada di sekitar Kota Medan atau daerah lainnya, akan diperbaiki berdasarkan program prioritas.

"Hal yang pasti, perbaikan jalan-jalan rusak tingkat provinsi, efektif akan berlangsung mulai awal 2022, misalnya tiga ruas jalan provinsi yang di Kabupaten Samosir dan daerah lainnya. Kalau untuk dalam atau sekitar Medan, kita cek dulu ruas mana atau apa ada jalan provinsi yang rusak," katanya kepada SIB dan mengaku belum bisa memaparkan hal rinci karena sedang di Jakarta.

Selama ini, data pada BPS Sumut per 23 April 2021, dari total 37,55 kilometer jalan provinsi yang rusak, ada 21,05 kilometer jalan yang terbilang rusak berat pada sejumlah ruas dalam kota, 15,1 kilometer rusak sedang, dan hanya 1,4 kilometer yang rusaknya tingkat ringan.

Ada tujuh ruas jalan provinsi di Kota Medan yang merupakan akses lintas kabupaten-kota, yaitu Jalan Setiabudi, Jalan Ngumban Surbakti, Jalan Pahlawan KIM--Kawasan Industri Medan, Jalan Flamboyan-Pasar Melati, Jalan Besar Marelan, Jalan Pancing atau Willem Iskandar dan Jalan Pinang Baris. (A5/d)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru