Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 23 September 2026

Latihan Militer China Bisa Bikin Kacau Rute Ratusan Kapal Kontainer

Pejabat Tinggi Rudal Taiwan Ditemukan Tewas di Hotel
Redaksi - Minggu, 07 Agustus 2022 09:09 WIB
572 view
Latihan Militer China Bisa Bikin Kacau Rute Ratusan Kapal Kontainer
(Lai Qiaoquan/Xinhua via AP)
China Unjuk Kekuatan Usai Taiwan Disambangi Pelosi 
Jakarta (SIB)
Latihan militer China di sekitar wilayah Taiwan terancam mengganggu lalu lintas perdagangan dan perjalanan komersial Asia Timur.

Aktivitas tersebut memaksa kapal-kapal mengalihkan rute dari wilayah perairan Taiwan yang menjadi salah satu jalur air tersibuk di dunia.

Konsultan pelayaran VesselsValue mengatakan saat ini terdapat 256 kapal kontainer dan kapal lain di perairan teritorial Taiwan.

Tidak hanya itu, 60 kapal lainnya juga diperkirakan bakal tiba di wilayah tersebut ketika latihan militer digelar.

"Ada potensi gangguan substansial terhadap perdagangan di kawasan itu," kata Peter Williams, analis arus perdagangan VesselsValue, seperti dilansir dari CNN, Sabtu (6/8).

Di sisi lain, pengamat juga melihat penutupan rute perdagangan di sekitar Taiwan menimbulkan kekhawatiran di masa mendatang.

Nick Marro, analis utama perdagangan global di Economist Intelligence Unit menilai tindakan saat ini berpotensi kembali dilakukan oleh China.

Penutupan rute tersebut juga dianggap tidak hanya mengancam aktivitas perdagangan, tetapi juga risiko keamanan dan pertahanan negara.[br]



"Kekhawatiran ini tidak hanya berlaku untuk pola perdagangan, perjalanan, dan ekonomi di masa depan, tetapi juga berpotensi kepada skenario pertahanan dan keamanan," tutur Marro.

Seperti diketahui, China menggelar latihan militer yang melibatkan angkatan laut, angkatan udara, hingga kekuatan militer lainnya di laut dan wilayah udara sekitar Taiwan.

Latihan tersebut digelar sebagai respons atas kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan.

Kementerian Pertahanan China pada Selasa (2/8) merilis peta enam zona di sekitar pulau yang bakal dijadikan area latihan militer hingga Minggu (7/8).

Akibatnya, kapal dan pesawat yang berencana melintas wilayah tersebut diperingatkan untuk menjauhi area selama latihan berlangsung.

Taiwan menuding latihan militer itu sama seperti blokade laut dan udara dan telah melanggar perairan teritorial Taiwan dan zona sekitarnya.

Sementara itu, Selat Taiwan yang memisahkan pulau Taiwan dan Benua Asia merupakan rute perdagangan utama untuk kapal yang membawa barang antara negara-negara di timur laut Asia, seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara lainnya.

Ditemukan Tewas
Sementara itu, seorang pejabat tinggi yang terlibat dalam produksi rudal Taiwan ditemukan meninggal di satu hotel pada hari Sabtu (6/8) waktu setempat.

Ini terjadi di tengah memanasnya hubungan Taiwan dengan China yang melakukan latihan militer besar-besaran di sekitar pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (6/8), institut milik militer Taiwan tempat pria itu bekerja mengatakan bahwa pejabat tersebut meninggal karena masalah jantung.[br]



Pejabat tersebut, Ouyang Li-hsing adalah wakil presiden Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan. Media Taiwan, Central News Agency (CNA) melaporkan saat kejadian dia melakukan perjalanan ke selatan pulau itu untuk urusan bisnis.

Dalam pernyataan yang diposting di situs webnya, lembaga tersebut mengkonfirmasi Ouyang ditemukan tidak sadarkan diri di satu hotel di Hengchun, Kabupaten Pingtung pada Sabtu pagi waktu setempat.

Disebutkan bahwa hasil pemeriksaan forensik menemukan bahwa penyebab kematiannya karena masalah jantung. CNA melaporkan, Ouyang mulai menempati jabatannya awal tahun ini dan ditugaskan untuk mengawasi "produksi berbagai jenis rudal".

Kematiannya terjadi ketika Beijing melakukan latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan.

Menurut media pemerintah China, militer China menerbangkan beberapa rudal langsung di atas pulau utama Taiwan dalam latihan itu.

Bahkan pada Sabtu (6/8), militer Taiwan mengamati "beberapa" pesawat tempur dan kapal perang China yang beroperasi di Selat Taiwan.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (6/8), militer Taiwan meyakini bahwa pasukan China mensimulasikan serangan terhadap pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

"Beberapa kelompok pesawat dan kapal Komunis melakukan kegiatan di sekitar Selat Taiwan, beberapa di antaranya melintasi garis median," kata Kementerian Pertahanan Taiwan dalam pernyataan, merujuk pada garis demarkasi yang membentang di Selat Taiwan yang tidak diakui Beijing.

"Mereka dinilai melakukan simulasi serangan di pulau utama Taiwan," imbuh Kementerian Pertahanan Taiwan.

Partai Komunis China yang berkuasa melihat pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya dan berjanji suatu hari akan merebutnya, bahkan jika perlu dengan paksa. (CNNI/AFP/dtc/d)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru