Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Debat Perdana Cawapres Digelar 22 Desember di JCC Senayan

* Ganjar Usul Ruang Tanya Jawab Paslon Diperbanyak
Redaksi - Senin, 18 Desember 2023 09:52 WIB
371 view
Debat Perdana Cawapres Digelar 22 Desember di JCC Senayan
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta (SIB)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar debat pertama calon wakil presiden (cawapres) Pilpres 2024 pada Jumat (22/12).

Debat akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC). Hal itu telah diputuskan dalam rapat antara KPU dengan Transmedia sebagai media massa penyelenggara.

"Venue Debat pada tanggal 22 Desember 2023 dilaksanakan di JCC, Jakarta pada pukul 19.00 WIB," bunyi salah satu poin kesimpulan rapat yang dikonfirmasi Komisioner KPU August Mellaz, Minggu (17/12).

Tema debat pertama cawapres adalah ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN/APBD, infrastruktur, dan perkotaan.

KPU belum mau membeberkan lebih detail tentang debat pertama cawapres. Mellaz menyebut KPU akan memberi pembaruan informasi pada Senin (18/12).

Debat ini akan mempertemukan tiga cawapres, yaitu Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD. Para capres akan hadir, tetapi porsi bicara hanya untuk cawapres.

Sebelumnya, KPU telah menggelar debat pertama capres pada Selasa (12/12). Debat itu mempertemukan Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.

Tiga capres berdebat tentang isu pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik dan kerukunan warga.


Diperbanyak
Sementara itu, Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, mengaku tak masalah dengan konsep debat town hall atau tidak. Ganjar menilai yang menjadi masalah yakni kurangnya ruang tanya jawab saat debat.

"Kalau apa modelnya di mana pun saya ikut aja, model town hall oke, model panggung biasa oke," kata Ganjar di Pondok Pesantren Darussalam Timur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (17/12).

"Yang penting sebenarnya bukan tempatnya buat saya, debat gitu (saling tanya jawab)," sambungnya.

Menurut Ganjar, ruang tanya jawab saat debat seharusnya diperbanyak. Hal itu, kata dia, agar para calon juga dapat menyampaikan data-data dari program yang diusung, tak hanya pemikiran-pemikirannya saja.

"Debat itu sedikit boleh tanya jawab agak sedikit ramai, agar tidak bisa menyampaikan pikiran bisa different bisa menunjukkan data gitu ya dan itu bisa berulang-ulang," ucapnya.

Ganjar mengatakan ruang tanya jawab dalam debat yang diberikan oleh KPU dirasa masih kurang. Menurutnya, masih ada hal-hal mengganjal yang perlu untuk diklarifikasi lebih lanjut dalam tanya jawab.

"Kalau kemarin kan hanya dua kali ya, maka masih ada yang mengganjal kita mau klarifikasi upaya kita hanya butuh publik mengatakan pada sikap ini iya atau tidak," ujar Ganjar.

"Upaya saya bertanya soal IKN, Anda iya atau tidak? Biar publik tahu, kemudian dia bisa menilai kenapa iya dan kenapa tidak. Atau soal pengadilan HAM, umpaya iya atau tidak, sehingga publik akan nagih dari pesan-pesan itu," sambungnya.

Ganjar pun menyesalkan pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak terjawab. "Sayangnya kemarin tidak sampai kepada posisi untuk meyakinkan itu. Kalau tempat model apa aja bisa," imbuhnya. (CNNI/Detikcom)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru