Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 02 Mei 2026

Gempa M 5,9 Guncang China, 111 Orang Tewas

* Kesampingkan Ketegangan, Presiden Taiwan Tawarkan Bantuan kepada China
Redaksi - Rabu, 20 Desember 2023 09:20 WIB
409 view
Gempa M 5,9 Guncang China, 111 Orang Tewas
Foto: AP
CARI KORBAN: Personel regu penyelamat mencari korban di reruntuhan bangunan yang rubuh akibat gempa M 5,9 mengguncang wilayah Provinsi Qinghai, China, Senin (18/12) malam waktu setempat. 
Beijing (SIB)
Sedikitnya 111 orang dilaporkan tewas akibat gempa bumi di provinsi Gansu dan Qinghai di barat laut China, Senin (18/12) malam. Menurut laporan kantor berita pemerintah China, Xinhua, seperti diberitakan AFP, Selasa (19/12), kini petugas penyelamat sedang berlomba menggali puing-puing bangunan yang runtuh.

Gempa bumi tersebut memicu kerusakan cukup parah di Provinsi Gansu yang menjadi pusat gempa, dengan rumah-rumah warga dilaporkan ambruk. Seperti dilansir dari Reuters, Selasa (19/12), laporan media pemerintah China menyebut lebih dari 230 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.

Info dari stasiun televisi China CCTV, ada sebanyak 100 orang tewas dan puluhan lainnya terluka di Provinsi Gansu. Sementara, di kota Haidong, provinsi Qinghai, sedikitnya 11 orang tewas dan 100 lainnya luka-luka.

Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS mencatat gempa bumi itu mengguncang pada Senin (18/12) malam, sekira pukul 23.59 waktu setempat, dengan kekuatan sebesar Magnitudo 5,9. Kantor berita Xinhua, secara terpisah, menyebut gempa itu berkekuatan Magnitudo 6,2.

Data USGS menyebut gempa itu mengguncang area provinsi Gansu, yang terletak dekat perbatasan Qinghai di mana Haidong berada. Pusat gempa berada di lokasi berjarak 100 kilometer sebelah barat daya Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu.

Gempa itu, menurut laporan USGS, tergolong sebagai gempa yang dangkal, dengan pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dari permukaan Bumi. Gempa besar itu diikuti oleh sejumlah gempa susulan yang kekuatannya lebih kecil.

Laporan Xinhua menyebut gempa itu memicu kerusakan besar, termasuk ambruknya rumah-rumah warga setempat, dan membuat orang-orang panik berlarian ke jalanan untuk menyelamatkan diri. Sejumlah video yang diposting ke media sosial menunjukkan langit-langit rumah runtuh dan puing-puing berserakan.

Dilaporkan juga bahwa pasokan listrik dan air bersih terganggu di beberapa desa setempat usai gempa mengguncang. Upaya penyelamatan dan penyaluran bantuan sedang dilakukan oleh otoritas setempat pada Selasa (19/12) pagi. Presiden Xi Jinping telah menyerukan adanya "upaya sekuat tenaga" dalam upaya pencarian dan penyaluran bantuan.

Jumlah korban hilang usai gempa belum diketahui secara jelas. Gempa bumi bukan hal yang jarang terjadi di China. Pada Agustus lalu, gempa dangkal berkekuatan Magnitudo 5,4 mengguncang wilayah China bagian timur, hingga melukai 23 orang dan meruntuhkan puluhan bangunan. Pada September 2022, gempa berkekuatan Magnitudo 6,6 mengguncang provinsi Sichuan dan menewaskan nyaris 100 orang.


Taiwan Tawarkan Bantuan
Sementara itu, presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyampaikan belasungkawa kepada China. Dia juga menawarkan bantuan pemerintahnya setelah gempa bumi menewaskan lebih dari 100 orang di tepi utara dataran tinggi Qinghai-Tibet.

Ketegangan antara Taipei dan Beijing telah meningkat dalam empat tahun terakhir. China berusaha menegaskan klaim kedaulatannya atas Taiwan dengan tekanan politik dan militer.

Namun Tsai mengesampingkan hal tersebut melalui satu pernyataan di platform media sosial X. Dia menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada semua orang yang telah kehilangan kerabat yang mereka cintai. "Kami berdoa agar semua yang terkena dampak menerima bantuan yang mereka butuhkan, dan kami berharap untuk pemulihan yang cepat. Taiwan siap menawarkan bantuan dalam upaya tanggap bencana," kata Tsai, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (19/12).

Tsai telah menyampaikan belasungkawa kepada China sebelumnya atas bencana yang terjadi, termasuk tahun lalu setelah gempa bumi di provinsi Sichuan. Taiwan, yang sering mengalami gempa bumi, mengirim tim penyelamat ke China pada tahun 2008 setelah gempa bumi besar melanda provinsi yang sama di Sichuan, menewaskan hampir 70.000 orang dan menyebabkan kerusakan parah. (Reuters/AFP/detiknews/kompas.com/c)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru