Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Joe Biden Mundur Gara-gara Hasil Analisis Data Polling

Wilfred Manullang - Senin, 22 Juli 2024 13:13 WIB
284 view
Joe Biden Mundur Gara-gara Hasil Analisis Data Polling
Foto: Getty Images via AFP/Kevin Dietsch
Joe Biden
Washington (harianSIB.com)
Mundurnya capres AS Joe Biden mengejutkan banyak pihak. Banyak orang bertanya-tanya alasan mundurnya Biden.

Menurut dua sumber yang dekat situasi tersebut, keputusan ini diambil setelah 48 jam yang penuh pertimbangan dan analisis data polling yang menunjukkan jalannya menuju kemenangan makin menyempit.

Hanya sehari sebelumnya, Biden masih menyatakan kepada banyak pembantunya bahwa dia akan terus berkampanye untuk mengalahkan rival dari Partai Republik, Donald Trump, pada November mendatang.

"Pesannya adalah lanjutkan semuanya dengan kecepatan penuh," kata salah satu sumber, dilansir Reuters dan dikutip CNBC Indonesia, Senin (22/7/2024).

Namun, setelah mencerna data polling pada Sabtu malam, Biden berubah pikiran. Dia mengumpulkan tim senior Gedung Putih dan kampanye untuk melakukan panggilan singkat sebelum pukul 1:45 siang pada Minggu (21/7) waktu setempat dan beberapa saat kemudian membuat pengumuman publik melalui surat kepada seluruh rakyat Amerika.

Salah satu sumber mengatakan bahwa para pembantu senior menunjukkan kepada Biden hasil polling internal yang mengejutkan. Hasil polling menunjukkan bahwa dia tidak hanya tertinggal di enam negara bagian kunci yang dapat memutuskan pemilihan tetapi juga mengalami penurunan dukungan di tempat-tempat seperti Virginia dan Minnesota, di mana Demokrat sebelumnya tidak berencana untuk menghabiskan sumber daya besar.

Biden, yang sedang isolasi di rumahnya di Rehoboth Beach, Delaware, sejak dinyatakan positif Covid-19, menghabiskan sebagian besar akhir pekan dengan merenungkan tekanan dari dalam partai untuk memaksanya keluar dari pencalonan. Bersamanya ada pembantu senior lama Annie Tomasini, Steve Ricchetti, dan Mike Donilon serta pembantu utama ibu negara Jill Biden, Anthony Bernal.



Setelah mengambil keputusan, Biden membagikannya melalui panggilan telepon dengan membacakan surat pengunduran dirinya.

"Dia membaca surat itu kepada kami dan ingin kami memahami pemikirannya. Dia mengatakan bahwa dia telah bergumul dengan keputusan ini selama 48 jam terakhir," kata salah seorang pejabat.

Segera setelah panggilan itu, Kepala Staf Gedung Putih Jeff Zients mengumpulkan staf senior Gedung Putih untuk memberi tahu mereka tentang keputusan tersebut. "Ini benar-benar dijaga ketat," kata pejabat itu. "Ini menjadi kejutan bagi sebagian besar staf Gedung Putih."

Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris telah berbicara beberapa kali selama hari Minggu, kata seorang yang akrab dengan percakapan mereka.

Keputusan ini diambil setelah debat yang dianggap bencana bagi Biden dengan Trump, yang memunculkan pertanyaan tentang kecakapan mental presiden Demokrat yang berusia 81 tahun itu.

Setelah debat tersebut, Biden mulai kehilangan dukungan di negara-negara bagian penting, dan kampanyenya mengejar jalur yang sangat tipis untuk terpilih kembali.

Ada banyak tanda bahwa Biden telah memikirkan untuk mundur selama beberapa hari, dengan sumber-sumber mengatakan bahwa presiden petahana dari Partai Demokrat tersebut telah melakukan introspeksi. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru