Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

PM Israel Netanyahu Umumkan Perang Lawan Hizbullah

Wilfred Manullang - Selasa, 24 September 2024 15:00 WIB
257 view
PM Israel Netanyahu Umumkan Perang Lawan Hizbullah
(AFP/GIL COHEN-MAGEN)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berpidato di upacara Hari Peringatan bagi korban dan tentara Israel yang gugur di permakaman militer Gunung Herzl di Yerusalem, 13 Mei 2024. Ilustrasi
Tel Aviv (harianSIB.com)

Israel menyatakan perang terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Lewat video singkat, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, serangan negaranya tidak menyasar rakyat Lebanon. Target utama mereka adalah Hizbullah, kelompok politik berpengaruh di Lebanon.

"Perang Israel tidak dengan kalian, itu dengan Hizbullah. Sejak lama Hizbullah menggunakan kalian sebagai perisai manusia," klaim Netanyahu seperti dikutip dari Reuters yang dilansir dari kumparan.com, Selasa (24/9/2024).

Meski mengatakan tidak menyasar warga sipil, data Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan fakta bertolak belakang.

Serangan udara Israel ke Lebanon pada Senin (23/9) menewaskan 492 orang. Sebanyak 35 di antaranya adalah anak-anak dan 58 wanita. Selain korban jiwa, 1.645 orang di Lebanon menderita luka-luka.

Seorang sumber yang dekat dengan Hizbullah menyatakan serangan Israel tersebut menargetkan salah satu komandan top Hizbullah yang bernama Ali Karaki.

Itu menjadi serangan ketiga Israel yang menargetkan petinggi Hizbullah di benteng pertahanan kelompok tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Pada Jumat (20/9) lalu, Tel Aviv menewaskan seorang komandan senior Hizbullah bernama Ibrahim Aqil, yang memimpin unit elite Radwan, dalam serangan udara yang menghantam gedung di pinggiran selatan Beirut.

Serangan udara lainnya pada akhir Juli lalu menewaskan seorang komandan senior Hizbullah lainnya bernama Fuad Shukr. Aqil dan Shukr sama-sama merupakan anggota badan militer tertinggi Hizbullah, Dewan Jihad.

Kondisi Lebanon yang di ambang perang besar kini menjadi perhatian dunia. Amerika Serikat (AS) menyatakan, fokus mereka untuk meredakan ketegangan serta mencegah serangan balasan.

Sedangkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, Israel telah menyeret Timur Tengah ke perang besar.
"Yang diinginkan Israel adalah menciptakan perang besar," ucap Presiden Iran.

Hizbullah didirikan tahun 80-an sebagai reaksi atas pencaplokan wilayah Lebanon oleh Israel. Pada perang Gaza yang meletus pada 7 Oktober 2023, Hizbullah mendukung perjuangan Hamas untuk melawan Israel yang menduduki Palestina. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru