Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 24 Agustus 2026

Massa Kelompok Cipayung Plus Bentrok Dengan Aparat di Depan Gedung DPRD SU

Pengunjuk Rasa Kucar-kacir dan Dikejar-kejar Hingga ke Lapangan Benteng Oleh Patroli Polisi
Firdaus Peranginangin - Rabu, 27 Agustus 2025 17:13 WIB
336 view
Massa Kelompok Cipayung Plus Bentrok Dengan Aparat di Depan Gedung DPRD SU
Foto harianSIB.com/Firdaus Peranginangin
Bentrok: Ratusan massa Kelompok Cipayung Plus yang terdiri dari berbagai kelompok mahasiswa (Kammi, GMKI, IMM, HMI, GMNI dan lainnya) bentrok dengan aparat kepolisian di depan gedung DPRD Sumut, Rabu (27/8/2025).
Medan(harianSIB.com)

Ratusan massa Kelompok Cipayung Plus yang terdiri dari berbagai kelompok mahasiswa (Kammi, GMKI, IMM, HMI, GMNI dan lainnya) bentrok dengan aparat kepolisian di depan gedung DPRD Sumut, Rabu (27/8/2025). Massa kocar-kacir dikejar-kejar aparat hingga berhamburan ke Lapangan Benteng serta ke kawasan kantor Wali Kota Medan.

Awal terjadinya bentrokan ini setelah mahasiswa berulang kali mau menerobos masuk ke gedung dewan untuk menggelar sidang rakyat dalam agenda membubarkan DPR RI yang kinerjanya hanya menghabis-hsbiskan uang rakyat, tanpa ada manfaatnya bagi rakyat.

Tapi keinginan massa pengunjuk rasa masuk ke gedung dewan, dihadang aparat kepolisian yang sudah siap berjaga-jaga sejak pagi di gedung wakil rakyat tersebut dan terjadi insiden dorong-dorongan disertai teriakan-teriakan dari mahasiswa, masuk..masuk..masuk.

"Kami hanya ingin masuk ke dalam gedung dewan menggelar sidang rakyat, untuk membubarkan DPR. Jangan halangi kami dan jangan mau dibenturkan Polisi dengan rakyat. Polisi itu pengayom masyarakat," teriak mahasiswa dan kembali terjadi aksi dorong-dorongan.

Dalam aksi dorong-dorongan tersebut, aparat kepolisian yang melakukan pagar betis satu baris di depan gerbang utama gedung dewan, didorong mahasiswa , sehingga kembali tersudut dan terjepit di kerumunan mahasiswa dengan pintu pagar besi.


Situasi semakim memanas, disertai lemparan minuman botol ke arah aparat dan didorong pengunjuk rasa, sehingga terjadi kericuhan, yang membuat pimpinan aksi dari mobil komando berulang kali menenangkan massanya, agar jangan sampai terjadi aksi anarkis.

"Kawan-kawan para mahasiswa, kami minta untuk tenang, kita datang bukan untuk anarkis tapi hanya menuntut pembubaran DPR RI. Mari kita tunjukkan, bahwa mahasiswa merupakan kaum intelektual," ujar pimpinan aksi berulang kali dari mobil komando, tapi massa semakin panas dan terjadi lagi aksi dorong-dorongan dengan aparat.

Namun berkat kesiapan para pimpinan aksi dari berbagai kelompok mahasiswa dan aparat kepolisian yang berulang kali meminta para pengunjuk rasa kembali tenang, akhirnya bisa dikendalikan dan situasi kembali tenang.

Bahkan saat mahasiswa melakukan aksi bakar ban, aparat kepolisian tidak melarangnya, sehingga asap mengepul dan para mahasiswa bergandengan tangan melingkari api yang sedang membara, sebagai bukti kekompakan mahasiswa melakukan aksi membela hak-hak rakyat.

Mahasiswa juga sempat melakukan protes aparat kepolisian yang melihat ratusan personel dari berbagai kesatuan sudah siap siaga di halaman gedung dewan dengan peralatan lengkap, seperti tameng, pentungan, helm dan rompi. Ini menandakan, bahwa rakyat telah dibenturkan dengan aparat.

Tapi tiba-tiba terjadi "hujan" lemparan tomat ke arah aparat dan saat itu juga pasukan penindakan huru-hara keluar dari halaman gedung dewan dan memukul mundur massa, sehingga ratusan massa lari tunggang-langgang dan Kucar-kacir menyelamatkan diri.

Sebagian besar ada yang melompat pagar ke lapangan benteng dan sebagian ada yang lari ke arah kantor Wali Kota Medan dan ke arah Jalan Imam Bonjol. Tapi saat bersamaan tim Patroli Polisi yang menggunakan sepeda motor terus mengejar massa.


Pimpinan aksi yang tadinya berorasi di mobil pick up melalui pengeras suara tidak luput dari pentungan aparat, sehingga mereka berteriak-teriak agar sopir melarikan kendaraan dan seketika mobil tancap gas meninggalkan gedung dewan.

Saat bersamaan, mobil "Water Canon" Polisi yang sudah siap-siap menyiram pengunjuk rasa dengan air keluar dari gedung dewan. Tapi saat ini massa sudah lari tunggang-langgang meninggalkan gedung dewan. Aparat kepolisian pun menyisir lokasi dan berhasil mengamankan sekira 6 orang pengunjuk rasa.

Hingga berita ini dikirim ke redaksi, situasi keamanan di gedung dewan sudah aman dan terkendali, tapi ratusan aparat kepolisian dari berbagai satuan, baik Brimob maupun Sabara dari Polda Sumut masih tetap bersiaga di gedung dewan.(*).

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru