Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Februari 2026

Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Sulut, Warga Panik Berhamburan ke Luar Rumah

Redaksi - Sabtu, 11 Oktober 2025 11:05 WIB
779 view
Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Sulut, Warga Panik Berhamburan ke Luar Rumah
Foto: Dok/BMKG
Gempa M 7,6 guncang Sulawesi Utara dan status peringatan tsunami.

Sulawesi Utara(harianSIB.com)

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya gelombang tsunami akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 di Laut Filipina yang telah mencapai sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan data dari aplikasi BMKG hingga pukul 12.56 WIB, Jumat (10/10/2025), terdapat delapan daerah di Sulawesi Utara hingga Maluku Utara yang terdampak.

Ketinggian gelombang tsunami di delapan daerah tersebut tercatat tidak melebihi satu meter.

"Berdasarkan pengamatan muka air laut, tsunami telah terdeteksi di lokasi Beo, Biak, Essang, Ganalo, Halmahera Barat, Melonguane, Morotai, dan Sangihe," demikian keterangan resmi BMKG, Jumat (10/10/2025).

Baca Juga:
Berikut rincian ketinggian gelombang tsunami di delapan lokasi tersebut: Beo 0,05 meter, Biak 0,13 meter, Essang 0,17 meter, Ganalo 0,05 meter, Halmahera Barat 0,05 meter, Melonguane 0,11 meter, Morotai 0,10 meter, Sangihe 0,16 meter.

Sebelumnya, BMKG menetapkan status waspada tsunami di lima wilayah, yaitu empat daerah di Sulawesi Utara yakni Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Minahasa Utara bagian selatan, dan Minahasa bagian selatan, serta satu daerah di Supiori, Papua.

Sementara itu, warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dilaporkan sempat panik saat gempa terjadi pada Jumat (10/10/2025) pukul 08.43 WIB.

"Getaran gempa cukup kuat dan berlangsung sekitar satu menit. Saya langsung keluar ruangan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," ujar Sekretaris Kecamatan Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Joffre Dalita, dikutip dari Antara.

Menurutnya, gempa yang berpusat di barat laut Pulau Karatung, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, membuat sejumlah pegawai kantor kecamatan panik. Ia bahkan melihat tiang-tiang listrik bergoyang keras.

"Apalagi lokasi tempat tinggal kami berada di pesisir pantai, jadi kami langsung bersiap kalau-kalau terjadi tsunami. Begitu BMKG mencabut peringatan dini tsunami, kami merasa lega," ujarnya.

Hal senada disampaikan Alwina Inang, warga Melonguane, ibu kota Kabupaten Talaud. Ia mengaku terkejut saat gempa mengguncang pagi hari itu.

"Saya sedang bersiap ke kantor, tiba-tiba beberapa benda di rumah mulai bergerak dan berbunyi. Ternyata sedang gempa," tutur Alwina, yang merupakan istri salah satu personel Polres Talaud.

Setelah mendapat informasi resmi dari pemerintah daerah dan BMKG bahwa tidak ada potensi gempa susulan maupun tsunami, ia melanjutkan aktivitas seperti biasa.

"Meski begitu, masih ada warga yang merasa khawatir jika gempa susulan terjadi," tambahnya.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, mengimbau masyarakat agar tetap tenang.

"Terkait gempa Karatung, pusatnya memang lebih mengarah ke wilayah Mindanao, Filipina. Namun, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan status waspada untuk wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya," jelasnya.

Zulkifli menjelaskan, lokasi episentrum gempa berada sekitar 287 kilometer barat laut Pulau Karatung, atau di luar pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Talaud. Status waspada tsunami tersebut, lanjutnya, mengindikasikan ketinggian gelombang di bawah 0,5 meter.

"BMKG terus memperbarui informasi peringatan dini tsunami akibat gempa ini. Kami berharap masyarakat tetap tenang, waspada, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gempa M 6 Guncang Afghanistan, 622 Orang Meninggal
Gempa M 6,0 Guncang Poso di HUT ke-80 RI, Gereja Ambruk Saat Ibadah, 12 Jemaat Terluka
Gempa Bumi Berkekuatan 5,3 Guncang Sibolga-Tapteng
Viral Video Paus Beluga Jelang Gempa Kamchatka Ternyata Hoaks
Usai Diguncang Gempa Besar, Kamchatka Rusia Dihantam Erupsi Gunung Api
Jepang Diterjang Tsunami 1,3 Meter Usai Gempa Dahsyat Rusia
komentar
beritaTerbaru