Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Redaksi - Minggu, 04 Januari 2026 07:00 WIB
995 view
AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Foto/X/@LangmanVince
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya diseret keluar dari kamar tidur saat ditangkap.

Washington(harianSIB.com)

Pasukan elite Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Selain Maduro, militer Amerika Serikat juga menangkap istrinya, Cilia Flores.

Keduanya ditangkap setelah militer Amerika melancarkan operasi skala besar di Ibu Kota Caracas.

Menurut laporan BBC, keduanya lalu diterbangkan ke luar Venezuela dan didakwa di Distrik Selatan New York.

Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Pam Bondi pada Sabtu (3/1/2026) menjatuhkan empat dakwaan kepada Maduro.

Baca Juga:
Keempat dakwaan untuk Maduro adalah konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat perusak Konspirasi untuk Memiliki Senapan Mesin dan alat perusak terhadap Amerika Serikat.

"Mereka akan segera menghadapi kemurkaan dari keadilan Amerika sepenuhnya di tanah Amerika di pengadilan Amerika," tambah Bondi, tetapi tidak menyebutkan dakwaan apa yang dikenakan kepada istri Maduro.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkonfirmasi penangkapan Maduro. Trump menyebutkan operasi militer di Venezuela berlangsung singkat, tetapi intens, dengan target utama penangkapan Maduro.

"Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela, dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya, telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negara tersebut," kata Trump dalam pernyataannya.

Lebih lanjut Trump mengatakan bahwa Maduro dan istrinya berada di atas kapal perang USS Iwo Jima menuju New York. Maduro diangkut helikopter dari Venezuela ke kapal perang USS Iwo Jima.

Pernyataan Trump ini disampaikan setelah rentetan ledakan dilaporkan terdengar di area Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.

Rentetan ledakan itu disertai suara-suara yang menyerupai pesawat terbang yang sedang melintas di udara.

Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat telah menyerang instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian di wilayahnya.

Asap terlihat mengepul dari hanggar sebuah pangkalan militer di Caracas. Instalasi militer lainnya di area ibu kota Venezuela juga mengalami pemadaman listrik menyusul rentetan ledakan tersebut.

Rentetan ledakan juga terdengar di area negara bagian La Guaira, sebelah utara Caracas, dan di area pesisir Venezuela, serta di area Higuerote, kota pesisir di negara bagian Miranda.

Sebelum serangan di Venezuela berlangsung, Washington menuduh Maduro memimpin "negara narkoba" dan memanipulasi hasil pemilihan presiden 2024.

Oposisi Venezuela menilai pemilihan tersebut dimenangi secara telak oleh pihak oposisi, tetapi dibatalkan oleh pemerintahan Maduro.

Maduro, mantan sopir bus berusia 63 tahun yang ditunjuk langsung oleh Hugo Chavez sebelum wafat pada 2013, membantah tuduhan itu.

Ia menyebut tudingan AS sebagai dalih untuk menguasai cadangan minyak Venezuela, salah satu yang terbesar di dunia.

Trump juga menuding Venezuela menjadi jalur transit utama kokain serta berkontribusi terhadap krisis fentanil yang melanda AS.

Dalam konteks itu, Washington menetapkan dua kelompok kriminal asal Venezuela, yakni Tren de Aragua dan Cartel de los Soles, sebagai Organisasi Teroris Asing.

Trump bahkan menuduh Cartel de los Soles dipimpin langsung oleh Maduro. Pemerintah Venezuela menilai, tudingan tersebut sebagai upaya mempolitisasi perang melawan narkoba demi menggulingkan pemerintahan Caracas. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
AS Jatuhkan Sanksi kepada Istri Presiden Venezuela
Atasi Masalah Ekonomi, Presiden Venezuela Berangkat ke China
Diancam Trump, Presiden Venezuela Perintahkan Latihan Militer
Putra Presiden Venezuela Ancam Duduki Gedung Putih
Redam Demonstrasi, Presiden Venezuela Bagikan Rumah Gratis
komentar
beritaTerbaru