Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Menyebar ke 4 Wilayah, Capai Ketinggian 15,2 Km

Redaksi - Senin, 07 September 2026 18:48 WIB
157 view
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Menyebar ke 4 Wilayah, Capai Ketinggian 15,2 Km
Tangkapan layar
Tangkapan layar dari vidio amatir warga Lampung Selatan yang tengah memancing, dan kedapatan saat terjadinya erupsi gunung anak krakatau pada Sabtu (5/9/2026).

Jakarta(harianSIB.com)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memantau sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (7/9/2026) sore.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani dikutip kompas.com, mengatakan bahwa sebaran abu vulkanik masih bergerak ke arah barat hingga barat daya.

"Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 pada 7 September 2026 pukul 15.00 WIB, pola angin secara umum mendorong perluasan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke arah barat hingga barat daya," ujarnya

Lantas, mana saja wilayah yang masih terdampak abu vulkanik?

Baca Juga:
Andri mengatakan, BMKG telah mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan ketinggian dan wilayah pergerakan yang berbeda.

Klaster pertama berada dari permukaan hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,6 kilometer.

Abu vulkanik pada lapisan ini meluas ke arah barat daya hingga barat, mencakup sebagian wilayah:

Perairan di sekitarnya hingga Samudra Hindia di sebelah barat wilayah tersebut

Sementara itu, klaster kedua teridentifikasi dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki atau sekitar 15,2 kilometer.

Sebaran abu pada lapisan ini teramati di wilayah berikut:

1. Samudra Hindia, di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu

2. Lampung

3. Banten

Andri juga memastikan bahwa sebaran abu pada ketinggian tersebut bergerak semakin menjauhi wilayah Indonesia. "Serta bergerak semakin menjauhi wilayah Indonesia," jelasnya.

Di tengah masih meluasnya sebaran abu di atmosfer, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Rita Susilawati mengatakan jumlah abu vulkanik yang dihasilkan Gunung Anak Krakatau diperkirakan mulai berkurang seiring berakhirnya episode erupsi menerus.

"Episode erupsi menerus memang telah berakhir, tetapi potensi erupsi susulan masih ada," kata Rita kepada Kompas.com, Senin.

"Saat ini aktivitas kembali didominasi erupsi Strombolian yang singkat dan berulang, sehingga volume abu yang dihasilkan cenderung lebih sedikit dibandingkan selama erupsi menerus 25 jam," tambahnya.

Menurut Rita, abu vulkanik yang masih berada di atmosfer tetap dapat terbawa angin.

Namun, sebarannya diperkirakan berangsur-angsur berkurang karena volume abu yang dihasilkan dari erupsi Strombolian lebih sedikit dibandingkan saat erupsi menerus.

Meski begitu, abu vulkanik yang masih berada di atmosfer tetap berpotensi menurunkan kualitas udara dan jarak pandang.

Pada ketinggian tertentu, sebaran abu juga dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

Terkait aktivitas erupsi Strombolian, Rita mengatakan letusan tersebut tidak lebih berbahaya dibandingkan episode erupsi menerus sebelumnya.

"Bahayanya terutama berupa lontaran batu pijar dan hujan abu di sekitar gunung," ucapnya. Karena itu, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).

Masyarakat dan wisatawan juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.

Sebelumnya, Badan Geologi menyatakan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung selama sekitar 25 jam.

Episode erupsi tersebut berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.

Setelah episode erupsi menerus berakhir, aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali didominasi erupsi Strombolian yang berlangsung singkat dan berulang.

Kondisi tersebut membuat volume abu yang dihasilkan cenderung lebih sedikit, meskipun abu yang telah terlanjur berada di atmosfer masih dapat terbawa angin ke wilayah yang lebih jauh. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pembukaan Jalan Nasional Sirombu - Afulu Tak Sesuai Sosialisasi 42 Km
Dinas PU Deliserdang Programkan Pembangunan 191,52 Km Jalan di Tahun 2018
Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Tinggi Kolom 2 Km
Kekeringan, Warga Cilegon Harus Jalan Kaki 2 Km untuk Dapatkan Air
402 Km Tol Fungsional Trans Sumatera dan Jawa Dibuka H-7 Lebaran
Wow! Rumah Seberat 370 Ton Dipindahkan Sejauh 1,2 Km
komentar
beritaTerbaru