Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 19 Juni 2026

Kabut Asap Gagalkan Menteri Kelautan Tinjau Kesiapan PPN Sibolga

*Jarak Pandang di Bandara FL Tobing 200 Meter
- Minggu, 09 Maret 2014 11:08 WIB
1.334 view
Kabut Asap Gagalkan Menteri Kelautan Tinjau Kesiapan PPN Sibolga
Sib/ int
Ilustrasi
Tapteng (SIB)- Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Sharif Cicip Sutarjo gagal terbang untuk meninjau kesiapan pengoperasian Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga yang akan dinaikkan kelasnya menjadi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Sibolga di Pondok Batu, Tapteng, Sabtu (8/3/2014).

Menteri gagal karena kabut asap tebal menyelimuti bumi Tapteng sebab jarak pandang lewat udara hanya 200 meter, yang mengakibatkan Bandara FL Tobing Pinangsori ditutup. Kepala Bandara, Ambar Purwoko yang dikonfirmasi SIB membenarkan gagalnya sang menteri terbang ke Tapteng.

Dia mengaku terus memantau perkembangan cuaca di sela kunjungan menteri, tetapi tidak ada perubahan mendasar."Pagi jarak pandang 200 dan 300 meter, kemudian sempat naik menjadi 800 meter, tetapi siangnya turun lagi menjadi 500 meter. Sementara sesuai protokoler penerbangan yang membawa pejabat Negara harus 4.800 meter,"kata Purwoko.

Gagalnya  Menteri terbang ke Tapteng mengundang kekecewaan para nelayan yang sejak pagi sudah menunggu di PPN Sibolga, lokasi penyambutan dan acara yang dipersiapkan. Untuk menjawab kekecewaan tersebut, Kepala Pusat Data Informasi Kementerian Kelautan, Eprimal didampingi Kepala PPN Sibolga, Hendri Batubara akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

"Pak Menteri sebenarnya sangat berkeinginan untuk bertemu masyarakat Sibolga dan Tapteng.  Tetapi sesungguhnya manusia hanya bisa berencana dan berusaha, sedangkan untuk memastikannya hanya Tuhan,"kata Eprimal, sembari mengatakan Menteri merasa sedih karena harus balik kanan dari Bandara Kuala Namu ke Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta selesai kunjungan dari Aceh, karena kabut asap.

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga diusulkan naik kelas menjadi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS). Sejauh ini berbagai fasilitas pendukung sudah terpenuhi, dan operasional pelabuhan juga memenuhi klasifikasi.

PPN Sibolga memiliki dermaga dengan luas 250 : 300 meter dengan kedalaman minus 7 meter. Tempat Pendaratan Ikan (TPI) dengan luas 60 x 20 = 1200 meter. Sarana docking (galangan) kapal berkapasitas 350 ton.

Selain itu juga memiliki perbengkelan yang baik, penyuplai Bahan Bakar Nelayan (BBN) 3 unit, pabrik es berkapasitas 200 ton,  gedung perbaikan jaring, cold storage,  balai pertemuan nelayan / balai penyuluhan, kantor pengawas perikanan, pos polisi air dan mess nelayan.  Juga ada kios nelayan, musholla serta perumahan.

Kesiapan PPN Sibolga sendiri seperti apa, sehingga menteri harus meninjau?

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 09 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru