Medan (SIB)- Menjelang Pilkada Simalungun, Rabu (10/2), pengurus Partai Demokrat mulai dari DPP, DPD Sumut, DPC se Sumut sampai fraksi-fraksinya ramai-ramai turun ke Kabupaten Simalungun untuk melakukan sosialisasi. Sosialisasi dipimpin langsung Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Dr Hinca Panjaitan SH MH. Kabupaten ini salah satu daerah yang tertunda Pilkadanya, semangat calonnya sudah sempat “mati†dan kini pertarungan akan dimulai kembali sehingga semangat pasangan calonnya dihidupkan kembali, urai Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, ketika beraudiensi ke Kantor Redaksi SIB, Senin (8/2)
Seperti diketahui, seyogianya Pilkada Simalungun berlangsung serentak se Indonesia 9 Desember 2015 lalu, namun tertunda akibat adanya persoalan hukum, KPU yang sempat menganulir dan mendiskualifikasi pasangan yang diusung Partai Demokrat, JR Saragih-Amran Sinaga. Akibat penundaan itu tentu masyarakat banyak yang lupa.
Namun oleh putusan PT-TUN Medan, pasangan JR Saragih-Amran Sinaga dinyatakan tetap sah sebagai pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Simalungun. Lalu meminta KPU Simalungun tetap memasukkan pasangan ini sebagai kandidat dan segera melaksanakan Pilkada yang sempat tertunda, maka akhirnya dijadwalkanlah Pilkada Simalungun, Rabu (10/2).
Oleh karena itu kami ditugaskan khusus ke Simalungun untuk melakukan sosialisasi Pilkada. Sebelum berangkat, DPP Partai Demokrat melakukan rapat dengan Pengurus DPD Sumut dan beberapa DPC terkait. “Kegelisahan kami bukan takut kalah, tapi kami khawatir jumlah pemilih yang datang ke TPS berkurang jauh dengan alasan beberapa faktor seperti sudah lelah menunggu dan tidak ada kabar, mungkin juga KPUD nya tidak sampai ke desa-desa melakukan sosialisasi,†ucap Hinca yang diterima Penjab Drs Victor Siahaan SH MHum mewakili Pemred GM Immanuel Panggabean BBA.
Hinca turut didampingi Ketua Departemen Politik, Hukum dan Keamanan Ruhut Poltak Sitompul SH. Selain itu ada juga pengurus DPP yang berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia seperti H Ahmad Haris SE dari Banten, Sekretaris Devisi Komunikasi Publik DPP Hutin Hilda, politisi Demokrat asal Singkawang Kalbar, Sekretaris DPD P Demokrat Sumut Drs Tahan M Panggabean MM, Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut seperti Guntur Manurung SE, Melizar Latief SE Ak, Ketua Bappilu DPC Demokrat Kota Binjai Okto Sagala SE dan lainnya.
Dalam sosialisasi itu nanti kata Hinca, juga akan turun Bendahara Umum Indrawati Sukadis, politisi asal Jambi, Wasekjen Andi Tomo Pangeran asal Sulawesi Selatan. Ketua Divisi (Kadiv) Diklat Dodie Gambiro dari Jakarta, Kadiv Komlik Imelda Sari dari Padang Sumbar, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut HT Milwan.
Sementara Ruhut Sitompul mengatakan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengajarkan politik mengalir, santun dan bersih. Pihaknya berfikir positif, calon mereka akan menang dalam Pilkada Simalungun.
Hinca mengatakan pengurus Demokrat berbagi tugas di 31 Kecamatan Simalungun yang dibagi dalam 6 Dapil, sampai ke desa-desa dan dusun-dusun. Demokrat mengajak kepada seluruh masyarakat Simalungun supaya datang ke TPS, Rabu (10/2) untuk memilih calon pemimpin Kabupaten Simalungun yang terbaik dan amanah.
Ini membuktikan Demokrat sebagai parpol yang perduli terhadap Pilkada. Namun secara teknisnya ini adalah tanggung jawab Departemen Politik, Hukum dan Keamanan.â€Tentu kami ingin menang, karena di tahun pertama itu tidak cukup untuk menuntaskan pekerjaan. Kita belajar dari kepemimpinan Presiden SBY yang memimpin dua periode sehingga program-programnya bisa tertuntaskan kalau memimpin 10 tahun. Besok (hari ini) kami akan ramai-ramai turun ke Simalungun, kami mohon dukungan dari SIB,†terangnya.
Selain itu, terang Hinca, di 31 Kecamatan partai sudah menyebarluaskan kader Demokrat mulai dari Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota bahu-membahu dalam sosialisasi ini. “Ini sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai parpol tunggal pengusung pasangan calon JR Saragih-Amran Sinaga dan kami juga benar-benar ingin membantu tugas KPUD Simalungun dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat,†jelasnya.
Kehadiran seluruh unsur partai Demokrat, terang Hinca, adalah bagian dari tanggung jawab untuk menyukseskan penyelenggaraan Pilkada. Ibarat pertandingan sepakbola, kalau hanya wasitnya saja yang ada tapi tanpa pemain itu hal yang tidak mungkin dilakukan. Sama halnya dengan Pilkada, kalau hanya penyelenggaranya yang ada, TPS dan petugas TPS, KPPS yang ada tapi pemilih tidak ada maka Pilkada tidak akan terselenggara.
“Kami ingin menyukseskan penyelengaraan dengan partisipasi pemilih maksimal. Karena apa, Pilkada di Simalungun sudah tertunda sehingga spirit masyarakat sudah nyaris tidak ada lagi untuk berpesta demokrasi. Spirit inilah yang mau kita bangkitkan lewat sosialisasi ini. Kami tidak mau Pilkada seperti di Medan yang pesertanya di bawah 30 persen. Pilkada di Medan tidak sukses meski tidak melanggar hukum. Kalau di Simalungun 75 persen berarti sukseslah Pilkada di sana, target itulah yang hendak kami kejar dengan sosialisasi ini,†tegas Hinca.
MENYEMANGATI
Menurut Hinca, jangan gairah masyarakat untuk ikut Pilkada dipadamkan oleh karena tertundanya Pilkada. Karena kasihan masyarakat yang terus menunggu sehingga semangat masyarakat dan para paslonnya jadi redup. Apalagi seperti yang dirasakan masyarakat dan paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota P Siantar yang menunggu Pilkada yang belum tahu kapan ujungnya. Keikutsertaan seluruh kader Demokrat bersama masyarakat Simalungun, tidak hanya sekedar sosialisasi, tapi ikut melakukan aksi simpatik di lapangan dengan cara menyemangati masyarakat dan petugas TPS. Agar semangat mereka tumbuh kembali sehingga sungguh-sungguh bekerja menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara Pilkada.
“Kan sayang kalau Pilkada tidak sukses, banyak uang APBD yang tercurah sia-sia, begitu juga dana para paslon yang keluar cukup besar. Kami mendapat perintah dari Ketua Umum SBY agar membantu penyelenggaraan berlangsung dengan baik, bukan berarti kami melakukan pendekatan dengan petugas. Tapi karena ada perbedaan penyelenggaraan yang tertunda, itu adalah salah satu tugas parpol, memastikan penyelenggaraan di TPS terlaksana dengan baik, supaya penyelenggara dan pemilih melaksanakan kewajibannya dengan riang gembira di Simalungun,†paparnya.
Victor Siahaan mengatakan, kegiatan yang dilakukan Partai Demokrat sosialisasi Pilkada adalah kerja baik dan menjadi edukasi politik bagi masyarakat yang sudah hampir lupa terhadap adanya Pilkada. “Semua kegiatan parpol yang positif termasuk Partai Demokrat, Harian SIB mendukungnya, apalagi ini menyangkut keperdulian kepada masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya dan membantu tugas-tugas KPU adalah tugas yang baik yang harus didukung,†terang Victor.(A12/d)