Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Soundrenalin 2014 - Voice Of Choice Hangatkan Medan

- Senin, 09 Juni 2014 12:27 WIB
563 view
Soundrenalin 2014 - Voice Of Choice Hangatkan Medan
Soundrenaline 2014 Medan: Puluhan artis papan atas isi Soundrenaline 2014 di Medan. Mengusung tema Voice Of Choice sejumlah kejutan seperti Ari Lasso yang ketemu dengan sejumlah artis yang bergabung dalam Republik Cinta Manajemen pimpinan Ahmad Dhani sepe
Medan (SIB)- Soundrenaline 2014 bertema Voice Of Choice menghangatkan Medan, Sabtu - Minggu, (7 - 8/6) dini hari  di Lapangan Eks Bandara Polonia, Medan.

Sejumlah band populer Indonesia menampilkan aksi masing-masing. Pentas lebar meriah tersebut diawali tampilnya 4 grup band dari Medan dan Aceh. Setelahnya, ingar-bingar penampil dari Ibu Kota memenuhi suasana seperti Riff, Jamrud, Netral, Pass Band dan ditutup oleh Slank.

Sama seperti perhelatan serupa yang diadakan di Surabaya pada Mei, di ibu kota Sumut ini pun hadir Jamrud tapi tampil di daerah kelahirannya membuat sang vokalis berasa lebih. Aziz Jamrud mengatakan, tampil kali ini lebih semangat kebanding sebelumnya. "Soundrenalin sudah menjadi barometer musik Indonesia. Kiranya Soundrenalin bisa terus berlangsung tiap tahunnya!"

Shaggy Dog dapat giliran manggung. Menyesuaikan dengan tema, Voice Of Choice, band tersebut lebih dinamis ketimbang bermain di acara serupa di kota Pahlawan. "Medan mantap kali. Shaggy Dog punya persiapan lebih intens seperti latihan, senam, lari. Medan sangat oke. Setiap konser di Medan pasti hebat," ujar sang vokalis, Herri sambil mengatakan karena dapat jadwal bermain malam hari maka enerji tidak terlalu terkuras. “Di Surabaya kami main malam hari. Soundrenalin diharapkan semakin menggairahkan musik Indonesia hingga semakin maju!"

Vokalis Sheila On 7 menunjukkan performanya, meski tidak senerjik 10 bahkan 15 tahun lalu. Grup asal Yogyakarta itu mampu berkomuinikasi manis dengan penggemar fanatiknya. Seperti dikatakan Duta yang merasa heran sebab penggemarnya masih mengapresiasi positif. "Kita menyesuaikan dengan gaya manggung yang diinginkan penggmar tapi Sheila 0n 7 tidak mau mengikut gaya orang lain. Kita ini berjodoh dengan warga Medan. Kita main dengan ciri kita, enjoy... Kita selalu senang main di Medan!"

Dalam perjalanan kariernya, Sheila On 7 hampir 20 tahun berada di industri kreatif Tanah Air. Meski tergolong senior namun grup yang punya lagu-lagu mellow itu tetap produktif. Saat tampil di Medan, Sheila On 7 membawakan 7 lagu. Mula-mula sekadar membuat penonton berkumpul dan ikut berdendang tapi lama-kelamaan jadi teriak-teriak dan histeris.

J-Rocks yang tampil setelah Kotak punya penggemar lebih fanatik dengan lagu riangnya. "Medan sangat hot, semangat. Kami cukup puas dengan apresiasi sehubungan suguhan di Medan, dan kami disini ikut melibatkan penonton untuk lagu yang akan kami bawakan di panggung soundrenaline ini," ujarnya Iman Taufik Rahman sang vokalis. "Lihat sendiri kan, banyak penonton yang meminta J-Rocks untuk membawakan lagu. Emang lagu dari albu pertama itu fenomenal. Semoga dapat melepaskan rindu penggemar khususnya warga Medan yagn memenuhi areal!”

Dari lagu yang dilantunkan, ada yang bernafas religi yakni lagunya Opick, Assalamualikum.

Dan gongnya adalah penampilan Slank dengan lagu-lagu istimewanya. Mulai naik pentas pukul 23.40 WIB lagnsung diisi teriak-teriak penggemarnya yang datang dari banyak kota lengkap dengan atribut.

Puluhan ribu penonton yang sejak siang hari menunggu kehadiran musisi papan atas ini terbayarkan dengan penampilan energik Slank yang menyanyikan sejumlah hitsnya. Penonton ikut melompat-lompat dan bernyanyi bersama Kaka dkk. Apalagi lagu-lagu yang dinyanyikan Slank merupakan lagu yang tidak asing lagi didengar penonton. "Ayo semuanya masih semangat kan, mana suaranya," ujar vokalis Slank, Kaka.

Tampil lengkap, Kaka didampingi Bimbim (drum), Abdee Negara (gitar), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas) menggelindingkan lagu-lagu lawas mereka dari album Tujuh (1998). Yang istimewa ada lagu yang belum dipublisir yang tak jadi disuguhkan "Lagu kritis yang sebenarnya sudah jadi (direkam) waktu itu. Liriknya sudah masuk di cover. Cuma, (karena) suatu pertimbangan, akhirnya lagu itu enggak jadi dimasukkin ke album, ditarik lagi" jelas Bimbim. (r9/i)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru