Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Menyindir Melalui Maleficint, Angelina Jolie Menangis Hadapi Kasus Perkosaan

- Jumat, 13 Juni 2014 13:08 WIB
913 view
Menyindir Melalui Maleficint, Angelina Jolie Menangis Hadapi Kasus Perkosaan
SIB/int
Angelina Jolie menyeka air mata dalam konferensi End Sexual Violence in Conflict di London, Inggris
Los Angeles (SIB)- Angelina Jolie memerankan karakter penyihir jahat di film Maleficent yang menunjukkan kemampuan aktingnya yang hebat. Jolie ternyata memiliki pemikiran tersendiri mengenai salah satu adegan yang ia perankan dalam film produksi Disney itu. "Saya yakin jika salah satu adegan merupakan simbol dan sindiran terhadap perkosaan yang terjadi di beberapa negara di dunia," ujar kekasih Brad Pitt itu seperti dilansir Dailymail, Kamis (12/6/2014).

Adegan yang dimaksudkan Jolie saat Maleficent kehilangan sayapnya yang merupakan simbol kekuasaan dan kekuatan, serta ciri khas bagi peri. Sayap besar milik Maleficent direnggut secara paksa oleh teman sedari kecilnya yang ia percaya. "Penulis naskah Linda Woolverton tampaknya telah memikirkannya masak-masak. Adegan tersebut seperti metafora untuk perkosaan. Apa yang membuat seorang wanita jadi terlihat begitu gelap, kejam dan agresif? Semua itu saat ia kehilangan kewanitaannya dan kelembutannya."

Sementara itu, ketika bersama Menteri Luar Negeri Inggris William Hague menjadi tuan rumah konferensi End Sexual Violence in Conflict di London, Inggris, Jolie menangis saat mendengar pengakuan korban kekerasan seksual. Memeluk sesama aktivis, Neema Namadamu, Jolie berusaha mengatasi emosinya.

Neema adalah aktivis perubahan di Kongo, sekaligus pendiri Maman Shujaa, yang memperjuangkan hak-hak perempuan di negaranya. Ia menderita polio pada usia 2 tahun dan menjadi perempuan disable pertama yang lulus dari Universitas Kongo.

Perempuan tegar mulai melawan dan berjuang, setelah putrinya sendiri yang berusia 25 tahun diserang sekawanan pria bejat, hanya beberapa meter dari rumahnya di Kongo.

Jolie yang menjadi Utusan Khusus Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi juga memeluk delegasi lain yang berbagi kenangan buruk dan pengalaman bangkit mereka.

Salah satunya seorang perempuan, yang tak disebut namanya, yang menceritakan kekerasan yang ia alami selama genosida di Rwanda. "Aku tak melihat wajah-wajah mereka. Bagaimana bisa melihat orang-orang yang memukul matamu."

Perempuan lain bercerita tentang serangan yang ia alami di Minova, Republik Demokratik Kongo — negeri para pemerkosa. Hingga lahir seorang anak dari kejadian mengerikan itu. "Putri saya terus bertanya tentang ayahnya. Ketika saya mencoba untuk mengungkapkan siapa, benar-benar sulit." Sebab, tak hanya 1 pria yang terlibat.

Setelah berbincang formal, artis Tomb Rider tersebut menyempatkan diri melihat produk-produk hasil karya perempuan yang dijual oleh International Campaign to Stop Rape and Gender Violence, untuk mendukung para korban kekerasan.

Dalam pertemuan tersebut hadir para diplomat, pejabat dan perwakilan organisasi nirlaba dari 100 lebih negara dengan satu tujuan: menekankan hak-hak korban kekerasan seksual -- perempuan, pria dan anak-anak.

Dalam pidatonya, Jolie mengatakan, ia mendedikasikan konferensi tersebut untuk korban pemerkosaan yang baru-baru ini ia temui di Bosnia. "Dia merasa belum mendapat keadilan saat melihat pemerkosanya bebas berkeliaran di jalan. Dia merasa tak dipedulikan oleh dunia," kata dia, seperti Liputan6.Com kutip dari Daily Mail, Kamis (12/6). "Hari ini didedikasikan untuk dia.

Dalam wawancara bersama BBC Radio Jolie menceritakan bagaimana ia terlibat dalam kampanye melawan kekerasan seksual dalam konflik tersebut. "Aku bertemu banyak penyintas (survivor) dan menghabiskan waktu dengan mereka. Aku mendengar kisah mereka dan menjadi terlibat secara emosional, lalu aku berpikir, apa yang bisa kulakukan untuk membantu!" (t/r9/q)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru