Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Tari Cawan dan Tari Saman Dipergelarkan Bersama Tari Modifikasi

- Minggu, 29 Juni 2014 20:02 WIB
691 view
Tari Cawan dan Tari Saman Dipergelarkan Bersama Tari Modifikasi
Silalahi (SIB)- Sejumlah tari etnik dari ragam suku di Indonesia dipentaskan  pelajar SMA Swasta Santo Thomas 3 Medan  di Silalahi II, Silahisabungan Dairi, Kamis (26/6). Dari rangkaian mata tari yang disuguhkan, setidaknya dua suguhan beroleh perhatian publik yakni Tari Cawan dari Batak Toba dan Tari Saman dari Aceh. “Kedua mata tari itu diiringi secara akapela dan musik minus one. Bahkan Tari Saman sama sekali mengandalkan syair dan musik dari gesture pelakon,” ujar Kepala Sekolah SMA St Thomas 3 Medan Muda Mikael Ginting SE MPd didampingi sejumlah guru seperti Mariani Hutahaean, Leontius Simanungkalit, Erwin Sidabalok, Toni Silalahi, Walson Damanik, Cypriana Siagian, Elfina Simarmata, Ihut Sitanggang dan Armia Nelda Ginting.

“Penyuguhan tari tersebut dalam kaitan pergelaran kesenian yang dimiliki para siswa guna sosialisasi kemasyarakatan dan melatih kepekaan sosial dalam bentuk interaksi dengan publik,” jelas Muda Mikael Ginting.

Pelakon Tari Saman adalah Fanny Rahmasari Ardiana Putri Batubara, Fransisca Sitorus, Gomgom Suryadi Sianturi, Ikhlas Triyan Putra Telaumbanua, Jefri Raja Doli Hotdiman Situmorang, Osmicha Kezia Hasibuan, Simon Romulus Simanjuntak, Yohana Caterina Silalahi. Sebagaimana pergelaran Tari Saman dari asalnya yang dibawakan secara dinamis enerjik, suguhan pelajar SMA St Thomas 3 Medan pun tak kalah istimewa bahkan terkesan trans dengan bunyian dari gesture dan lafal yang dialunkan. “Nyanyian dan gerak itu sebagai satu kesatuan dengan ritual menyampaikan pesan pada audiens. Tari Saman tak sekadar dibawakan tapi dalam sajiannya memiliki makna spesifik, mulai dari permohonan dan harapan yang disampaikan melalui isi nyanyian yang dilantunkan para penari,” ujar pelatih tari Mentari Br Sinaga.

Sama halnya dengan Tari Cawan. Para penari — yang juga menyuguhkan tari kreasi Biring Manggis — yakni Berhard Roni Tua Nababan, Jonathan Raimond Sitinjak, Kelvin Brema Sembiring, Lidia Sitanggang, Lowis Peranata Tarigan, Ruth Debora Manullang, Veronika Ginting, Abrahm Jumpana Singarimbun, Nadia Sidauruk dan Nalan Tiur Hot Nauli Nainggolan dilatih untuk membawakan dengan jiwa dan nafas tari yang mengandung nilai magis tersebut. Bahkan di tarian tersebut ada yang berperan sebagai tetua.

Muda Mikael Ginting mengatakan, pada pergelaran itu seluruh pernak-pernik terkait kesenian dimaksimalkan melekat dan menyatu, mulai kostum hingga peranti dan alat yang tak terpisahkan dari ritualnya. (r9/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru