Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 Juli 2026

Musisi dari 5 Negara Meriahkan Samosir Music International 2018

- Kamis, 26 Juli 2018 21:54 WIB
534 view
Musisi dari 5 Negara Meriahkan Samosir Music International 2018
Jajabi Band
Utrecht (SIB) -Musisi dari 4 negara memeriahkan Samosir Music International 2018 yang diadakan Agustus di pulau yang berada di Danau Toba tersebut. Mereka adalah Hermann DeLago dan grupnya dari Austria.

Pemenang kontes lagu klasik Belanda, Bernadeta Astar serta violis dari Swiss, Ken Lila Ashanty. Yang lainnya adalah Kento Friesacher, musisi berdarah Jepang - Austria yang biasanya meniup suling India. Dari Indonesia tampil sejumlah musisi populer di antaranya Vicky Sianipar, Tongam Sirait, Alsant Nababan, Louis Sitanggang termasuk Jajabi Band. Henry Manik juga hadir tapi tidak menjadi artis di panggung utama melainkani terlibat dari sisi teknik penampilan dan menjadi pengarah kegiatan.

Di akun pribadinya, Henry Manik yang kini bermukim di Utrecht, Belanda, Rabu (25/7) mempublikasikan hal tersebut. Menurutnya, Samosir Music International yang bakal dihelat merupakan edisi yang ke-4, sejak awal dimulainya tahun 2014. "Pesta musik ini adalah bagian dari kegiatan tahunan Horas Samosir Fiesta. Sejak Pemerintah Pusat memasukkan Danau Toba ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasiona, Pemkab Samosir menjalin kerja sama dengan para musisi guna menyemarakkan hajadan. Tak hanya sekadar pesta musik, tapi sebagai ajang promosi Danau Toba ke mancanegara. Itulah sebabnya seb agai putra asli Samosir saya harus berbuat maksimal," jelas Henry Manik via akunnya tentang keterlibatan pihaknya mendatangkan artis populer dari 4 negara.

Yang istimewa, untuk 2018, siapapun artis yang naik ke pentas dari manapun asalnya, harus membawakan lagu Batak yang sudah diaransir atau sebagaimana aslinya. "Iya, benar. Ide itu datang dari Hermann DeLago dan saya sebagai eksekutor kegiatan menggarisbawahinya," jelas Henry Manik sambil mengatakan sebagai project manager pihaknya mengapresiasi ide-ide brilian untuk maksud peningkatan kualitas pertunjukan.

Para penampil itu, mulai Nadine Beiler, yang tahun lalu diapresiasi publik. Karakter vokalnya yang tinggi dan indah, mampu mengeluarkan ucapan kata kata terhadap lirik lagu lagu Batak  dengan begitu kental  persis seperti orang Batak sendiri. Menurut Henry Manik, tidak mudah melibatkan artis Eropa selevel Nadine tampil apalagi diarakahkan untuk membawakan lagu daerah.

Sang finalis Europe Idol itu tampil diiringi band dari Austria, JB'S Band yang berisi anak-anak muda. Kento Friesacher keturunan Jepang - Austria yang biasanya meniup suling India atau suling klassik. Sang musisi nantinya memainkan suling Batak walau cara memainkannya cukup beda. Guna memenuhi itu, Henry Manik memberi satu set seruling Batak untuk dipelajari. Demikian juga pemain drum dari JB band, akan memainkan gondang Batak, yang beberap bulan ini sudah dilatih dengan gondang Batak. Nantinya para artis Eropa berkolaborasi dengan artis dan pencipta lagu Batak, Tongam Sirait.

Pemenang kontest lagu klassik Belanda , Bernadeta Astari juga akan kembali ikut meramaikan iven di Samosir tersebut. Bernadeta mengajak violist dari Swiss, Ken Lila Ashanty. Ken kelahiran Jakarta dan telah berhasil mendapatkan master musik di Swiss dengan Cum Laude.

Viky Sianipar yang sudah sangat dikenal dengan aransemen musiknya yang jenius dan sangat konsern terhadap pengembangan musik lagu Batak. Sang musisi itu hadir di Samosir bersama bandnya dengan sejumlah artis di antaranya Alsant Nababan. tampil juga Louis Sitanggang yang merupakan vokalis dari Deredia. Sebagai musisi daerah yang tinggal di Tuk Tuk , Jajabi Band akan selalu hadir dan ikut ambil bagian di iven dimaksud.

Henry Manik berharap  Samosir Music International, yang memiliki visi misi untuk membawa nama Samosir dan Danau Toba ke dunia yang lebih luas. "Kiranya penampil dari Eropa yang punya banyak penggemar secara global m enjadi bagian dari upaya promosi," tutupnya. (T/R10/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru