Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Modern Music dan Etnik Klasik Sigurgur Beach Simanindo

Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 21:15 WIB
1.522 view
Modern Music dan Etnik Klasik Sigurgur Beach Simanindo
SIB/Dok
Modern Music - Etnik Klasik: Musisi internasional yang mukim di Belanda Henry Manik berada di Sigurgur Beach di Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Samosir.  Di lokasi itu ditampilkan modern musik dan etnik klasik. 
Simanindo (SIB)
Ragam genre hiburan disuguhkan di Sigurgur Beach di Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Samosir. Musik modern dan etnik klasik dipadukan. Parulian Saragih, pengelola pusat wisata berbasis alam yang menyasal kaum milenial tersebut via pesan singkatnya, Minggu (1/3) menjelaskan, penampilan musisi yang menyuguhkan musik modern tetap lebih mengedepankan etnik klasik.

“Modern music kan bagian dari akulturatif budaya pop. Tapi, dalam maksud melestarikan warisan leluhur, mulai dari perkusi dan warisan nonbenda, yang etnik klasik beroleh posisi lebih,” jelas Parulian Sargih didampingi Jolly Sulaeman Sitanggang dan Eddi Lee yang datang dari Jakarta menikmati keindahan alam sekitar

Dalam memberi warna di industri kreatif, Henry Manik menikmati liburan di Sigurgur Beach. “Bersama alam, seni terlestarikan. Samosir dan Danau Toba adalah warisan utnuk dunia,” jelas musisi kelahiran Samosir yang kini bermukim di Belanda tersebut
Kehadiran Henry Manik di Indonesia dalam persiapan menggelar pesta musik internasional di Samosir, yang rutin diadakannya pada Agustus. “Setelah beberapa kali sukses dengan datangnya arits manca negara, kali ini harus pula lebih maksimal,” tulis pekerja seni berambut panjang tersebut, setelah sampai di Belanda, Senin (2/3).

Menghabiskan petang di Sigurgur Beach dengan hamparan pasir putih yang berkilau ditimpa matahari Danau Toba, Henry Manik merasakan keindahan dan kedamaian karena menyatu dengan alam.

Parulian Saragih mengatakan, tampilnya mudik modern dan etnik klasik di Cafetaria Sigurgur Beach bersama kuliner khas mulai dari kopi Samosir hingga camilan yang sudah jarang ditemui. “Ingin menjadikan Sigurgur Beach pusat pelestarian industri kreatif,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, ia pun menekankan pada idealisme berdasar nasionalisme yakni ingin menularkan pada generasi muda.

Caranya dengan membangun sejumlah lokasi yang diselaraskan dengan selera kids era now, lokasi tersebut menjadi Instagramable. “Sudut selfie terindah ya... di Sigurgur Beach,” tutup Parulian Saragih.(Rel/R9/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Pemkab Simalungun Gelar Rakor TP2DD

Pemkab Simalungun Gelar Rakor TP2DD

Simalungun(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menyelenggarakan Rapa Koordinasi (Rakor) High Level Meeting (HLM) Tim Perc

Menantu Tikam Mertua di Torgamba

Menantu Tikam Mertua di Torgamba

Torgamba(harianSIB.com)Seorang Ibu. Rumah Tangga (IRT), Nurlan Pasaribu (46) warga Dusun Asahan, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel,