Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026
Film Bulan di Atas Kuburan

Romansa Asrul Sani - Sitor Situmorang Diaktualkan Rio Dewanto - Atiqah Hasihollan dan Andre Hehanusa di Danau Toba

- Kamis, 28 Agustus 2014 11:18 WIB
2.037 view
 Romansa Asrul Sani - Sitor Situmorang Diaktualkan Rio Dewanto - Atiqah Hasihollan dan Andre Hehanusa di Danau Toba
Sutradara Film Bulan di Atas Kuburan Edo Wahyu Fahreza Sitanggang bersama pemain seperti Rio Dewanto, Atiqah Hasihollan.
Jakarta (SIB)- Edo Wahyu Fahreza Sitanggang sedang menggarap film Bulan di Atas Kuburan. Tahun 1973 sineas Asrul Sani mengerjakan film dimaksud dan berhasil menjadi trend setter di Indonesia. Tahun 2014, sutradara muda yang juga berprofesi penata suara dalam sejumlah film Indonesia itu menggarap ulang film dimaksud. Bedanya, untuk kali ini, Edo Sitanggang menekankan pada romansa Asrul Sani - Sitor Situmorang yang diaktualisasikan ke selera masa kini melalui peran orang-orang muda sekarang seperti Rio Dewanto, Atiqah Hasihollan dan Andre Hehanusa.

Seting lokasi di banyak tempat di Indonesia bahkan di luar negeri, termasuk di Danau Toba, Parapat, Sumut. "Diperkirakan Oktober sudah selesai," kata sutradara jebolan sekolah sinema terkemuka di Singapura itu.

Danau Toba tak hanya obyek yang seksi bagi sutrada tapi memang sesuai skenario Bulan di Atas Kuburan berasal dari tempat tersebut. Edo Sitanggang pernah menggarap film dukomenter tentang Danau Toba untuk pasar internasional.

Bulan di Atas Kuburan menjadi debut Edo sebagai sutradara. Selama ini, Edo dikenal sebagai penata suara sejumlah film, seperti Emak Ingin Naik Haji yang populer tersebut disusul Selamat Pagi, Malam yang penuh satire dan Identitas. Pria berdarah biru dari garis ibunya dan Pematangsiantar asal ayahnya itu pun memproduseri beberapa album musik dan terakhir menjadi produser film Toilet Blues karya Dirmawan Hatta.

Karena menggarap film sesuai selera namun tetap memiliki pesan moral, Edo Sitanggang memadukan aktor senior dengan bintang pujaan dekade abad XXI seperti Rachmat Hidayat, Kusno Sudjarwadi, Aedy Moward, Kris Biantoro, Sofia WD, Chitra Dewi, Sam Suharto, Muni Cader, Mutiara Sani dan Yana Yuanita. Aedy Moward bahkan meraih Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 1975 sebagai pemeran pembantu pria terbaik. Dalam festival yang sama, film Bulan di Atas Kuburan  mendapat Plakat H Usmar Ismail untuk kategori Film Aktuil Masyarakat Terbaik.

Tidak semua pemain lama dilibatkan tapi untuk akting saat ini, selain para bintang pujaan seperti ditulis di atas, para pesohor dewasa ini berakting seperti Donny Alamsyah, Tio Pakusadewo, Anisa Pagih, Ria Irawan, Ayushita dan Ray Sahetapy.

Dikatakan romansa Asrul Sani - Sitor Situmorang karena film terdahulu skenarionya dikerjakan kedua sastrawan yang sudah mengantungi puluhan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Sitor pernah membikin sajak berjudul Malam Lebaran yang isinya cuma sebait: Bulan di Atas Kuburan. Skenario dan film dimaksud dinilai sebagai karya terbaik Asrul Sani, selain Apa jang Kau Tjari Palupi.

 Skenario saat ini dikerjakan Dirmawan Hatta yang sekaligus menjadi sutradara pendamping. Kerja sama Edo Sitanggang dan para sineas dalam film ini sudah demikian padu.

Ada memori penyambung seperti benang merah dalam film ini karena Atiqah Hasihollan berakting sebagai tokoh Mona. Perempuan berdarah Arab yang menghabiskan sebagian usianya di Australia itu adalah keponakan  Asrul Sani. Bulan di Atas Kuburan menjadi film kelima dibintangi Atiqah dan Rio. Pasangan suami istri ini pernah berkolaborasi dalam Pintu Terlarang (2009), Hello Goodbye (2012), film 2014 (2013) dan Me & You vs The World (2014).

Bulan di Atas Kuburan mengisahkan dua pemuda Batak, Tigor dan Sahat, yang merantau ke Jakarta untuk mencari kehidupan baru. Mereka tinggal di rumah Sabar, teman sekampungnya yang tinggal di sebuah gang kumuh. Bertiga, mereka berusaha menaklukkan ibu kota tapi tragedilah yang kemudian menimpa mereka. (t/r9/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru