Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 02 Mei 2026

PS El-Shaddai Medan Berjaya di Singapore International Choral Festival

- Jumat, 29 Agustus 2014 12:40 WIB
2.439 view
PS El-Shaddai Medan Berjaya di Singapore International Choral Festival
Paduan Suara El-Shaddai USU - Medan berjaya di Singapore International Choral Festival
Singapura (SIB)- Paduan Suara (PS) El-Shaddai USU - Medan berjaya di Singapore International Choral Festival (SICF), Kamis - Minggu, (21 - 24/8). PS dengan konduktor Rudolf Aristiteus Nababan itu memenangi dua kategori yang diikuti yakni kategori Mixed Choir dan Folklore. Prestasi tersebut menggenapi raihan yang pernah dicapai PS dengan ketua BPH Aprinsyah Panjaitan dan sekretaris Mega Desi Lumbangaol tersebut.

Sebagaimana diketahui SICF diikuti PS terkemuka dari sejumlah negara di Asia seperti Malaysia, China, Hongkong, Singapura, Taiwan dan Macau. Dari Indonesia, ikut dalam perlombaan Purwacaraka Music Studio, Solo Cantabile Cantora, Global Prestasi School, Universitas Pancasila serta VOG HKBP Medan.

Ketua Panitia PS El-Shaddai USU Goes to SICF Mulroni Manalu SSi didampingi sekretaris Theresia Batubara mengatakan, PS El-Shaddai USU berangkat dengan kesempurnaan tampil untuk festival tapi harus menghadapi ragam perjuangan yang bersumbu pada pendanaan. “PS El-Shaddai USU melakukan bazaar koor dengan mengunjungi gereja dan mencari dana semampunya,” cerita Humasy PS El-Shaddai USU Handi Waruwu, Kamis, (28/8), sekembali dari Singapura.

Kegiatan dibuka di Art Centre dan saat kompetisi diadakan di SCO Concert Hall serta Victoria Concert Hall. Menginap di mes gereja dengan tarif seperti hotel mewah jika di Medan, PS El-Shaddai USU sudah memprediksi bakal menang. Soalnya, lagu yang dibawakan dengan aransemen versi festival kali ini sudah memenangi perlombaan tingkat internasional sebelumnya. “Yang dipoles adalah gerakan personel PS El-Shaddai USU saat kompetisi, seperti untuk lagu  Janger dari Bali disusul Luk-luk Lumbi dari Banyuwangi dan Sik-sik Sibatumanikam dari Batak,” tambah Otita Banuarea.

Untuk kategori Mixed Choir, lagu  yang dibawakan Io Mison Giovinetta dilanjut dengan Convencion of Soul dan Apress un Reyokh. Saat menunggu pengumuman penutupan di Esplanade Concert Hall, penasihat PS El-Shaddai USU Rudolf Sitorus yang dosen Prodi Arsitektur FT USU menyemangati personel. “Puji Tuhan,  kerja keras berhasial maksimal,” tambah Mulroni Manalu sambil mengucapkan terima kasih pada pihak yang mengapresiasi PS El-Shaddai USU hingga bisa ikut ke SICF seperti Esron Sianipar, Rediman Sialalhi, Hendry Pasaribu, dr Ronni Sidik, dr Leo Simanjuntak, Daulat Tarigan, Dr JS Khoman, Eric Aruan, Dimpos Sihombing, Hasnan Chanderson, Nelson Batubara, Jimmy Pasaribu, Timbul Pasaribu, orangtua Prof Maryani Cyecu Tobing, Marniks Hutabarat, Dr Datten Bangun, Sonya Siregar, Ferienta Purba, Nora Tarigan, ester Limbong dan DPRD Karo. 

Sekembali dari luar negeri, personel PS El-Shaddai USU kembali ke tugas mulia yakni menjadi evangelis di daerah-daerah. “PS El-Shaddai USU sudah bertekad menjadi garam dan terang melalui suara dan pengabdian,” tutup Mulroni Manalu. (rel/r9/i)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru