Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Gubuk Jazz Pekanbaru, Jazz Rasa Multi Etnis

- Sabtu, 29 November 2014 17:02 WIB
736 view
 Gubuk Jazz Pekanbaru, Jazz Rasa Multi Etnis
Gubuk Jazz Pekanbaru: Mendekatakan jazz melestarikan musik etnik
Pekanbaru (SIB)- Pekanbaru memiliki komunitas jazz dinamai Gubuk Jazz. Didirikan 17 Agustus 2011 oleh pelakon jazz multi etnis yakni Muhammad Ikhsan, Reza Kagama Girsang, Teddy Mahintara dan Adi Kurniawan. Dalam kiprahnya, menggandeng sejumlah jazzer dari Jakarta, komunitas yang bermarkas di Gilang Ramadhan Studio Band Jl Mangga 25 Sukajadi, Pekanbaru, Riau tersebut menjadikan provinsi kaya budaya Melayu tersebut makin berwarna.

Tengoklah penampilan Gubuk Jazz dalam acara youthpreneur bergabung dengan XL Usahawan di Universitas Islam Riau, Kamis, (21/11). Meski tampil minimalis namun menyuguhkan jazz manis. Wiwid Wijanarko menampilkan jazz pop yang menghentak ratusna pengunjung. Simak lagu Just to a Fist disusul I Will Fly yang menghentak.

Berpersonel Ayu Desforani, Nai Nasrul di vokal, Andri Rizky Putra, Rendri Hafiz Widianto, Adi Kurniawan dan Buce Budiani di bass, Wahyu Widjanarko di bonggo, penampilan memberi kenikmatan tersendiri. “Di Riau yang kental budaya Melayu namun karena geografisnya berada di lintasan antarbangsa, penikmat jazz tumbuh seiring dengan lestarinya budaya setempat,” cerita Wiwid Wijanarko.

Dengan alasan itu pula Wiwid bergabung dengan Gubuk Jazz.  “Kita yang bergabung di sini ingin memberi warna,” ujar ibu dari Keyata yang menghabiskan sebagian dari usianya di Jakarta itu.

Perempuan yang menimba ilmu di SD Islam, SMP 89 Jakbar, SMAN16 Jakbar, D3 Trisakti itu mengatakan, karena jazz adalah musik lintasgenerasi maka harus kerap didekatkan dengan komunitas apapun. “Tetapi Gubuk Jazz tidak mengenyampingkan musik etnik. Ada satu gubahan yang sangat memikat, lagu Pucuk Pisang dengan tak mengubah struktur dan komposisi tapi dibawakan dalam aroma genre jazz,” tandas Wiwid Wijanarko.

Selain tampil dalam komunitas terbatas dan eksklusif, Gubuk Jazz tampil dalam iven besar seperti Jazz The Way We Are yang digelar 27 April 2014. Di kegiatan itu ditampilkan bagaimana jazz masuk dalam lingkup masyarakat. “Dengan seringnya tampil di komunitas apa saja, publik paham kalau jazz itu familiar tapi tetap elegan,” tegas Wahyu Widjanarko sambil mengatakan jazz itu sebenarnya tidak ribet dan sangat bersahabat.

Menyusul penampilan Gubuk Jazz hadir 3 orang muda dari Medan menjadi pembicara untuk sharing usahawan menggunakan komputerisasi berbasis awan yakni Wahyu Hidayat yang mengelola CeritaMedan.Com, Windi Septia Dewi pemilik merek TeriBajakMedan.Com dan Vito Sinaga yang mengibarkan PunyaMedan.Com guna memasarkan t-shirt yang berisi kata-kata kreatif olahannya.

Dalam kegiatan yang dipandu Oloan Martua Radjagukguk si mengelola  CeritaJimmy.Com tersebut,  Vice President XL Regional Sumatera Haryo Wibowo mengatakan, aplikasi Usahawan menyediakan layanan data yang mudah dan murah. Pengguna dapat langsung masuk ke laman www.gerbangusaha.com.

Pada halaman web ini akan ditemukan instruksi bagaimana cara berlangganan. Fitur-fitur yang dapat digunakan di antaranya fasilitas website menampilkan company profile. Selain itu, fasilitas web bisa langsung dikonversikan menjadi media e-commerce, fasilitas email maupun dengan fasilitas penyimpanan data.

Untuk melakukan setting, pengguna dapat memanfaatkan smartphone berbasis Android, Apple, ataupun Windows. Selain itu, melakukan setup tidak harus melalui laptop atau PC walaupun hal tersebut juga bisa dilakukan. “Di aplikasi Usahawan menjadi ajang sharing seluruh mata kegiatan, termasuk industri kreatif berbasis teknologi digital,” tutupnya. (t/rel/r9/h)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru