Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Rita Butarbutar dan R ‘n B, Steven Wilson dari Afrika Isi Perayaan Puncak Tahun Remaja Pemuda HKBP 2014 di Medan

- Minggu, 30 November 2014 16:56 WIB
680 view
Medan (SIB)- Rita Butarbutar dan R ‘n B Trio serta puluhan artis dari Jakarta mengisi puncak perayaan Puncak Tahun Remaja Pemuda HKBP 2014 pada Minggu, (30/11) di Gedung Serba Guna Pemprovsu Medan. Bersamaan dengan itu hadir  Steven Wilson. Pria yang sangat populer di dunia kidung pujian itu tampil bergenre akapela namun diselingi full band. Sebelum tampil di ibu kota Sumut, Steven Wilson membuat studi kecil guna  menyelami tata pergaulan remaja Batak di Medan.

Musisi warga Belanda berdarah Suriname - Afrika itu berada di Sumut untuk kaitan sebagai penghibur utama di Perayaan Puncak Tahun Remaja Pemuda HKBP 2014, Minggu, (30/11) di Gedung Serba Guna Pemprovsu Medan. “Saya berharap, kekerabatan dan kepatuhan remaja Batak dalam hal ini yang memercayai Yesus Kristus sebagai juru selemat dan membawa ke kehidupan kekal abadi, memedomani nafas kesehariannya dengan kearifan lokal khususnya yang ada dalam budaya Batak. Itu luar biasa,” ujarnya, Jumat, (28/11) di kediaman Ketua Umum Perayaan Puncak Tahun Remaja Pemuda HKBP 2014 Dr Januari Siregar SH MHum.

Didampingi sejumlah tokoh pemuda lintasdenominasi gereja seperti Ridwan Manurung SH MSi, St Parningotan Simbolon SH MKn, Lenny Siregar SH MKn, Ronny Sitorus SE, Viktor Silaban SE MM, Pdt Tampak Hutagaol STh, Edward Manik ST, Jan Simanungkalit dan Drs Lamhot Simamora, Steven Wilson mengatakan bahwa sebagian usianya dihabiskan di panggung hiburan dalam maksud melayaniNya. “Kehidupan di Barat, kini kering karena Injil sudah tak lagi menjadi pedoman. Tetapi, banyak orang muda mulai mencariNya kembali,” tandasnya sambil mengatakan sebelum suasana batin remaja di Barat terjadi di Indonesia, khususnya di lingkungan remaja/naposo HKBP pribadinya mengajak semua orang memegang teguh budaya dan agama yang diyakininya.

Mencontohkan dirinya, Steven Wilson mengatakan, masa kecilnya dihabiskan di Belanda  yang dilukiskan berbudaya dan beradat serta beragama tapi kekerabatan semakin kurang karena individualisme. “Di Suriname, kearifan lokal menyentuh kebudayaan Jawa, Indonesia. Itulah sekarang yang saya selami di sini, tapi dalam cakupan budaya Batak,” tandasnya dengan Bahasa Indonesia campur Inggris dan Belanda  yang diterjemahkan pendampingnya.

Mengenai kegiatan seperti disebutkan di atas, Januari Siregar mengatakan, utusan dan tim dari mancanegara yakni dari New York, Singapura, Kuala Lumpur, Philipina, Australia, Thailand dan salah satu negara Afrika, telah tiba. Dengan perayaan kali ini, sambung Ridwan Manurung, kegiatan  untuk menghidupkan motto HKBP marsitangiangan, marsihaposan, marsiurupan dapat tercapai maksimal. Apalagi dalam maksud agar remaja / NHKBP mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung semakin membangkitkan kreativitas remaja dan pemuda di gereja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (r9/q/r)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru