Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Meriah, Annual Thanksgiving Day untuk Orthodox Christian Society - Australia

- Senin, 08 Desember 2014 16:26 WIB
356 view
Meriah, Annual Thanksgiving Day untuk Orthodox Christian Society - Australia
Cantata Choir dan Spirituoso Choir bersama President of Saint Paul Teological College of Medan Fr Dr Chrysostomos P Manalu MTh MM, Adolfina E Koamesakh MTh MHum dan para pendidik di STT St Paul Medan.
Medan (SIB)- Setelah lebih sepekan, 28 November - 5 Desember 2014, menggelar bakti sosial di sejumlah tempat di Sumut, Sabtu (6/12), rombongan ahli ragam disiplin ilmu yang terwadah dalam Orthodox Christian Society - Australia kembali ke negaranya. Sebelum meninggalkan Indonesia, tuan rumah — Yayasan Sahabat Iman Orthodox Indonesia - Saint Paul Teological College of Medan — mengadakan Annual Thanksgiving Day di kompleks Gereja Orthodox Paroki Agios Dimitrios Jalan Kapt Pala Bangun Medan.

Menjamu tetamu dari luar negeri, di kegiatan yang dihadiri ratusan undangan, digelar ragam kesenian. Beda dengan acara yang kerap dilakukan, kali ini, bahasa yang digunakan adalah bahasa Yunani dan Inggris. Keunikan pertunjukan, meski menggunakan pentas yang ditata musisi dan dosen mata kuliah Musik Gerejawi Nathanael Wasiono namun acara yang diantar rombongan MC — di antaranya Donald Steven, Ktran Manalu, Daniel Sitanggang, Senila Hulu, Astria Sihombing, Perdita Gulo, Rini Tarigan dan Lamria Saragih — itu diadakan tanpa batas. Antara penonton dan artis penampil tak berjarak, bahkan dimungkinkan berkomunikasi dan dipenuhi humor. Skenarionya memang seperti pertunjukan Lenong Betawi yang girang tapi tak garing.

Kegiatan dimulai dengan Misa Orthodox yang dipimpin Uskup Agung Orthodox Asia Pasifik berkedudukan di Singapura. Setelah ritual protokoler, kegiatan dilanjutkan dengan reflexion word yang dinukil dari Psalm 30: 1 - 16. Meningkahi keheningan panjang dan kekhusyukan doa, dilanjutkan dengan Spirituoso yang melantunkan Locus Iste.

Theme of Song dari remaja paduan suara tersebut semakin mengundang ketakjuban ketika Cantata Choir melantunkan hal serupa dengan gaya pentatonic, lebih bersemangat dengan gerak dan lagu riang tapi tak beranjak sedikit pun dari pakem lagu yang sudah baku dalam pertunjukan orkestra tersebut.

Sejumlah lagu riang dalam format opera dilanjutkan dengan tampilnya lagu melalui doa (Giving the Offering) bertajuk God Created. Pentas kemudian diisi Adante Choir yang membawakan Suci Suci Suci. Dari judulnya termaktub syair Indonesia. Benar, lagu tersebut dibawakan dalam irama Nusantara tapi mengetengahkan dialog Yunani yang dilanjutkan dengan lagu Still. Dialog berbahasa Greek yan diterjemahkan Adolfina Koamesakh terdengar eksotis.

Membalas pujian yang disuguhkan tuan rumah, tetamu dari Australia yakni Dr Jhon dan rekannya ikut juga berdendang. Yang dibawakan adalah lagu berbahasa Yunani. Dendangan tersebut lebih dekat dengan pujian khas Orthodox yang syahdu tapi disambut riang oleh tuan rumah.

Di penghujung kegiatan, Cantata Choir dan Spirituoso Choir kembali tampil. Dengan konduktor Cicin Hutabarat lagu tersebut berasa dangat enerjik. Apalagi ada hal yang menghejutkan dari personel paduan suara yakni Idealisman Waruhu yang memainkan bonggo dari galon air minum mineral. Meski dari bahan plastik keras, bunyi yang disuguhkan berasa indah.
Cantata Choir mengungguli penampilannya tapi Spirituoso Choir lebih manis dengan koregrafer gerak. “Langkah yang sempurna dan luar biasa. Satu  paduan suara tak hanya mampu bernyanyi dengan baik tapi dengan gerak koreografi yang sempurna,” urai Natanael Wasiono dan diaminkan Dr Adolfina E Koamesakh MTh MHum, satu dari sedikit cendikiawan perempuan Kristen Indonesia yang pernah menjadi pembicara di Yunani.

President of Saint Paul Teological College of Medan Fr Dr Chrysostomos P Manalu MTh MM dalam sambutan penutupnya mengatakan, apa yang ditampilkan tak semata untuk memberi penghormatan tinggi pada tetamu yang mengabdikan diri dalam kegiatan sosial di daerah ini, tapi muaranya adalah memuliakanNya.
Sebelum beranjak sila dari lokasi, tetamu dari benua kanguru  — di antaranya Jhon Psariomatis, Andrew Psarommatis, Ignatius, George, Gregorius, Pahomios, Pandeleimon, Christos dan Stylianos — diulosi. (r9/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru