Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Sri Sayang Pasaribu Rekaman di Usia Tak Muda

- Rabu, 10 Desember 2014 18:16 WIB
878 view
Jakarta (SIB)- Berkreasi tidak memandang usia. Begitulah yang ditunjukkan Sri Sayang Pasaribu. Di usia 46 tahun, tiba-tiba mengejutkan pecinta musik pop Batak dengan meluncurkan album perdananya, "Sudung ni Holong".

Perempuan, kelahiran Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara itu me-launching albumnya di Toba Dream Jakarta. Sejumlah undangan hadir, antara lain pengamat musik, tokoh Batak dan kalangan dekat keluarga dan para sahabat. Dia didampingi anak-anak dan suami tercinta yang juga bertindak sebagai executive producer, Komari Haryanto.

Sri Sayang mencurahkan sukacitanya bisa mencicipi dapur rekaman dalam usia yang tak lagi muda. Di samping keinginan untuk menyalurkan hobi, aktivitasnya sekarang adalah untuk mengekspresikan kecintaannya terhadap lagu-lagu Batak. "Saya sangat mencintai lagu Batak. Mudah-mudahan, dengan hadirnya album ini, mampu memberi warna bagi khasanah musik pop Batak,” jelas artis yang menyumbangkan beberapa lagu dari albumnya, antara lain "Oh Bulan na di Ginjang", "Cintakki Holan tu Ho", dan "Pikkiri".

Suara merdunya diiringi band  Andolin Sibuea dan kawan-kawan. Penampilannya  membuktikan bahwa Sri bukan penyanyi karbitan. Bahkan, menurut beberapa wartawan musik yang hadir dalam acara, suara live Sri jauh lebih bagus ketimbang dalam album rekaman.

Bernyanyi, adalah hobinya sejak muda. Hanya saja, dia mengaku tidak pernah mengambil kesempatan mengikuti lomba atau kontes menyanyi, kecuali meramaikan "pensi" atau pentas siswa di sekolah, karena lomba atau kontes menyanyi pada masa mudanya tidak semenjamur sekarang.

Sri Sayang menamakan albumnya "Sudung ni Holong" yang diartikan kasih tak berkesudahan. Seluruh lagu dalam album adalah pilihannya sendiri, terdiri dari 10 lagu lama bertema cinta dan kasih sayang keluarga. 

"Oh Bulan na di Ginjang" diurutkan di atas, disusul "Cintakki Holan tu Ho" (Hady Rumapea), "Beha Padungdung Bulung" (Nahum Situmorang), "Boasa Ikkon Pajumpang" (Benny Panjaitan), "Boan Sai Boan" (Ismail Hutajulu), "Pikkiri" (Dakka Hutagalung), "Didia Rokkaphi" (Dakka Hutagalung), "Boasa Dung Botari" (Nahum Situmorang), "Buni di Ate-ate" (Dakka Hutagalung)", dan "Tangiang ni Dainang" (Tagor Tampubolon). 

   Album ini diproduksi PT BCI Record, aransemen Andolin Sibuea, dengan produser Ratu Mona Sibarani.

Pada acara launching, advokat yang juga anggota DPR RI Junimart Girsang, yang sama-sama berasal dari Sidikalang juga menyumbangkan suaranya. Artis yang  hadir dan menyumbangkan suaranya adalah Putri Silitonga. (G1/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru