Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

Rilis Album Father & Son, Bunthora Situmorang Rayakan Natal di 3 Benua

- Sabtu, 27 Desember 2014 16:53 WIB
2.277 view
Rilis Album Father & Son, Bunthora Situmorang Rayakan Natal di 3 Benua
Batam (SIB)- Natal 2014 memberi berkah berlimpah pada Dr Bunthora Situmorang. Sepanjang hari selama Desember, mantan personel trio yang pernah paling populer di Indonesia — bersama Jak Marpaung dan Hilman Padang — itu mengisi hiburan untuk memuliakanNya dalam perayaan kelahiran Sang Penebus Dosa Dunia. Tepat 25 Desember, Bunthora Situmorang menolak job pementasan karena harus ke gereja. “Aku kebaktian di Gereja HKBP Sudirman,” ujarnya melalui pesan singkat.

Meski tidak membuat panggung hiburan namun fan penyanyi legendaris itu minta foto bareng hingga waktunya banyak tersita bersapa dengan penggemar.

Padahal, niatnya, pada 25 Desember diisi penuh silaturahim dengan warga yang berurusan dengan Sang Pencipta. “Yang pasti, aku bersuka sebab Natal memberi berkah,” ujarnya sambil menegaskan di tahun ini merayakan X’mast di tiga benua yakni bernyanyi di Paris, Eropa terus berpindah ke Amerika dan Indonesia yang bagian dari Asia. Di Tanah Air, Bunthora pun seperti ‘gasing’. Mulai dari Jakarta, Bandung, Bogor beraling ke Batam, bergeser ke Pekanbaru, melintas ke Rantauprapat, balik ke Jawa kemudian ke Medan. Uniknya, saat bernyanyi di Medan bersama Putri Ayu Silaen, di Akbid Senior Medan, Bunthora Situmorang justru bertemu dengan sejumlah kawan lama. “Tuhan itu bekerja, sugnguh bekerja di Natal ini. Tak sangka ketemu dengan sahabat lama yang orangtuanyanya adalah penggemar Bunthora. Lucunya, anak sahabatnya itu pun penyuka suaraku. Jadi, pertemuan 3 generasi melalui suaraku yang anugerahNya,” ujar Bunthora yang hari ini, Sabtu, (27/12), menjadi penyanyi bekesaksian dalam Natal Oikumene Tebingtinggi dan sebelumnya di Serdang Bedagei. “Ini pertunjukan istimewa karena menandai usiaku 74 tahun!”

Meski terus bekerja seperti mesin tanpa henti — yang paling menguran tenaga ketika konser di Batam, siangnya di Pekanbaru dan malamnya di Rokan Hulu — tidak ada rasa penat. “Karena semua untuk memuliakanNya,” ujarnya sambil menegatakan dalam hal itu secara pribadi telah menyiapkan putranya, Ir Anjulala Propendi Parulian Situmorang, mendampinginya di industri hiburan dalam duet Father & Son.

Dalam album berusi 10 lagu tersebut —Tunda Putusanmu, Ranah Minang Tertawalah, Bingung, Mikir Tujuh Kali, Ijinlah, Tergila-gila, Apalagi Alasanmu, Kini Baru Kusadari, Salahkah Aku Cemburu, Bercinta Dalam Khayal dan Anak Medan Ini, Bung — banyak pesan moral yang ditularkannya. Salah satunya lagu Tunda Putusanmu. Saat membawakan lagu itu di Paris, seorang Helena Simanjuntak tak jadi cerai karena memahami dampat perceraian.

Lagu lainnya adalah Anak Medan Ini, Bung yang bercerita soal perjalan hidup Bunthora Situmorang saat menjadi pengembara di ibu kota Sumut. Tahun 1961, Bunthora memang berada di pergaulan anak muda di Medan. Hidup bertetangga bersama orang Minang membuatnya mahir berbahasa Sumatera Barat hingg lahir lagu Ranah Minang Tertawalah yang rancak lengkap dengna perkusi Minang. “Bahkan ketika berkendara di Medan dan dicegat macet, lahir lagu,” kenangnya tentang lagu dalam album tersebut.

BerkahNya yang lain, pria yang menyunting Ny Patiana Naibaho sebagai istri tersebut adalah semua anak sarjana. “Nanti, genap usia 75 tahun, sudah disipakan buku Menatap Hari Esok yang menginpirasi semua orang untuk menatap hari esok. Hari esok yang penuh rencana,” ujar pria kelahiran Sabulan, Samosir.
Meski dalam usia yang relatif banyak namun Bunthora terus produktif mencipta dan membawakan lagu. Uniknya, lagunya tak lekang dimakan zaman, termasuk lagunya yang bergenre dewasa ini. “Dengan produktivitas itulah saya diberi gelar doktor,” kenangnya sambil mengatakan dengan kepercayaan pihak lain itu pula membuatnya harus tetap berkreatif tanpa syarat.

Contohnya ketika lagu Dang Lepelmu Au Ito — pertama kali dibawakan Simanjuntak Stars — dan dibawakannya bersama Joel Simorangkir dan Charles Simbolon. Lagu itu semakin mengena dengan era sekarang. (t/r9)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru