Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Lagu "Manangiangkon Au" Terwujud dari Besarnya Dedikasi Personil Permata Trio

- Senin, 23 November 2015 18:18 WIB
5.934 view
Lagu
SIB/Dok
Personil Permata Trio, Maradu Sitanggang, Gortap Simbolon Md dan Charly Gunawan Butarbutar.
Medan (SIB)- Satu lagi kelompok  vokal asal Kota Medan meramaikan blantika musik pop nasional utamanya etnik Batak.  Meski masih berusia belia, namun Permata Trio yang terbentuk tahun 2012 lalu itu telah menghasilkan 2 album. Baru-baru ini trio yang digawangi Maradu Sitanggang, Gortap Simbolon Md dan Charly Gunawan Butarbutar itu kembali merilis album kedua yang proses rekamannya langsung di Jakarta.

Uniknya, meski album kedua itu  baru dirilis sebulan lalu, namun sejumlah lagu dari album itu terutama “Manangiangkon” telah lebih dulu populer sejak awal tahun 2015. Lagu itu  disukai banyak kaum muda Batak di Kota  Medan terutama kawasan Tapanuli melalui Youtube.

Situasi itu menjadi dilema bagi personil Permata Trio. Di satu sisi, lagu-lagu dalam album kedua itu banyak diminati dan nama trio itu sudah dikenal dan kehadirannya ditunggu banyak orang. Artinya dari sisi mendongkrak kepopuleran tentunya memang itu yang diinginkan seluruh penyanyi dan artis. Tapi yang menjadi dilema adalah produser dan manajemen  Permata Trio menghadapi kendala dalam menghabiskan ribuan keping CD album mereka ke pasaran.
"Kita pun terkejut siapa yang mengunggah beberapa lagu dari album kita ke Youtube," ujar Gortap Simbolon saat beremu SIB di Medan baru-baru ini setibanya dari Jakarta bersama seluruh personil Permata Trio.

Dari perbincangan dengan Gortap dan Maradu terjungkap bahwa Permata Trio berdiri tidak sekedar didasari bakat dan hobi, tetapi besarnya dedikasi tiga sahabat itu untuk total menekuni jalur musik menjadi pilihan hidup mereka. Karena dedikasi itu pula seluruh vokalis Permata Trio rela mengorbankan waktu, tenaga, materi bahkan meninggalkan profesi mereka masing-masing.

Menurut Gortap  yang alumnus Universitas Sisingamangaraja XII itu, Permata Trio berdiri tahun 2012 dalam perjalanannya akhirnya  berevolusi hingga saat ini personilnya terdiri dari Maradu Sitanggang,  Gortap Simbolon dan Charly Gunawan Butarbutar.  Awalnya mereka berteman dan sering nongkrong di beberapa lokasi di kawasan Tanjungsari, kedai-kedai tuak hingga cafe-cafe musik.

Sering bertemu dan nyanyi bareng mereka menjadi berusaha at dan akhirnya serius mengembangkan Permata Trio. Meski banyak job manggung di gedung resepsi hingga sejumlah cafe, ketiganya tidak cepat berpuas diri tetapi ingin membuat album sendiri.

Karena tekad, pengorbanan dan komitmen akhirnya mereka bisa membiayai album mereka itu dengan mengumpulkan penghasilan yang mereka peroleh dari manggung, ditambah dukungan para sponsor. Karena komitmen dan dedikasi bermusik itu pula Maradu bulat meninggalkan pekerjaannya di salah satu industri di Belawan dan Charly putus kuliah dari Jakarta.

Salah satu lagu yang bisa menggambarkan perjuangan mereka untuk menggapai sukses adalah "Parsaoran" yang mengisahkan lika-liku salah satu pengusaha memulai usahanya dari nol. Lagu itu menggambarkan kesuksesan tidak bisa diraih hanya mengandalkan kepintaran dalam ilmu pengetahuan saja tapi harus bijak dan memiliki pergaulan.

Lagu lainnya di album kedua Permata Trio yang juga jadi andalan mereka adalah "Dang Penghianat Au" (ciptaan William Naibaho). Lagu ini juga mengisahkan  anak muda yang selalu dicurigai kekasih yang terlalu mencintainya. "Selain tema percintaan, lagu ini bisa juga menegaskan adanya komitmen yang kuat dalam persahabatan maupun bisnis," ujar Maradu lagi.(R15/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru