Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 11 Juni 2026

Penggunaan Vape pada Remaja Bisa Tingkatkan Risiko Merokok

Redaksi - Minggu, 09 Agustus 2020 16:44 WIB
527 view
Penggunaan Vape pada Remaja Bisa Tingkatkan Risiko Merokok
©iStockphoto
Ilustrasi Wanita Mengisap Vape.
Selama ini, vape atau rokok elektrik selalu dianggap sebagai pilihan yang lebih baik dibanding rokok tradisional. Jenis rokok ini dianggap lebih sehat dan memiliki risiko kesehatan lebih rendah.

Namun suatu penelitian terbaru mengungkap bahwa vape bisa berdampak buruk terutama pada remaja. Dilansir dari Indian Express, remaja yang menggunakan rokok elektrik atau vape bisa melipatkan risiko mereka mulai menggunakan rokok tradisional setelahnya.

Penelitian ini dilakukan oleh European Association of Preventive Cardiology (EAPC). Penelitian ini mencoba mengumpulkan efek dari rokok elektrik yang tidak seperti rokok tradisional ini.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa rokok elektrik bisa meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, mengubah dinding arteri sehingga lebih kaku, serta mengurangi fungsi pembuluh darah. Sejumlah hal ini merupakan faktor risiko pengumpalan darah dan lemak di dalam dinding arteri yang menjadi penyebab serangan jantung.

Menggunakan vape juga diketahui memiliki dampak buruk pada paru-paru dan menghambat perkembangan janin saat kehamilan. Sejumlah penelitian juga mencoba melihat kemungkinan pengaruh kebiasaan ini dengan munculnya kanker.

"Penggunaan vape dipasarkan pada remaja dan industri rokok menggunakan selebritis untuk mempromosikannya sebagai hal yang lebih sehat dibanding rokok," terang professor Maja-Lisa Lochen dari UiT The Arctic University of Norway, Tromso.

"Dibutuhkan tindakan secepatnya untuk menekan penggunaannya pada anak muda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa rokok elektrik berbahaya bagi kesehatan," sambungnya.

Lebih lanjut, Prof Lochen mengatakan bahwa dampak lebih lanjut dari rokok elektrik ini masih belum diketahui. Oleh karena itu perlu dilakukan aksi segera.

"Rokok elektrik relatif merupakan produk terbaru dan dampak panjangnya masih belum diketahui," tandasnya. (Merdeka.com/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru