Dr RE Nainggolan: Tapasada Academy Program Brilian Tingkatkan SDM dan Ekonomi di Tapanuli Utara
Medan(harianSIB.com)Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Dr. RE Nainggolan menilai, program Tapasada Ekonomi yang merupakan implementasi program
Jakarta(harianSIB.com)
Di tengah banyaknya pilihan produk nutrisi anak di pasaran, orang tua diimbau untuk tidak hanya terpaku pada klaim yang tertera di bagian depan kemasan. Membaca dan memahami daftar komposisi produk dinilai menjadi langkah penting agar pilihan nutrisi sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Pesan tersebut disampaikan Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K).
Menurutnya, pemenuhan nutrisi anak tidak hanya bergantung pada jumlah asupan, tetapi juga kualitas serta keseimbangan kandungan gizinya sejak usia dini.
Prof. Rini menjelaskan, dua tahun pertama kehidupan atau periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan fase yang sangat menentukan bagi pertumbuhan fisik, perkembangan otak dan pembentukan sistem imun anak. Pada masa ini, anak membutuhkan asupan energi, protein, lemak esensial, zat besi, zinc, vitamin, serta mineral lainnya dalam jumlah yang seimbang. Selain nutrisi, stimulasi yang tepat juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang secara optimal.
Baca Juga:Ia menuturkan, salah satu kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan orang tua adalah memeriksa komposisi utama produk sebelum membeli. Dengan membaca daftar komposisi secara teliti, orang tua dapat mengetahui bahan utama, kandungan tambahan, serta menilai apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhan anak.
"Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dan memahami komposisi utama produk," ujar Prof. Rini, melalui siaran pers yang diterima harianSIB.com, Jumat (3/7/2026).
Pada produk nutrisi berbasis susu, misalnya, orang tua disarankan memperhatikan bahan dasar yang digunakan, sumber bahan, serta proses pengolahannya. Informasi mengenai bahan utama hingga proses produksi dapat membantu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kualitas produk.
Agar tidak bingung saat membaca label produk nutrisi anak, Prof. Rini menyarankan orang tua memperhatikan empat hal berikut:
Perhatikan bahan yang tercantum paling awal. Bahan pada urutan pertama umumnya merupakan komponen dengan jumlah terbanyak dalam produk, sehingga dapat menunjukkan bahan utama yang digunakan.
Cermati jenis bahan utama dan sumbernya. Pada produk berbasis susu, orang tua dapat melihat apakah menggunakan susu segar, susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi. Masing-masing memiliki bahan dasar dan proses pengolahan yang berbeda sehingga penting dipahami sebelum memilih.
Kenali gula dan bahan tambahan pangan. Gula tambahan dapat muncul dengan berbagai nama seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, maupun maltodekstrin. Orang tua perlu memperhatikan jenis gula, posisinya dalam daftar komposisi, serta frekuensi konsumsi produk oleh anak.
Baca informasi nilai gizi. Selain daftar komposisi, tabel informasi nilai gizi juga perlu diperhatikan untuk mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral per sajian.
Informasi ini sebaiknya dibaca bersamaan dengan daftar komposisi agar memberikan gambaran yang lebih utuh.
Prof. Rini juga mengingatkan agar paparan gula tambahan pada anak usia dini dibatasi. Konsumsi gula berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas, tetapi juga dapat membentuk preferensi anak terhadap makanan dan minuman manis sehingga mengurangi minat mereka mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur dan buah.
Ia menegaskan, memilih produk nutrisi anak sebaiknya dimulai dari kebiasaan membaca komposisi, memahami bahan utama, memeriksa informasi nilai gizi, membatasi produk dengan kandungan gula tambahan yang tinggi, serta menyesuaikannya dengan usia dan kebutuhan anak.
"Pada akhirnya, tidak ada satu produk yang dapat menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan. Nutrisi terbaik tetap dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang mendukung," kata Prof. Rini.
Ia juga mengingatkan bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan. Penggunaan produk nutrisi anak hendaknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan. (*)
Medan(harianSIB.com)Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Dr. RE Nainggolan menilai, program Tapasada Ekonomi yang merupakan implementasi program
Tebingtinggi(harianSIB.com)Segenap personel Satlantas Polres Tebingtinggi memberikan edukasi tentang pentingnya ketertiban berlalulintas kep
Pematangsiantar(harianSIB.com)Prestasi membanggakan kembali ditorehkan personel Polres Pematangsiantar. Tiga personelnya menerima penghargaa
Labuhanbatu(harianSIB.com)Tim Unit Reserse Kriminal Polsek Bilah Hilir Polres Labuhanbatu meringkus 2 pria yang diduga terlibat dalam pereda
Nisel(harianSIB.com)Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Kepulauan Nias melaksanakan kegiatan sosial, dengan berbagi kasih kepada anakanak di Pa
Sergai(harianSIB.com)Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Serdangbedagai (Sergai) menangkap dua pria yang diduga sebagai pengedar
Simalungun(harianSIB.com)Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Simalungun Sri Wahyuni memimpin rapat koordinas
Medan(harianSIB.com)Dewan Pakar Partai NasDem Langkat Sukardi Darmo menegaskan, terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komis
Belawan(harianSIB.com)Sinergitas TNI dan Polri merupakan kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, termasuk dalam mendukung
Sergai(harianSIB.com)Seorang remaja berinisial D (16), warga Dusun III, Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai (S
Tapteng(harianSIB.com)Suasana ramai terlihat di salah satu warung depan Basarnas Tapanuli Tengah (Tapteng) . Terpantau, warga khusunya kaum
Jakarta(harianSIB.com)Ikatan Alumni Universitas Sumatera Utara (IKA USU) Wilayah Jakarta menyelenggarakan forum diskusi Ngobras (Ngobrol San