Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 26 April 2026

Rakernas Pomparan Si Raja Panggabean di Tapteng Hasilkan Sejumlah Keputusan Penting

* Tumpak Hatorangan : Segera Action, Jangan Sampai Nama Besar Panggabean Sirna
- Senin, 11 Juli 2016 19:59 WIB
2.039 view
Rakernas Pomparan Si Raja Panggabean di Tapteng Hasilkan Sejumlah Keputusan Penting
SIB/Jan Piter Simorangkir
FOTO BERSAMA : Ny DR GM Panggabean R Br Hutagalung foto bersama dengan peserta Rakernas di sela coffee break di Gedung Artha Gabe Sibuluan.
Tapteng (SIB)- Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi dan Sinergi Pomparan Si Raja Panggabean (FKS-Porapi) se-Indonesia di Gedung Artha Gabe Sibuluan-Tapteng, Sabtu (9/7), menghasilkan sejumlah keputusan penting untuk kemajuan pomparan, terutama segi perekonomian.

Rakernas yang berjalan sekitar 6 jam lebih, salah satunya menyepakati operasional koperasi Tri Jaya Gabe yang dibesut oleh ketiga pomparan yakni Lumbanratus, Simorangkir dan Lumbansiagian akan terus dilanjutkan dan dikembangkan ke seluruh wilayah di seluruh Indonesia. Koperasi itu telah mendapat pengesahan dan terdaftar di Kementerian Koperasi dan UMKM di Jakarta. Tidak hanya itu, FKS Porapi dalam waktu dekat akan didaftarkan ke Kemenkumham RI sebagai organisasi kemasyarakatan.

Sejumlah tokoh Panggabean hadir pada Rakernas antara lain, Tumpak Hatorangan Panggabean (mantan Ketua KPK), Janpi Simorangkir, Ny DR GM Panggabean/R Br Hutagalung, Ketua Umum DPN FKS Porapi Sahala Panggabean, Sekretaris Demak Panggabean, Wakil Ketua Tigor Panggabean, Ketua Panitia Rakernas Jadi Simorangkir dan Bendahara Umum Brigjend (Purn) Hasudungan Aritonang.

Sederet tokoh yang lebih muda juga hadir yakni Drs Donver Panggabean MSi (Sekda Pematang Siantar), Ir Jhonson Panggabean MM, Ir Tahan Manahan Panggabean MM, Sahala Simorangkir SPi MMA, Ir Marco Panggabean, Anton Panggabean MSi (anggota DPRD Medan), Pitua Simorangkir (anggota DPRD Taput), Drs Murtama Panggabean, Bongsu Panggabean, Ir Longgam Panggabean, David Panggabean, pengurus wilayah FKS Porapi seluruh Indonesia serta ibu-ibu Panggabean Nasional se-Jabodetabek dan ibu-ibu Panggabean Medan, Deli Serdang dan Pematang Siantar.

"Sebagai upaya untuk mensejahterakan pomparan, salah satunya jalan adalah terbentuknya wadah koperasi. Koperasi Tri Jaya Gabe akan membuka peluang dibukanya unit-unit usaha yang akan digarap para pomparan. Masuk menjadi anggota koperasi juga akan membuka peluang untuk mendapatkan pinjaman modal usaha," kata Ketua Umum FKS Porapi Sahala Panggabean, sebagai pimpinan Rakernas.

Sementara Jhonson Panggabean mengutarakan, pomparan yang bergabung di koperasi akan mendapatkan nilai lebih baik dari sisi komunikasi maupun perekonomian. "Koperasi Tri Jaya Gabe ini akan membuat klusterisasi di setiap wilayah sesuai karakteristik dan andalan produksi, sehingga akan tercipta sinergi untuk mengembangkan unit-unit usaha. Dia mencontohkan, saat tangkapan ikan nelayan di Tapteng dan Sibolga sedikit berlimpah, perlu dibuat cold storage untuk menghindarkan pembusukan, sehingga tetap bernilai ekonomis. Selain itu, kegiatan koperasi akan mengcover industri rumah tangga dan produksi pertanian hingga produksi turunannya agar tetap bernilai ekonomis, seperti pengolahan biji kopi menjadi minuman yang bernilai tinggi.

Senada, Tahan Panggabean berharap, Rakernas akan menghasilkan kesepakatan yang konkrit terhadap kemajuan pomparan dari sisi ekonomi. Dia berjanji, 3 bulan ke depan, minimal 100 KK pomparan Siraja Panggabean di wilayah V meliputi Medan, Deli Serdang dan Pematang Siantar akan masuk koperasi Tri Jaya Gabe, dengan segera menyetorkan uang pangkal dan iuran. "Jangan banyak tanya, jika punguan ini mau maju, mari ikut di koperasi," tandas Tahan.

Keputusan lain, Forum Komunikasi dan Sinergi akan berupaya mengumpulkan donasi dari 1000 orang pomparan Si Raja Panggabean dengan satu juta rupiah per orang, agar terhimpun dana abadi sebesar 1 miliar rupiah untuk membiayai sejumlah kegiatan demi kemajuan pomparan, peranan wanita diikutsertakan dalam setiap kegiatan wilayah dan DPW dapat membentuk FKS di setiap daerah.

Rakernas juga memunculkan gagasan agar dilakukan  penanaman seribu pohon durian di bona pasogit Silindung dan pembenahan Monumen Si Raja Panggabean di Simorangkir, Silindung dengan melakukan rabat beton di pelataran  monumen.

Di  bagian lain Rakernas, sejumlah peserta mengusulkan agar Pomparan Si Raja Panggabean ambil bagian dalam menyukseskan dan memanfaatkan peluang pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba.

"Tapanuli Utara sebagai daerah lingkar Danau Toba, bepotensi besar sebagai salah satu destinasi turisme. Tidak mungkin turis hanya berputar-putar di Danau Toba, mereka akan mencari destinasi lain yang tidak kalah menarik. Nah, Rura Silindung (Taput) sebagai Bona Pasogit Si Raja Panggabean, mestinya harus memanfaatkan peluang itu. Saya pikir,  saudara kita Pomparan Guru Mangaloksa (PGM) dan marga lain yang bermukim di sana, dapat duduk bersama membuat gagasan, ide dan gerakan, tentu mindset harus dibangun, SDM juga dipersiapkan," kata Donver Panggabean.

Dia menyebut, terdapat sejumlah situs religi sejarah Kekristenan dan peninggalan sejarah Guru Mangaloksa di Lembah Silindung, seperti Batu Mardingding, Mual Natio ni Oppui di Simorangkir Siatas Barita, situs Nomensen di Saitnihuta dan Salib Kasih, Pearaja dan Pansur Napitu.

Munas Disepakati di Wilayah V
Rakernas juga memutuskan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) sebagai forum tertinggi FKS Porapi dengan agenda utama memilih kepengurusan yang baru, akan dilaksanakan di wilayah V, di Medan atau Pematang Siantar, pada Juni atau Juli 2017 mendatang.

"Sepanjang ini keputusan Rakernas dan orang tua kami setuju dan mendukung di wilayah V, kami siap menjadi tuan rumah," kata Anton Panggabean.

Di penghujung acara, Tumpak Hatorangan Panggabean dari dewan penasehat berpesan agar keputusan Rakernas segera dilaksanakan. "Segeralah action, paling tidak 5 bulan ke depan sejumlah keputusan ini sudah berjalan dan terlaksana dengan baik, termasuk pengembangan koperasi di seluruh Indonesia," katanya.

Dia juga mengingatkan, jangan sampai nama besar Panggabean itu sirna. Di jamannya, sejumlah tokoh Panggabean pernah berkarya untuk kemajuan bangsa dan negara ini. Generasi muda Panggabean juga saya harapkan berpartisipasi untuk lingkungan masing-masing," tandasnya.

Tumpak juga mengemukakan, punguan marga masih sangat penting di masa sekarang. "Sangat keliru jika ada pendapat bahwa perkumpulan marga-marga  di masa modern sekarang tidak penting. Itu salah, sebab kekerabatan itu sangat penting dalam kehidupan dan menjadi modal dalam gerakan partisipasi aktif dalam berbangsa dan bernegara," ucapnya, seraya mengatakan, persaudaraan dan kekompakan ketiga keturunan Si Raja Panggabean perlu terus dipelihara.

Kegiatan Rakernas dilanjutkan dengan perayaan ulang tahun di Sibuluan Tapteng. Ketua DPW FKS Porapi wilayah 7 Parulian Sojuangon Panggabean selaku tuan rumah menjelaskan,  Rakernas dirangkaikan dengan ulang tahun FKS Porapi yang ke-3. "Kita sebar undangan hanya 5000, tetapi diperkirakan akan membludak,  tetapi ini merupakan kebanggaan, sebab antusias pomparan masih sangat tinggi terhadap marga Panggabean," ucapnya. (E06/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru