Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 03 Mei 2026

Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Potensial Majukan Keluarga dan Bangsa

- Senin, 20 Februari 2017 18:57 WIB
1.984 view
Bali (SIB) -Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) baru-baru ini menggelar silaturahmi akbar nasional (Silaknas) di Uluwatu Ballroom, Hotel Mercure, Kuta, Bali. Acara yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun pendiri KICI Ratieh Sanggarwati itu diisi  berbagai kegiatan.

 Seperti diungkapkan Ratieh Sanggarwati, acara silaturahmi itu juga untuk menyusun anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) yang diharapkan semakin memperkuat organisasi KICI yang dibentuk  berbadan hukum  tanggal 16 Juni 2016.

Forum kaum ibu ini mempunyai anggota di seluruh pelosok Indonesia dan juga di luar negeri. KICI diharapkan mendukung ibu-ibu Indonesia melalui pengenalan dan pendalaman terhadap budaya, makanan khas, pendidikan, dan wirausaha dengan moto "Menjadi cerdas adalah pilihan, mencerdaskan orang lain adalah kewajiban".

Cerdas memiliki arti sendiri. Lewat kata 'cerdas', komunitas ini mengungkapkan misi KICI menjadikan ibu Indonesia mempunyai sikap cekatan, empati, religius, disiplin, amanah dan santun, atau disingkat CERDAS.

Kegiatan KICI seperti seminar dan workshop di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri seperti Melbourne, Hongkong dan Singapura. Ke depan, KICI akan menggelar acara di Denmark dan United Kingdom.

Ratieh Sanggarwati menyampaikan, ibu-ibu Indonesia harus cekatan dalam bertindak dan mengambil keputusan, jika lamban, menjadi contoh tidak baik bagi anak dan generasi muda. Ia juga berharap ibu Indonesia punya sifat empati tinggi, artinya tidak boleh membiarkan sekelilingnya ada kesusahan dalam bentuk apapun, jika tidak kuasa menolong maka mendampingi dan mendengarkan sudah menjadi bentuk dari empati".

Sementara itu, melalui website resmi Pemprov Jabar, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan  mengatakan, kehadiran Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) dapat memberikan angin segar bagi pembangunan bangsa, khususnya permasalahan sosial yang terjadi pada perempuan dan anak saat ini.

Dengan maraknya kekerasan seksual pada anak, tutur Netty, menjadi sebuah tamparan besar bagi kita semua. Kekerasan yang terjadi ini bukan saja berbicara pemberatan hukuman bagi pelaku, sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak tetapi yang lebih penting harus adanya pencegahan di titik hulu yaitu keluarga.

"Keluarga merupakan lembaga terkecil di masyarakat namun ketika ketahanan keluarga rapuh, salah satunya dengan kemajuan teknologi maka mengakibatkan permasalahan sosial," tegas Netty di Bandung, beberapa waktu lalu.

Selain itu, diakibatkan adanya ketimpangan dalam pola relationship yaitu relasi kuasa. Sehingga yang mempunyai otoritas besar untuk melakukan pemaksaan berujung pada kekerasan seksual yang menganggap korban tidak berdaya.

"Maka saya berharap ke depan Komunitas Ibu Cerdas Indonesia mampu mengidentifikasi masalah dan menjadi solusi dengan memberikan edukasi sebagai tindakan pencegahan di masyarakat," ungkap Netty. (komunita.idjabarprov.go.id/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru