Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026
Konfercab ke-33 GMKI Medan

Mahasiswa Kristen Harus Jadi Agen Pembawa Damai, Melawan Eksploitasi Manusia dan Alam

- Senin, 25 September 2017 21:40 WIB
1.155 view
Mahasiswa Kristen Harus Jadi Agen Pembawa Damai, Melawan Eksploitasi Manusia dan Alam
SIB/ Horas Pasaribu
FOTO BERSAMA: Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PC-GMKI) Medan foto bersama usai pembukaan Konferensi Cabang PC GMKI Medan ke-33, Sabtu (23/9) di Aula Martabe Kantor Gubsu Jalan P Diponegoro Medan.
Medan (SIB)- Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Medan melaksanakan Konferensi Musyawarah Cabang ke-33 di Aula Martabe Kantor Gubsu Jalan P Diponegoro Medan, Sabtu (23/9). Konfercab itu dibuka Pengurus Pusat (PP) GMKI yang dihadiri perwakilan Wali Kota Medan, Badan Pengurus Cabang GMKI Medan masa bakti 2015-2017, BPC sejajaran, pengurus komisariat sejajaran, perwakilan organisasi kemahasiswaan dari Kelompok Cipayung, anggota biasa dan senior members/friends yang berjumlah sekitar 200 orang.

Pembukaan diawali ibadah yang dipimpin Pdt Adi Laia yang membahas tema "Berdamailah dengan Semua Ciptaan! (Kolose 1:15-23)". Dalam khotbahnya, Pdt Adi Laia menyampaikan, setiap zaman pasti punya tantangan dan persoalan dimana setiap orang yang punya akal harus mampu menghadapi dan mencari solusi serta kita harus menjadi manusia yang betul-betul hidup oleh kekuatan Tuhan untuk melawan eksploitasi manusia dan alam.

Dia menekankan agar kader-kader GMKI Medan bisa jadi garam dan terang. Sebagai orang percaya GMKI harus bisa ditempatkan di tengah dunia ini menjadi garam dan terang, mampu menjadi solusi dari masalah. "Jika kita sudah menerima itu, pasti bisa menjadi agen pembawa damai. Saya pikir anggota GMKI Medan harus menjadi bagian pembawa damai di perguruan tinggi, gereja dan masyarakat. Kita tidak boleh membawa isu-isu SARA karena itu akan memecah belah kita. Yesus Kristuslah yang menjadi teladan perdamaian bagi kita. Mari berdamai dengan sesama dan lingkungan kita," jelasnya.

Ketua BPC GMKI Medan masa bakti 2015-2017, Valentino Panjaitan menyampaikan, GMKI harus memerbaharui diri menghadapi tantangan zaman digital dengan memerbaharui perangkat organisasi agar adaptif dan berbasis teknologi informasi. "GMKI Medan juga harus terus berperan di medan layanan. Kita masih sebagai pengikut wacana bukan pencipta wacana. Perlu ditingkatkan penajaman keahlian advokasi para kader untuk medan layan agar GMKI Medan punya pola partisipasi medan layan yang fokus. Solidaritas antar organisasi kemahasiswaan harus terus dijalin. GMKI Medan ke depan harus menjadi pelopor bangkitnya gerakan mahasiswa di Sumatera Utara seperti misalnya menjadi inisiator kongres mahasiswa untuk membicarakan persoalan-persoalan rakyat," paparnya.

Kadis Pencegahan Pemadam Kebakaran Drs Marihot Tampubolon  menegaskan, GMKI  merupakan gerakan intelektual dimana diharapkan membawa perubahan di tengah-tengah pembangunan kota Medan. "Saya berharap GMKI Medan selaku organisasi kader bisa menjadi mitra Pemerintah Kota Medan dalam memberikan berbagai solusi masalah, menjadi sosial kontrol dan bisa menjaga kerukunan antar umat beragama," ucapnya.

Pengurus Pusat (PP) GMKI yang diwakili Ketua Bidang Organisasi, Korneles, mengutarakan bahwa isu toleransi dan G30SPKI  harus dikaji dalam konferensi nanti supaya semua kader bisa melek sejarah. "GMKI harus terus melakukan kaderisasi yang menyentuh akar rumput. GMKI Medan saya lihat melakukan latihan dasar kepemimpinan. Forum konferensi cabang nanti saya harapkan juga bisa menjadi model bagi cabang lain dalam mengkaji model pengkaderan yang efektif untuk generasi milenial," tegasnya.

Persidangan Konferensi Cabang Medan akan dilaksanakan pada tanggal 27-30 September 2017 di Centrum GBKP, Kabanjahe. (A10/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru