Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026
Pengurus DPW PTSAB Sumut Dilantik

Punguan Sitinjak Diminta Investasi Generasi Muda Yang Cerdas, Jangan Hanya Mengurusi Adat

*Marga Sitinjak Harus Berperan Dalam Pembangunan Kawasan Danau Toba
- Senin, 25 September 2017 22:32 WIB
1.868 view
Medan (SIB)- Kehadiran perkumpulan marga diharapkan jangan hanya untuk perhelatan adat saja (pesta pesta perkawinan  duka cita) sehingga, organisasi marga menjadi  semu dan ter-sekat-sekat karena fungsinya hanya kegiatan yang itu-itu saja.  Seharusnya punguan (perkumpulan) marga bisa jadi pionir melakukan pembaharuan bagaimana meningkatkan kesejahteraan anggota.

"Paradaton (adat)  itu perlu, tapi sudah ada seksi adat yang mengurusi, tapi bukan untuk itu saja, mari kita buat tujuan  punguan ini lebih mulia," kata Liberty Sitinjak, pada deklarasi pelantikan Pengurus DPW Sumatera Utara Punguan Toga Sitinjak Anak Dohot Boruna (PTSAB) periode 2017-2021, Kamis (21/9) di Hotel Grand Antares Medan.

Pomparan Sitinjak, anak dohot boruna dimintany agar menginvestasikan pendidikan kepada anak-anaknya sehingga hadir generasi muda yang cerdas di lingkungan marga Sitinjak. Anak-anak harus dituntut belajar keras supaya cerdas, agar jangan ada lagi nepotisme di negara ini, karena hanya anak-anak yang cerdaslah yang dibutuhkan untuk memajukan bangsa.

"Banyak yang minta tolong agar putra-putrinya masuk pada penerimaan pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. Tidak ada lagi sistim beking dan menolong anak saudara, siapa yang cerdas itulah yang lulus, karena penerimaan ini murni, tidak ada intervensi dari siapapun," terang Liberty yang juga Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Propsu ini.

Hal senada disampaikan Ketua Umum DPP PTSAB Pusat Ir Poltak Sitinjak, entrepreneur sukses di tanah air ini mengatakan, marga Sitinjak harus membuat putra-putri Sitinjak  memiliki nilai lebih. Jika ada yang memiliki spesialisasi, punguan harus meliriknya untuk disekolahkan sampai sarjana  bahkan S3. Sebagai marga Sitinjak, Poltak sudah membuat terobosan baru menciptakan alat pengendali banjir dan alat penghemat energy untuk penggunaan pendingin ruangan.

Teknologi yang diimilikinya sudah go internasional yang dipakai oleh negara Korea dan Jepang. Jika banyak anggota PTSAB yang berhasil, apalagi banyak ahli di bidang teknologi maka penghasilan yang dimiliki bisa disisihkan untuk membesarkan organisasi. "Punguan itu butuh dana, tapi jangan mengandalkan satu orang, harus diciptakan roda ekonomi di punguan sehingga ada yang disisihkan untuk investasi," tuturnya.

Ketua Umum DPW PTSAB Sumut yang baru dilantik St Konstan Sitinjak SE mengatakan, PTSAB harus mendukung pembangunan pariwisata Danau Toba yang sudah dicanangkan pemerintah pusat. Putra-putra Sitinjak harus ikut berkemas terlebih sentra Danau Toba ada di Kabupaten Samosir yang juga bona pasogit marga Sitinjak.  Pemerintah terus mengimplementasikan sejumlah program pembangunan sarana dan prasarana, seperti  perbaikan Bandara. Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga mendorong pembangunan dari segi sumber daya manusia. "Untuk itulah pomparan Sitinjak harus ikut berperan, membekali diri dengan pengetahuan agar menjadi warga yang sadar pariwisata, menjaga lingkungan, sehingga target pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan di Danau Toba bisa tercapai berkat peran serta pomparan Sitinjak," ungkapnya.

Acara pelantikan diawali dengan ibadah, khotbah dibawakan Pdt Juanda Sitinjak STh. Turut hadir  Sekjen PTSAB Pusat  Melanton Sitinjak, Wakil Ketua DPP Galumbang Sitinjak,  Jalihar Sitinjak, Ketua Umum DPP Parsadaan Si Raja Sonang (PARSADA) M Alboinsah Gultom, Junhaedel Samosir SH, Dr Maramis Sitinjak SE MIS, AKBP Dr Maruli Siahaan MHum, Samsul Sianturi SH dan lainnya. Berikut susunan kepengurusan DPW PT SAB Sumut yang dilantik Ketua St Konstan Sitinjak SE, Wakil Ketua St Parulian Sitinjak SE, Sekretaris Budiman Sitinjak SPd, Wakil Sekretaris Suleman Sitinjak, Bendahara Ir Pahala Sitinjak dan dilengkapi dengan bidang-bidang. (A10/l)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru