Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Keamanan Dipertanyakan, 3 Maskapai Besar Dunia Masih Gunakan Boeing 737 MAX 8

- Selasa, 12 Maret 2019 22:43 WIB
127 view
Keamanan Dipertanyakan, 3 Maskapai Besar Dunia Masih Gunakan Boeing 737 MAX 8
Boeing 737 Max-8
Addis Ababa (SIB) -Untuk kedua kalinya hanya dalam waktu 5 bulan, pesawat tipe Boeing 737 MAX 8 jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas. Kecelakaan ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai tipe pesawat yang krusial bagi rencana masa depan raksasa Boeing tersebut. Pada Minggu (10/3), 157 penumpang dan kru pesawat Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Ethiopian Airlines tewas setelah pesawat versi baru Boeing itu jatuh hanya enam menit setelah lepas landas dari Addis Ababa, Ethiopia.

Sebelumnya pada Oktober 2018 lalu, tipe pesawat yang sama, yang dioperasikan oleh maskapai Lion Air jatuh tidak lama setelah lepas landas dari Jakarta dan menewaskan seluruh penumpang dan kru. "Pilot menyebutkan bahwa dia mengalami masalah dan dia ingin kembali. Dia mendapatkan izin untuk putar balik," kata direktur Ethiopian Airlines, Tewolde Gebre Mariam kepada para wartawan di Addis Ababa.

Seorang pakar penerbangan internasional menekankan kemiripan antara dua insiden tragis itu. "Itu pesawat yang sama. Seperti Lion Air, kecelakaan Ethiopian Airlines terjadi tidak lama setelah lepas landas dan pilot mengisyaratkan mereka mengalami masalah, kemudian pesawat jatuh. Kesamaannya jelas," ujar pakar yang enggan disebut namanya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (11/3).

Namun Michel Merluzeau, direktur Aerospace & Defense Market Analysis, menekankan bahwa "ini adalah satu-satunya kesamaan, dan perbandingan berhenti di situ karena kita tidak memiliki informasi terpercaya lainnya pada saat ini." Kecelakaan Ethiopian Airlines ini merupakan pukulan besar bagi Boeing, di mana tipe MAX merupakan versi terbaru dari Boeing 737, yang terlaris sepanjang masa dengan lebih dari 10 ribu unit pesawat diproduksi. "MAX adalah program yang sangat penting bagi Boeing pada dekade berikutnya.
Ini mewakili 64 persen produksi perusahaan hingga tahun 2032, dan memiliki margin operasional yang signifikan," ujar Merluzeau. "Ini adalah alat penting untuk transportasi dan perdagangan global," imbuhnya.

Dia mengatakan 24 jam ke depan adalah "kunci" bagi Boeing untuk mengelola krisis di saat para pelancong dan investor khawatir akan keandalan pesawatnya.

Masih Gunakan
Saat ini ada tiga maskapai besar dunia yang paling banyak menggunakan tipe pesawat Boeing 737 MAX 8. Ketiga maskapai tersebut adalah Southwest Airlines dan American Airlines yang keduanya merupakan maskapai asal Amerika Serikat, serta maskapai Kanada, Air Canada. Kepada Flight Global, Senin (11/3), ketiga maskapai itu menyatakan akan terus melanjutkan operasional pesawat tersebut.

Menurut Penganalisa Armada Cirium, Southwest Airlines memiliki 34 unit pesawat Boeing MAX 8, American Airlines memiliki 24 unit dan Air Canada juga memiliki 24 unit pesawat Boeing tersebut. "Hati kami tertuju pada keluarga dan orang-orang terkasih dari para penumpang dan kru di Ethiopian Airlines Flight 302," demikian statemen Southwest seperti dilansir Flight Global.com, Senin (11/3).

"Karena Southwest mengoperasikan armada 34 pesawat Boeing 737 MAX 8, kami telah melakukan kontak dengan Boeing dan akan terus mengikuti perkembangan investigasi. Kami tetap yakin dengan keselamatan dan kelaikan udara dari armada kami yang terdiri dari lebih dari 750 pesawat Boeing," imbuh maskapai Amerika tersebut. American Airlines dan Air Canada menyampaikan pernyataan senada untuk terus menggunakan jenis pesawat Boeing tersebut.

Pesawat Ethiopian Airlines tujuan Nairobi, Kenya jatuh pada Minggu (10/3) waktu setempat setelah beberapa menit lepas landas. Ini merupakan kecelakaan kedua yang melibatkan tipe pesawat Boeing 737 MAX 8. Sebelumnya, pesawat tipe yang sama milik maskapai Lion Air jatuh pada 29 Oktober 2018 setelah sekitar 12 menit lepas landas dari Jakarta. Keseluruhan penumpang dan kru yang berjumlah 189 orang tewas dalam tragedi itu.

Kotak Hitam Ditemukan
Sementara itu, para penyelidik telah menemukan dua peranti kotak hitam pesawat Ethiopian Airlines Boeing 737 MAX 8 yang jatuh di pinggiran Addis Abba, Ethiopia. Penemuan tersebut diumumkan oleh pihak maskapai Ethiopian Airlines. "Digital Flight Data Recorder (DFDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) dari ET302 telah ditemukan," demikian diumumkan maskapai tersebut dalam postingan di Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (11/3).

Seperti diketahui, dalam setiap pesawat ada dua peranti kotak hitam: FDR (Digital Flight Data Recorder) atau perekam data penerbangan dan CVR (Cockpit Voice Recorder) atau perekam percakapan pilot.

FDR mencatat informasi 88 parameter penerbangan, mulai dari kompas, arah, ketinggian, hingga kecepatan pesawat di udara, dan sebagainya, yang bersifat teknis. Apa yang terjadi selama penerbangan dalam kurun 25 jam terakhir akan direkam oleh alat ini.

Adapun CVR merekam seluruh pembicaraan yang dalam kokpit. CVR tidak hanya merekam percakapan pilot dan kopilot, namun juga beragam suara yang bisa merupakan petunjuk penting, seperti suara mesin, suara alarm, bahkan suara kursi yang digeser jika awak kabin bergerak.

Perusahaan pembuat kotak hitam asal Amerika Serikat, Honeywell, mengatakan rekaman yang tercatat disetel untuk hanya berdurasi dua jam dari posisi terakhir pesawat. (AFP/Rtr/Detikcom/h)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru