Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 26 April 2026
Rembug Nasional untuk Pengembangan Kaldera Toba di Kampus UHN

BODT Ajak Ikatek UHN "Terjunkan" Insinyur Baru Memajukan Kawasan Danau Toba

Bantors Sihombing - Senin, 14 Oktober 2019 15:47 WIB
595 view
BODT Ajak Ikatek UHN "Terjunkan" Insinyur Baru Memajukan Kawasan Danau Toba
SIB/Dok
Diulosi: Direktur Pemasaran BOPDT Ir Basar Simanjuntak MSIE berfoto bersama Dr Ir Timbang Pangaribuan MT (Dekan FT UHN), Ir Patar M Pasaribu Dipl Trop Tech (mantan Rektor UHN) serta perwakilan alumni senior Ir Piala Simanjuntak dan Ir Junjungan Pasaribu A
Medan (SIB) -Badan Otorita Danau Toba (BODT) akan menggencarkan pembangunan dan pembenahan infrastruktur penunjang sekaligus menata objek-objek wisata alam maupun objek wisata buatan manusia di kawasan Danau Toba, demi meraih 1 juta wisatawan mancanegara dan domestik ke Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Direktur Pemasaran BODT Ir Basar Simanjuntak MSIE saat menjadi pembicara Rembug Nasional Ikatan Alumni Teknik Universitas HKBP Nommensen (Ikatek UHN) dengan topik "Peran Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Kaldera Toba" di Kampus UHN Medan, Sabtu (12/10). Rembug Nasional itu adalah salah satu dari beberapa kegiatan yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-65 UHN.

Menurut Basar Simanjuntak, meramaikan wisatawan ke suatu daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan keindahan panorama alam ciptaan Tuhan saja. Tapi perlu kreativitas manusia untuk menciptakan atraksi-atraksi budaya dan kearifan lokal, membuat taman-taman rekreasi, membuat even hiburan maupun olahraga, agar wisatawan mancanegara lebih tertarik untuk berkunjung dan betah berlama-lama di kawasan Danau Toba.

Untuk membenahi semua itu BODT sangat membutuhkan kerjasama dan dukungan serius dari pemerintah daerah, para tokoh adat dan masyarakat setempat.

Di acara rembug nasional itu, Basar Simanjuntak juga menjelaskan program Pengembangan Danau Toba salah satunya program "Desa Champion".

Mengutip pemaparan Basar Simanjuntak, Ketua Ikatek UHN Ir Ronald Naibaho kepada SIB menjelaskan, ada beberapa desa di kawasan Danau Toba yang ditetapkan BODT sebagai Desa Champion atau semacam desa favorit yang memiliki even-even wisata yang mengedepankan kearifan masyarakat lokal.

Pada bagian lain lanjut Ronald, BODT mendorong para sarjana teknik dari semua kampus, termasuk FT UHN untuk terjun mendampingi masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang dipelajari untuk menciptakan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat dan sesuai kondisi desa masing-masing. Para sarjana baru itu akan dilatih BODT dan dibantu biaya hidupnya minimal Rp 1 juta selama 4 - 6 bulan selama mengabdi membantu masyarakat di desa-desa itu demi memercepat kemajuan seluruh desa di kawasan Danau Toba. Hal itu merupakan peran perguruan tinggi untuk kemajuan masyarakat.

"Itulah salah satu yang akan kita (Ikatek-red) rumuskan nanti. Kita akan data dan mapping siapa-siapa saja sarjana teknik FT UHN yang berasal dari desa-desa di kawasan Danau Toba. Soalnya, BODT mengutamakan anak-anak muda yang kampungnya memang di kawasan Danau Toba, karena memang merekalah yang tahu apa potensi dan kebutuhan masyarakat di desanya," kata Ronald.

Acara rembug nasional itu dihadiri Dekan Fakultas Teknik UHN Dr Ir Timbang Pangaribuan MT, Ketua Prodi Mesin Ir Sibuk Ginting MSME, Ketua Prodi Elektro Ir Sahat Siahaan MSc serta beberapa alumni senior di antaranya Ir Piala Simanjuntak, Ir Junjungan Pasaribu dan Ir Edwan Ningrat.

Selain menggelar rembug nasional, di acara Dies Natalis itu, ratusan alumni FT UHN yang hadir kembali menetapkan kepengurusan baru Ikatek dengan presidium yang diisi unsur ketiga Prodi (Sipil - Mesin- Elektro) masing-masing Ronald Naibaho (Mesin), Rikson Sibuea (Sipil) dan Parlin Sihombing (Elektro). Mereka diberi mandat untuk menyusun struktur dewan penasehat, dewan pengurus dan dewan pengawas organisasi (terdiri dari para dosen fakultas teknik yang juga merupakan alumni).

Ikatek FT UHN kata Ronald juga merekomendasikan pilot project yang dilaksanakan FT UHN melibatkan mahasiswa untuk melahirkan inovasi baru seperti teknologi tepat guna yang bermanfaat dan membantu masyarakat. Pilot project itu nantinya dibiyai oleh alumni Ikatek. (R14/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru