Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 30 Juni 2026

Tidak Hanya Touring, Klub Motor " Max Owners " Berniat Ubah Sampah Jadi Perabotan dan Batu Bata

Redaksi - Senin, 02 Maret 2020 19:53 WIB
241 view
Tidak Hanya Touring, Klub Motor " Max Owners " Berniat Ubah Sampah Jadi Perabotan dan Batu Bata
SIB/Dok
SAMBUT DUKUNGAN: Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi sambut dukungan komunitas Memo di Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, Kamis (27/2).
Medan (SIB)
Komunitas sepedamotor Max Owners (Memo) menemui Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi di Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, Kamis (27/2). Mereka memberikan masukan kepada Akhyar tentang cara pengolahan sampah plastik sebagai ecobrick untuk pembuatan kursi, meja dan batu bata.

Selain untuk perabotan rumah tangga, mereka juga berencana mengelola dan mendaur ulang sampah plastik sebagai pengganti batu bata untuk dinding rumah, sehingga dapat dimanfaatkan dan meminimkan pengeluaran bagi warga kurang mampu yang ingin membangun rumah. Pemanfaatan tersebut dilakukan juga dapat mengurangi sampah plastik, yang menjadi persoalan Kota Medan saat ini.

Ketua Max Owner Club M Azwar menjelaskan, klub sepedamotor yang mereka bentuk tidak hanya sekedar melakukan touring saja, melainkan juga melakukan kegiatan sosial di masyarakat termasuk pengurangan sampah plastik, dengan cara memanfaatkan sampah plastik menjadi perabotan rumah tangga dan ecobrick.

"Sebagai mitra dari Pemko Medan, kami ingin mendukung program Pemko Medan, salah satunya dengan memanfaatkan sampah plastik untuk dijadikan perabotan rumah tangga seperti kursi dan meja dan pembuatan ecobrick yang dapat digunakan sebagai pengganti batu bata," katanya.

Diungkapkan, mereka juga ingin terlibat untuk mempromosikan pariwisata yang ada di kota Medan dalam setiap melakukan touring. "Saat touring, kami akan mempromosikan pariwisata yang ada di Kota Medan, sehingga teman-teman klub dari luar dapat mengenal Kota Medan lebih jauh, apalagi para klub sepedamotor menilai Medan merupakan kota tempat beristirahat," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Akhyar menyambut baik dan mengapresiasi ide yang dilakukan Memo. Sampah plastik yang tadinya tidak berguna, katanya, dapat di daur ulang dengan melakukan pemanfaatan sebagai benda yang berguna.

"Banyak dari kita masih mengonsumsi makanan atau produk apapun yang dikemas plastik. Tentunya ide kreatif ini sangat baik, jadi sampah plastik yang berserakan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga," katanya.

Menurutnya, jika reuse dan reduce sudah sangat sulit, maka ecobrick merupakan solusi yang sangat tepat di zaman sekarang. Ecobrick mampu memberikan kehidupan baru bagi limbah plastik. Ecobrick adalah cara lain untuk memanfaatkan sampah-sampah tersebut selain mengirimnya ke landfill (pembuangan akhir).

"Dengan ecobrick, kita memiliki kesempatan untuk mengubah pengorbanan komunitas dan ekosistem dalam mencerna plastik. Kita dapat mengubah plastik menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan ekosistem setempat. Karakteristik plastik yang sangat bermasalah digunakan yaitu longevity dan durability malah menjadi sesuatu yang dicari," paparnya. (M15/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru