Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Komunitas Doodle Art Indonesia Manfaatkan Momen Karantina untuk Bekarya

Redaksi - Sabtu, 11 April 2020 11:58 WIB
769 view
Komunitas Doodle Art Indonesia Manfaatkan Momen Karantina untuk Bekarya
Dok.Komunitas Doodle Art Indonesia
Gambar doodle hasil karya Komunitas Doodle Art Indonesia.
Saat ini kita telah memasuki pekan ke-4 setelah imbauan #dirumahaja dilontarkan. Lalu, apa yang kini kamu rasakan? Pasti terasa bosan dan menjemukan, karena segala aktivitas sehari-hari seperti bekerja, bertemu teman, dan rutinitas lainnya tidak bisa dilakukan.

Kita kerap kesulitan menemukan hiburan saat #dirumahaja. Segala sesuatu rasanya sudah dilakukan untuk membunuh rasa bosan tersebut. Namun, berbeda halnya dengan Komunitas Doodle Art Indonesia (DAI). Untuk membunuh rasa bosan, mereka membuat karya gambar doodle saat #dirumahaja. Dengan menggambar doodle, para anggotanya dapat memanfaat momen karantina dengan baik untuk berkarya. Selain itu, mereka juga bisa memanfaatkan doodle art sebagai media meluapkan emosi saat merasa stress ketika menjalani karantina.

Anggota Komunitas DAI yang tersebar di seluruh Indonesia seakan-akan kompak melakukan doodling saat #dirumahaja. Menurut mereka, masa-masa sulit yang dihadapi sekarang bukanlah halangan untuk berkarya. Justru, berkarya lewat doodle adalah salah satu cara untuk meluapkan kepenatan karena terlalu lama berdiam diri di rumah.

Mulai dari Komunitas DAI Regional Makassar hingga Palembang melakukan hal yang sama. Mereka menggambar pada secarik kertas dengan tulisan yang berbeda, sehingga membentuk kalimat tertentu. Kegiatan itu menjadi kesenangan tersendiri bagi para pencinta seni menggambar doodle yang tergabung pada Komunitas DAI.

Doodle art diketahui sebagai salah satu seni menggambar dalam bentuk abstrak. Biasanya gambar doodle dipenuhi dengan gambar-gambar yang padat sehingga menambah keunikan karya seni itu sendiri. Menurut Azalia Paramatatya, Founder Komunitas Doodle Art Indonesia yang kerap disapa Anya, doodle adalah coretan yang bersifat spontan, tanpa pola yang direncanakan. Dengan menggambar doodle, kita bisa meluapkan perasaan dengan coretan pada media menggambar.

"Doodling itu kegiatan menggambar yang enggak direncanain sebelumnya. Kalau gambar lain mungkin ada konsepnya, tapi doodle polanya bebas, tergantung keinginan yang menggambar," ujar Anya kepada kumparan.

Kini, usia Komunitas DAI genap mencapai 5 tahun. Komunitas yang didirikan pada 7 Februari 2015 ini telah memiliki 60 komunitas regional yang tersebar dari bagian Barat hingga Timur Indonesia. Mulanya, komunitas ini hanya menampakkan diri sebagai komunitas online. Namun, kini anggotanya telah mencapai lebih dari 1000 orang yang sama-sama memiliki ketertarikan di bidang seni menggambar doodle.

Anya selaku Founder Komunitas DAI mengatakan, nilai yang terpenting dari komunitas ini yaitu semua orang dapat berkarya dengan menggambar. Selain itu, menggambar doodle pun merupakan kegiatan yang menyenangkan. Komunitas yang menaruh perhatian pada seni menggambar doodle ini tak memberlakukan persyaratan khusus bagi calon anggotanya. Semua anak muda yang menyenangi dan memiliki minat pada kegiatan menggambar dapat bergabung pada komunitas ini.

Di luar masa karantina, komunitas ini secara rutin melakukan meet up bulanan, mengadakan workshop dan sharing session, serta perayaan ulang tahun pada setiap komunitas regional. Selama masa pandemi corona berlangsung, komunitas ini tetap aktif melakukan meet up online, sharing session di Grup WhatsApp, serta saling menyemangati lewat menggambar doodle saat #dirumahaja. (kumparan/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Rahmat Rayyan Nasution

Rahmat Rayyan Nasution

Medan(harianSIB.com)Anggota Komisi D DPRD Sumut Rahmat Rayyan Nasution, melontarkan kritik keras terhadap kerusakan parah ruas jalan provin