Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Mahasiswa AS Ini Bikin Masker Khusus untuk Komunitas Tuli

Redaksi - Sabtu, 11 April 2020 12:26 WIB
294 view
Mahasiswa AS Ini Bikin Masker Khusus untuk Komunitas Tuli
GoFundMe
Ashley Lawrence menggalang donasi untuk pembuatan masker khusus komunitas tuli di GoFundMe.
Washington (SIB)
Mahasiswa senior bernama Ashley Lawrence memerhatikan banyaknya orang yang mulai membuat masker wajah non-medis di tengah wabah virus corona.

Namun, Lawrence tidak melihat adanya masker yang dirancang untuk komunitas tuna rungu alias tuli. Jadi, dia memutuskan untuk membuatnya sendiri.

Dari akun Facebook-nya, Lawrence menjelaskan bahwa masker tersebut dibuat dan dikomersialkan untuk membantu orang dengan gangguan pendengaran. Sehingga, orang tersebut mampu berkomunikasi melalui masker transparan yang dibuatnya dan dokter bisa mengerti apa yang disampaikan dari gerakan mulut yang terlihat.

Lawrence merupakan mahasiswa senior di Universitas Kentucky Timur jurusan Pendidikan Tuli.

Dia mengunggah dua desain masker wajah yang dilapisi dengan layar transparan di sekitar mulut.

Layar transparan itu memungkinkan mereka yang tahu cara membaca gerak bibir atau lip-read di komunitas tuli dan sulit mendengar untuk membaca bibir orang yang memakai masker tersebut.

Selain itu, layar transparan tersebut juga dapat memastikan seseorang lebih bisa melihat ekspresi wajah pemakainya.

Suatu temuan yang penting bagi mereka yang berkomunikasi menggunakan Bahasa Isyarat Amerika. Unggahan Lawrence disambut baik banyak orang yang ingin berdonasi terhadap produksi masker tersebut.

Kepada CBS News, Lawrence mengaku kewalahan atas respons positif yang diterimanya.

"Kami benar-benar kewalahan oleh respons dan senang bahwa kami dapat melakukan upaya untuk membawa kesadaran pada komunitas Tuli," tulis Lawrence dalam e-mail-nya.

Lawrence menjelaskan dalam e-mail bahwa mereka yang terlibat dalam proyeknya awalnya memutuskan hanya untuk membuat masker buatan tangan dan dapat diakses oleh para tuna rungu di komunitas lokalnya di Kentucky.

Dia menambahkan juga bahwa dirinya tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam menjahit. Dia kini sedang bekerja untuk mengumpulkan sekelompok orang yang bisa membantu membuat masker karena permintaan akan masker tersebut sangat tinggi.

Mereka yang terlibat dalam proyek ini bekerja sekeras yang mereka mampu untuk menghasilkan masker transparan.

Di dalam e-mail-nya, Lawrence menjelaskan kalau mereka tidak akan bisa membuat semuanya sendiri.

Jadi dia berkata mereka akan mengirim pola dan tutorial tentang bagaimana membuat masker tersebut kepada komunitas-komunitas.

Masker buatan Lawrence meniru masker bedah, yang melindungi orang yang memakainya dari tetesan besar atau percikan yang mungkin mengandung virus. Juga melindungi orang lain dari emisi pernapasan pemakai berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC AS. Akan tetapi makser ini berbeda dari N95 yang direkomendasikan untuk petugas kesehatan dan memberikan perlindungan tingkat medis. (Kps/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Rahmat Rayyan Nasution

Rahmat Rayyan Nasution

Medan(harianSIB.com)Anggota Komisi D DPRD Sumut Rahmat Rayyan Nasution, melontarkan kritik keras terhadap kerusakan parah ruas jalan provin