Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 21 Agustus 2026

Nelayan Tradisional Minta Poldasu Tindak Aksi Pencurian Pasir

- Sabtu, 10 September 2016 11:20 WIB
178 view
Nelayan Tradisional Minta Poldasu Tindak Aksi Pencurian Pasir
Medan (SIB)- Forum Aliansi Organisasi dan Masyarakat Nelayan tradisional Sumut meminta Poldasu menyetop pencurian pasir yang saat ini masih berlangsung di kawasan Pantai Labu, Deliserdang.

"Pencurian pasir itu dilakukan sejak dua bulan lalu dan sudah kita laporkan ke Poldasu," kata sekretaris Forum Aliansi Organisasi dan Masyarakat Nelayan Tradisional Sumut, M Yamin kepada wartawan, Jumat (9/9).

Dijelaskannya, akibat pencurian pasir itu, nelayan tradisional merasa dirugikan.

"Akibat pencurian pasir itu nelayan merasa dirugikan karena sulit menjaring ikan disebabkan perusahaan tersebut mengambil pasir bukan di tempat yamg sudah ada izinnya, tapi kenyataannya bekerja di luar izin tambang yang telah diterbitkan," katanya.

Yamin juga meminta kepada Badan Lingkungan Hidup supaya memantau penambangan tersebut karena merusak lingkungan dan biota laut yang merupakan tamgkapan nelayan sekitarnya.

Selain itu lanjutnya, pihaknya bukan hanya menolak pembangunan tapi setiap pekerjaan pengambilan pasir harus ada pemberitahuan kepada nelayan tradisional dan membeti tanda batas pengerukan pasir supaya ketika perusahaan beraktivitas nelayan tidak memasuki areal tersebut.

"Selama ini mereka melakukan pengambilan pasir dan tidak ada memberi tanda batas di lokasi tambang dan mereka melakukan di luar dari wilayah kotdinat sehingga nelayan terganggu karena dampaknya lumpur dan sampah sehingga merusak lingkungan. Menurut informasi dari Dinas Pertambangan dan Sah Bandar Pantai Cermin, lokasi tambang tidak terdapat pasir padahal sudah dilakukan survei sehingga mereka mencari pasir di luar objek," sebut dia.

Untuk itu lanjutnya, aparat pemerintahan di Provsu diminta menindak lanjuti masalah itu. "Pemerintah harus turun tangan menyelesaikan masalah ini," tegasnya. (A20/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru