Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

DPO Kasus Curanmor Ditembak Polisi di Medan

Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 14:20 WIB
222 view
DPO Kasus Curanmor Ditembak Polisi di Medan
Foto SIB/Dok
DITEMBAK: DPO kasus curanmor berinisial RS alias Hari usai mendapat perawatan medis di RS Bhyangkara Medan akibat kedua kakinya ditembak polisi, Selasa (3/3). 
Medan (SIB)
DPO kasus curanmor berinisial RS alias Hari (33), warga Jalan Melati, Kecamatan Helvetia ditembak personel Reskrim Polsek Medan Barat di kedua kakinya, Selasa (3/3) sekira pukul 02.30 WIB.

Kapolsek Medan Barat Kompol Afdal kepada wartawan, Selasa siang mengatakan penangkapan terhadap tersangka merupakan hasil tindaklanjut laporan dari korban Yana yang tertuang di Nomor: LP/338/X/2019/SPKT/Restabes Medan/Sek Medan Barat, Kamis Tanggal 10 Oktober 2019.

"Berdasarkan laporan dari korban Yana, warga Jalan Karya II Gang Buntu Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat yang kehilangan 2 sepedamotor Honda Beat POP warna hitam dan Honda Beat warna biru putih, petugas kita membekuk D (20), warga Jalan Kapten Sumarsono Gang Bunga, Kecamatan Labuhan Deli beberapa waktu lalu," ujarnya.

Lanjut Kapolsek, status tersangka D kini sudah P 22. Dari pengakuan D, pihaknya mengantongi identitas seorang tersangka lagi berinisial RS alias Hari dan kemudian ditetapkan sebagai DPO. Petugas lantas melakukan pencarian terhadap tersangka lainnya.
"Selasa sekira pukul 02.30 WIB, petugas menerima informasi keberadaan RS alias Hari di tempat persembunyiannya di Jalan Serbaguna, Kecamatan Labuhan Deli. Petugas kemudian bergerak ke lokasi tersebut," terangnya.

Setibanya di lokasi sambungnya, petugas melakukan penggerebekan di salah satu rumah yang dijadikan tempat persembunyian tersangka. Saat itu, tersangka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sehingga petugas melepaskan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan.

"Akhirnya petugas memberikan tindakan tegas dengan menembak kedua kaki tersangka hingga rubuh. Selanjutnya, tersangka dibawa ke RS Bhyangkara Medan untuk mendapat perawatan medis, setelah itu diboyong ke Mako guna diperiksa intensif," pungkasnya. (M16/c)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru