Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Gempa 6,5 SR Guncang Jepang, 9 Orang Tewas 780 Terluka

- Sabtu, 16 April 2016 14:45 WIB
205 view
Gempa 6,5 SR Guncang Jepang, 9 Orang Tewas 780 Terluka
SIB/AP Photo/Koji Ueda
Tim penyelamat melakukan pencarian di antara puing-puing sejumlah rumah di Mashiki, prefektur Kumamoto, yang ambruk akibat diguncang jepang, Jumat (15/4). Gempa berkekuatan 6,5 SR sejauh ini telah menewaskan sembilan orang dan melukai ratusan lainnya.
Kumamoto (SIB)- Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, dilanda gempa 6,5 Skala Richter (SR) menewaskan  9 orang dan ratusan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.Petugas terus bekerja untuk mencari warga yang dikhawatirkan masih terperangkap di reruntuhan bangunan.  Namun belum ada informasi rinci mengenai lokasi persis dari korban tewas tersebut.

Gempa berkekuatan 6,5 SR yang mengguncang hebat beberapa kota di Kumamoto tak hanya menyebabkan bangunan roboh dan fasilitas umum rusak, tapi juga memicu terjadinya kebakaran. Rekaman kantor berita NHK menunjukkan bagaimana petugas mencoba memadamkan api.

Sedikitnya 780 orang terluka akibat kebakaran yang terjadi.   Sebuah kamera di salah satu kantor menunjukkan bagaimana layar komputer dan file-file jatuh dari rak. Rekaman tersebut juga menunjukkan bagaimana para karyawan berlindung di bawah meja.

"Saya merasa guncangan cukup kuat, yang belum pernah saya alami sebelumnya. Orang-orang terkejut, akan tetapi saya belum melihat kebingungan ekstrim di kota," kata seorang pejabat Prefektur Kumamoto, Shunsuke Sakuragi, di Kota Kumamoto, kepada AFP.

Sementara itu di Kota Mashiki, masih di Prefektur Kumamoto, puluhan warga berkumpul di depan Balai Kota. Beberapa di antaranya menangis dan beberapa yang lain menyelimuti diri sendiri untuk menangkal dinginnya malam. "Kami juga menerima informasi yang menunjukkan beberapa orang masih berada di bawah reruntuhan rumah yang roboh," tutur Sakuragi.

Gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil sempat terjadi di wilayah antara Kota Ueki dan Mashiki di Prefektur Kumamoto. Direktur Divisi Gempa Badan Meteorologi Jepang, Gen Aoki, menyampaikan gempa susulan masih akan terjadi selama kira-kira seminggu ke depan.

Gempa pertama tercatat terjadi sekitar pukul 21.26 waktu setempat, Kamis (14/4). 30 menit kemudian terjadi gempa susulan yang totalnya mencapai 12 gempa. US Geological Survey mencatat gempa susulan yang pertama berada di skala 5,4 SR. Gempa susulan selanjutnya lebih kecil.

Ahli Meteorologi CNN Chad Myers mengatakan meski kekuatan gempa tak terlalu besar dan kedalamannya pun tak terlalu dalam, namun Myers membuka kemungkinan jika efek gempa ini akan signifikan. "Ini adalah gempa yang akan terjadi untuk waktu yang lama," ucap Myers.

Sementara itu kantor berita Reuters mengutip kantor berita Kyodo melaporkan sekitar 40 orang di Kota Kumamoto dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Sedangkan dua reaktor nuklir yang ada di Sendai dan Genkai diketahui tetap berfungsi normal.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan akan melakukan upaya terbaik untuk mengatasi situasi ini. "Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi situasi ini. Saya sekarang berencana untuk mendengarkan apa (informasi) yang telah dikumpulkan terkait kejadian ini," kata Perdana Menteri Shinzo Abe kepada wartawan.

Gempa yang terjadi kali ini termasuk gempa level tinggi di Jepang. Kekuatannya mampu membuat orang terhenyak dan membuat barang-barang di rumah bergeser dari tempatnya. Jepang berada di persimpangan empat lempeng tektonik. Jepang juga berpengalaman merasakan sekitar 20 persen gempa-gempa terkuat yang pernah terjadi di dunia. Meski begitu, aturan mengenai bangunan dan penegakkan hukum yang tegas membuat frekuensi jatuhnya korban atau kerusakan dapat diminimalisir.

Gempa paling mematikan terakhir yang pernah dirasakan warga Jepang adalah saat gempa dan tsunami meluluhlantakan pantai timur laut Jepang pada 11 Maret 2011 silam. Sekitar 18.500 orang tewas dan tak ditemukan. Bencana tersebut juga menyebabkan bocornya beberapa reaktor nuklir di Fukushima yang menjadikannya salah satu kecelakaan atom terburuk yang pernah terjadi.

Sementara itu pihak Kedutaan Besar RI di Tokyo menyatakan belum ada laporan terkait warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban luka maupun meninggal akibat gempa di Prefektur Kumamoto, Kyushu, Jepang. Hal tersebut disampaikan Minister Consellor KBRI Tokyo, Agus Heryana.

"Terkait gempa di Kumamoto tadi malam, KBRI telah menghubungi tokoh masyarakat dan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Kumamoto. Sejauh ini, berdasarkan info dari tokoh masyarakat dan PPI, belum ada laporan warga Indonesia yang terluka atau korban," kata Agus. "Masyarakat Indonesia di Kumamoto tergabung dalam group line Indonesian Community dan telah saling info keadaan mereka," jelasnya.

Agus menjelaskan, beberapa warga ada yang mengungsi ke Kumamoto University dan lapangan di sebelah masjid Kumamoto milik warga Indonesia.
"Memang terjadi kerusakan property sejumlah warga, kaca-kaca pecah dan sebagainya," tutur Agus. Total WNI yang tinggal di Prefektur Kumamoto sekitar 200 orang. Di mana 60 di antaranya merupakan mahasiswa.  (Detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jepang

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jepang

Tokyo(harianSIB.com)Gempa bumi kuat mengguncang pulau Hokkaido di Jepang utara, Senin (27/4/2026) pagi. Ini menjadi gempa terbaru dalam sera