Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Peringatan May Day di Turki Berujung Ricuh, 90 Orang Luka-luka

- Sabtu, 03 Mei 2014 15:27 WIB
266 view
Peringatan May Day di Turki Berujung Ricuh, 90 Orang Luka-luka
Istanbul (SIB)- Peringatan May Day di Turki berujung bentrokan antara para demonstran dengan kepolisian setempat. Polisi Turki terpaksa menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang menggelar unjuk rasa antipemerintah. Sebabnya, peringatan May Day sebenarnya dilarang di negara tersebut. Dilaporkan sedikitnya 70 orang demonstran dan 19 personel kepolisian mengalami luka-luka dalam bentrokan ini. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (2/5/2014).

Ratusan polisi anti huru-hara dikerahkan untuk mengamankan Taksim Square, Istanbul saat para demonstran berusaha untuk menggelar aksi di lokasi tersebut pada 1 Mei kemarin. Namun tetap saja ada demonstran yang nekat menembus barikade hingga berujung bentrokan. Kepulan asap gas air mata terlihat memenuhi distrik Besiktas saat bentrokan terjadi.

Kantor pemerintahan Istanbul menyebutkan dalam pernyataannya bahwa 90 orang, termasuk 19 polisi mengalami luka-luka dalam bentrokan. Sedangkan sebanyak 142 orang lainnya ditangkap oleh polisi. Mereka yang ditangkap dilaporkan merupakan demonstran yang mengenakan balaclava dan melempari polisi dengan batu serta bom molotov.

Sedangkan di ibu kota Ankara, peringatan May Day juga berakhir bentrokan polisi dengan ratusan demonstran. Polisi tepaksa menembakkan gas air mata dan juga meriam air ke arah demonstran yang berusaha melakukan long march ke Kizilay Square.

Ketika bentrokan terjadi, transportasi publik di Istanbul sempat lumpuh. Sebabnya, jalanan terpaksa ditutup akibat bentrokan tersebut, kemudian layanan kapal feri dan stasiun metro juga terpaksa ditutup. Total 40 ribu polisi dikerahkan di wilayah Istanbul untuk menangani bentrokan dengan demonstran tersebut.

Sikap keras pemerintah Turki ini menuai kecaman dari organisasi HAM internasional, Amnesty International. "Penggunaan gas air mata dan meriam air terhadap demonstran damai oleh polisi di Istanbul merupakan tindakan tercela bagi kebebasan berekspresi dan aspirasi damai," terangnya. (AFP/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru