Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Waspada! Lingkungan Kerja Penuh Tuntutan Picu Gangguan Kesehatan

- Senin, 05 Mei 2014 11:54 WIB
270 view
 Waspada! Lingkungan Kerja Penuh Tuntutan Picu Gangguan Kesehatan
Australia (SIB)- Satu penelitian baru mengungkap, atasan yang super-detil ditambah dengan lingkungan kerja yang memiliki banyak tuntutan dapat menyebabkan seorang pegawai sering tertimpa penyakit. Lebih parahnya lagi, penyakit yang diderita bisa mencakup penyakit kardiovaskular dan depresi.

Profesor Sam Harvey dari Program Pasca Sarjana Psikiatris di Universitas New South Wales dan Institute ‘Black Dog & rsquo mengungkap temuan ini. Ia mengatakan, “Kita sudah cukup tahu bahwa terkadang pekerjaan bisa dihubungkan dengan penyakit seseorang dan tim kami selama ini meneliti berbagai macam kemungkinan dari hubungan tersebut.”

Ia menambahkan, penelitian yang dijalankannya melihat dari beberapa kombinasi subyek tertentu. Ketika anda menggabungkan situasi dimana anda dituntut secara berlebihan dengan situasi dimana anda tak mempunyai cukup kontrol atas pekerjaan anda, itulah yang dinamakan anda tak punya ruang gerak cukup dalam pekerjaan anda. Kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik seseorang.

Hubungan antara pekerjaan dan kesehatan memang tidak sederhana. Seringkali hubungan tersebut adalah perpaduan dari dua kondisi, di satu sisi anda stress namun di sisi lain anda benar-benar tak punya kuasa untuk mengendalikan hal tersebut. “Kombinasi yang tak menguntungkan,” ujar Profesor Sam. Ketika mengamati kombinasi ini di berbagai tempat kerja, pada akhirnya muncul suatu korelasi yang kuat antara kesehatan mental dan fisik. “Hal yang biasa kita pikirkan soal stress secara emosional, kita tahu itu punya dampak terhadap sistem kardiovaskular, begitu pula terhadap kadar hormon dalam tubuh kita, semakin kita tahu, semakin kita tak kaget akan adanya hubungan dekat antara apa yang kita pikirkan sebagai hal-hal emosional dan masalah-masalah fisik,” jelas Profesor Sam.

Dari hasil penelitian ini, Profesor Sam berharap agar organisasi atau perusahaan merubah sistem kerja mereka dan menyadari akan pentingnya kesehatan mental karyawan serta perilaku para atasan, dan memberikan ruang bagi para karyawannya untuk mencoba dan bertanggung jawab atas pekerjaan mereka.

Perlukah melawan bos?

“Itu tergantung dari hubungan anda dengan bos. Kebanyakan bos tak ingin membuat karyawannya sakit dan saya pikir seringkali orang merasa senang mencari bantuan untuk memperbaiki masalah ini dan membuat suasana menjadi lebih baik,” jelas Profesor Sam. Lebih lanjut ia menuturkan, betapapun rumitnya lingkungan kerja anda, sebenarnya pekerjaan juga memiliki manfaat kesehatan. Namun yang terlebih penting baginya adalah bagaimana mengubah pekerjaan agar lebih menyehatkan seorang karyawan. (ABCAustralia/f)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 5 Mei 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru