Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

PM Baru Malaysia Janjikan Pemerintahan Bebas Korupsi

Redaksi - Rabu, 04 Maret 2020 21:58 WIB
369 view
PM Baru Malaysia Janjikan Pemerintahan Bebas Korupsi
suarariau.co
PM Malaysia yang baru Muhayiddin Yassin
Kuala Lumpur (SIB)
Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, menjanjikan akan membentuk pemerintahan yang berintegritas dan bebas dari korupsi.

"Untuk memulai, saya berjanji akan menunjuk anggota kabinet dari orang-orang yang bersih, berintegritas dan cakap," kata Yassin dalam pidato yang disiarkan melalui stasiun televisi, seperti dilansir Channel NewsAsia, Selasa (3/3). Politikus berusia 72 tahun itu juga menjanjikan akan memberikan jaminan kesehatan yang layak, serta memperbaiki sistem pendidikan di Negeri Jiran.

"Pemerintahan di bawah kepemimpinan saya akan mengutamakan integritas dan asas pemerintahan yang baik. Ini termasuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan dengan memperkuat penindakan supaya selaras dengan landasan hukum, serta penerapan aturan dan praktik," ujar Yassin.

Yassin turut menjanjikan akan melanjutkan Visi Pemerataan Kesejahteraan 2030, yang diluncurkan oleh pendahulunya, Mahathir Mohamad, pada Mei 2019. Tujuannya untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan mempersempit jurang kesenjangan pendapatan dan kesejahteraan di antara masyarakat.

Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) tersebut juga menyangkal tuduhan pengkhianat yang disampaikan Mahathir. "Saya tahu banyak orang yang marah kepada saya. Seperti perkiraan, ada seperempat yang menyebut saya pengkhianat. Niat saya jelas dan saya ingin menyelamatkan negara dari pergolakan," ucap Yassin.

Mahathir menuduh Yassin sebagai pengkhianat karena diangkat menjadi perdana menteri. "Azmin Ali mempunyai agenda tersendiri, tetapi pengkhianat sebenarnya adalah Muhyiddin yang memang bercita-cita untuk menjadi Perdana Menteri," ucap Mahathir pada Minggu pekan lalu. Di depan wartawan, Mahathir menganggap Muhyiddin tidak memiliki mayoritas suara dari Dewan Rakyat (parlemen Malaysia) sehingga tidak pantas diangkat sebagai PM. Politikus berusia 94 tahun itu mendorong anggota parlemen untuk mengajukan mosi tidak percaya terhadap Presiden Bersatu itu. "Muhyiddin bukan Perdana Menteri yang tepat," kata dia.

Buat Koalisi Rusak
Sementara itu, mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menyalahkan penggantinya, Tan Sri Muhyiddin Yassin, dan Presiden Partai Keadilan Rakyat, Anwar Ibrahim, terkait gejolak politik di negara itu yang membuat koalisi Pakatan Harapan yang berkuasa menjadi berantakan. Dalam rapat Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) yang dipimpinnya pada akhir pekan lalu, Mahathir mengatakan krisis politik terjadi ketika Muhyiddin mencoba mengimbangi hasrat Anwar yang ingin menjadi perdana menteri.

Menurut Mahathir, krisis tersebut terjadi setelah Muhyiddin memutuskan Bersatu keluar dari Pakatan Harapan dua pekan lalu. "Di hari saat kami menghadiri rapat Dewan Pimpinan Pakatan, saya menerima informasi dari sekretaris politik bahwa Anwar meminta supaya saya menunjuknya sebagai wakil perdana menteri," kata Anwar, seperti dilansir AsiaOne, Selasa (3/3).

"Tentu kami marah. Namun, hal itu tidak terjadi, karena seluruh pemimpin Pakatan masih mendukung saya. Muhyiddin ingin mencari-cari alasan supaya terjadi krisis, tetapi dia tidak bisa mendapatkannya dari Anwar," ujar Mahathir. "Ketika dia (Muhyiddin) memutuskan Bersatu keluar dari Pakatan, saat itulah krisis sebenarnya terjadi," sambung Mahathir.

Setelah kejadian tersebut, Anwar mendesak untuk kembali menunjuk Mahathir sebagai perdana menteri. Saat itu Mahathir kalah karena hanya mendapatkan 60 suara, sedangkan Anwar 92 suara. "Karena Anwar meminta Pakatan mencalonkannya. Jika Pakatan memilih saya, maka saya bisa meraih dukungan mayoritas. Dia (Anwar) sangat menginginkan menjadi perdana menteri, meskipun dia tahu sangat sulit meraih suara mayoritas," kata Mahathir.

Mahathir menyatakan Anwar sangat terobsesi menjadi perdana menteri. Namun, menurut dia saat ini dia mendapat lebih banyak dukungan. "Di masa lalu dia (Anwar) memang banyak didukung," ujar Mahathir.

Secara terpisah, Anwar menyatakan partainya masih solid setelah gejolak politik tersebut. "Partai kami masih kompak. Tentu mereka kecewa karena ada kesepakatan di belakang yang dilakukan sejumlah pemimpin partai. Mereka merasa dikhianati," ujar Anwar. (Asiaone/CNNI/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Pemkab Simalungun Gelar Rakor TP2DD

Pemkab Simalungun Gelar Rakor TP2DD

Simalungun(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menyelenggarakan Rapa Koordinasi (Rakor) High Level Meeting (HLM) Tim Perc

Menantu Tikam Mertua di Torgamba

Menantu Tikam Mertua di Torgamba

Torgamba(harianSIB.com)Seorang Ibu. Rumah Tangga (IRT), Nurlan Pasaribu (46) warga Dusun Asahan, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel,