Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Siapa Pewaris Takhta Arab Saudi Selanjutnya?

- Rabu, 19 November 2014 11:07 WIB
152 view
Riyadh (SIB)- Analis mulai melirik suksesor di Kerajaan Arab Saudi. Pasalnya, Raja Abdullah telah berusia lebih dari 90 tahun, sedangkan Arab Saudi saat ini dihadapkan pada permasalahan yang kompleks. Arab Saudi adalah negara yang menjaga dua kota suci umat Muslim Mekah dan Madinah. Selain itu Arab Saudi merupakan negeri dengan mayoritas penduduknya menganut aliran Sunni terbesar di Timur Tengah. Sistem suksesi di Kerajaan Arab Saudi termasuk yang rumit, seorang anak laki-laki tertua belum tentu jadi raja secara otomatis.

Pendiri Kerajaan Arab Saudi adalah Ibnu Saud, beliau meninggal pada 1953. Ibnu Saud mempunyai lima orang anak laki-laki yaitu: Pangeran Neyef (meninggal tahun 2012), Raja Abdullah (Raja Arab Saudi sekarang), Pangeran Salman (Menteri Pertahanan sekarang), Pangeran Ahmed (Mantan Menteri Dalam Negeri), dan Pangeran Muqrin (Deputi Perdana Menteri).

Jika Raja Abdullah meninggal, maka yang berpeluang menjadi raja adalah Pangeran Salman. Dia sendiri saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Namun, publik mulai cemas dengan Pangeran Salman yang mempunyai masalah kesehatan dan lemah di bidang manajemen.

Jika Pangeran Salman meninggal, maka tahta kerajaan akan jatuh kepada Pangeran Muqrin yang merupakan anak termuda dari Ibnu Saud. Namun, Pangeran Muqrin juga sudah berusia lanjut yaitu 69 tahun. Seperti dilansir BBC, Selasa (18/11), para pewaris tahta setelah Raja Abdullah sudah memasuki usia lanjut, dikhawatirkan tidak akan mampu menjalankan kerajaan dengan baik.

Publik meminta pewaris tahta yang lebih muda. Raja Abdullah sendiri mempunyai anak laki-laki yaitu Pangeran Mutaid yang kini menjabat Ketua Garda Nasional. Pangeran Mutaid adalah tokoh yang populer di kalangan rakyat Arab Saudi. Namun, Dewan kehormatan Kerajaan belum akan menyerahkan tahta kerajaan kepada cucu Ibnu Saud. Arab Saudi kini dihadapi pada permasalahan yang kompleks, seperti pengangguran, dan munculnya gerakan radikal di negerinya. Diperlukan pemimpin yang kuat agar negeri tersebut bisa bertahan di kancah internasional. (BBC/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat